Gandeng UMBY, Pemkab Ngada Siapkan Beasiswa hingga KKN Tematik untuk Bangun Daerah
Joko Widiyarso June 05, 2026 10:14 PM

 


TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Pemerintah Kabupaten Ngada, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), mengambil langkah strategis untuk memperkuat investasi sektor sumber daya manusia (SDM) guna mendorong percepatan pembangunan daerah.

Satu di antara upaya nyata dilakukan dengan menyambangi Universitas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY) untuk memantau perkembangan akademik mahasiswa asal Ngada sekaligus menjajaki kerja sama komprehensif di bidang tridharma perguruan tinggi.

Pertemuan dan penjajakan kerja sama tersebut berlangsung dalam suasana hangat di Ruang Teater Kampus 1 UMBY pada Kamis (4/6/2026).

Delegasi Pemkab Ngada dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Ngada Bernadinus Dhey Ngebu, SP., yang diterima oleh Rektor UMBY Dr. Ir. Agus Slamet, S.TP., MP., beserta jajaran pimpinan universitas.

Langkah Pemkab Ngada ini didasari atas tantangan riil di lapangan, di mana akses dan partisipasi pemuda setempat ke jenjang pendidikan tinggi masih perlu dipacu. Kerja sama dengan perguruan tinggi di Yogyakarta dinