Daftar 10 Proyek Strategis Tuban Senilai Rp114,9 Miliar, Namun Belum Juga Masuk Tahap Lelang
Samsul Arifin June 05, 2026 11:14 PM

 


Laporan Wartawan TribunJatim.com, Muhammad Nurkholis

TRIBUNJATIM.COM, TUBAN – 10 proyek strategis daerah Tahun Anggaran 2026 dengan total nilai mencapai Rp114,94 miliar telah ditetapkan oleh Pemkab Tuban.

Namun hingga memasuki pertengahan tahun, proses lelang pekerjaan fisik proyek-proyek tersebut belum terlihat.

Kondisi tersebut memunculkan perhatian publik karena proyek strategis daerah umumnya menjadi program prioritas yang ditargetkan selesai dalam tahun anggaran berjalan. Keterlambatan tahapan pengadaan dikhawatirkan dapat memengaruhi jadwal pelaksanaan dan kualitas pekerjaan di lapangan.

Berdasarkan Keputusan Bupati Tuban Nomor 100.3.3.2/16/KPTS/414.012/2026, terdapat 10 proyek yang masuk kategori strategis daerah dan sebagian besar berada di bawah koordinasi Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PUPR PRKP) Kabupaten Tuban.

Proyek-proyek tersebut mencakup pembangunan infrastruktur jalan, ruang terbuka hijau, drainase, fasilitas kesehatan, hingga sarana pengelolaan lingkungan yang tersebar di sejumlah wilayah Kabupaten Tuban.

Dengan total anggaran yang mencapai lebih dari Rp114 miliar, masyarakat kini menanti kepastian langkah percepatan yang akan dilakukan pemerintah daerah agar seluruh proyek dapat terealisasi sesuai target.

Baca juga: Respon Pemkab Tuban Soal Denda Keterlambatan dari Banyaknya Proyek Molor Pada Tahun 2025

Dua Proyek RTH Jadi yang Terbesar

Dari daftar proyek strategis yang telah ditetapkan, pembangunan Ruang Terbuka Hijau (RTH) 3 di Kecamatan Palang dan RTH 4 di Kecamatan Bangilan menjadi proyek dengan nilai anggaran terbesar.

Masing-masing proyek memperoleh alokasi dana sebesar Rp29,335 miliar dari APBD Kabupaten Tuban Tahun Anggaran 2026.

Kedua proyek tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas ruang publik sekaligus memperluas kawasan hijau di wilayah Kabupaten Tuban.

Rekonstruksi Jalan Mendominasi Program Strategis

Selain pembangunan ruang terbuka hijau, sejumlah proyek rekonstruksi jalan juga masuk dalam daftar program prioritas daerah.

Beberapa di antaranya adalah rekonstruksi Jalan Sukoharjo–Sekaran/Magersari melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) senilai Rp11,7 miliar, rekonstruksi Jalan Jenu–Merakurak sebesar Rp8,11 miliar, serta rekonstruksi Jalan Lingkar Tuban Paket III dengan anggaran Rp7,9 miliar.

Pemkab Tuban juga mengalokasikan dana Rp6,79 miliar untuk rekonstruksi Jalan Kepet–Semanding.

Pembangunan TPA, Drainase, dan Check Dam Masuk Prioritas

Di sektor lingkungan dan pengendalian infrastruktur, pemerintah daerah menganggarkan pembangunan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatirogo senilai Rp5,87 miliar.

Selain itu, terdapat proyek peningkatan saluran drainase dan trotoar Jalan Diponegoro lanjutan tahun 2025 dengan nilai Rp5,8 miliar.

Sementara untuk mendukung pengendalian sumber daya air, pembangunan Check Dam di Desa Rengel, Kecamatan Rengel, memperoleh alokasi anggaran sebesar Rp5,67 miliar.

Pembangunan Puskesmas Widang Senilai Rp4,4 Miliar

Tidak hanya fokus pada infrastruktur fisik, Pemkab Tuban juga memasukkan sektor kesehatan dalam daftar proyek strategis daerah tahun ini.

Pembangunan Puskesmas Widang mendapatkan alokasi anggaran sebesar Rp4,4 miliar dan akan dilaksanakan oleh Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Tuban.

Proyek tersebut diharapkan dapat meningkatkan kualitas layanan kesehatan bagi masyarakat di wilayah Kecamatan Widang dan sekitarnya.

Belum Ada Tanggapan dari Dinas Terkait

Meski seluruh proyek telah ditetapkan sebagai program strategis daerah, hingga awal Juni 2026 belum terlihat adanya proses lelang pekerjaan fisik yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Tuban.

Situasi ini memunculkan pertanyaan mengenai strategi percepatan yang akan ditempuh pemerintah daerah agar seluruh proyek dapat selesai tepat waktu tanpa mengurangi mutu pekerjaan.

Dikonfirmasi terkait langkah percepatan pelaksanaan proyek strategis tersebut, Kepala Dinas PUPR PRKP Kabupaten Tuban, Agung Supriyadi, belum memberikan tanggapan.

DPRD Beri Sorotan

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Tuban Andhi Hartanto, mendesak eksekutif untuk segera tancap gas menjalankan proyek-proyek strategis yang telah direncanakan dan dianggarkan.

"Tentu DPRD mendorong kepada pihak eksekutif untuk dapat segera melaksanakan proyek-proyek tersebut. Percepatan ini penting agar roda perekonomian daerah melalui belanja modal, barang, dan jasa bisa segera bergerak dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat," ujar Andhi saat dikonfirmasi, Jumat (5/6/2026).

Beri Ruang Penyesuaian Anggaran Akibat Lonjakan Harga Material

Meski mendesak adanya percepatan, politikus dari PDI Perjuangan ini menyatakan bahwa legislatif tetap memberikan ruang kepercayaan kepada pemerintah daerah untuk melakukan kalkulasi ulang terhadap dinamika ekonomi terbaru sebelum proyek resmi dilelang.

Andhi menilai, fluktuasi ekonomi global maupun nasional belakangan ini memicu kenaikan harga sejumlah komoditas barang dan material bangunan. Hal tersebut berpotensi membuat perencanaan anggaran yang telah disusun sejak tahun lalu menjadi kurang relevan dengan kondisi riil hari ini.

"DPRD tetap memberikan kesempatan dan kepercayaan kepada eksekutif sebelum memulai proyek tersebut agar tetap mencermati perkembangan ekonomi secara menyeluruh. Termasuk kenaikan harga-harga barang dan lainnya yang tentu juga memerlukan penyesuaian dari perencanaan awal yang sudah dilakukan," imbuhnya.

Imbau Pemkab Bermuhasabah dari Kegagalan Tahun Lalu

Lebih lanjut, Andhi mengingatkan jajaran Pemkab Tuban untuk bermuhasabah dan menjadikan kemoloran proyek pada tahun anggaran sebelumnya sebagai bahan evaluasi total. Menurutnya, mepetnya waktu pengerjaan di paruh kedua (semester II) tahun 2026 ini akan menghadirkan tantangan yang jauh lebih berat bagi para rekanan.

Beberapa tantangan klasik yang harus diantisipasi sejak dini meliputi keterbatasan durasi kerja, risiko kenaikan harga material di tengah jalan, hingga faktor anomali cuaca (musim hujan) di akhir tahun yang kerap menghambat pekerjaan fisik di lapangan.

"Tahun kemarin harus tetap menjadi bahan evaluasi untuk perbaikan, baik dalam hal ketepatan waktu maupun kualitas. Tantangan waktu, kenaikan harga, faktor cuaca, dan faktor lain harus dapat diminimalisir dengan penyesuaian-penyesuaian yang tetap mengacu pada regulasi yang ada. Rasa optimis harus menjadi pemacu bahwa tahun ini performa pembangunan Tuban harus lebih baik," pungkas Andhi.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.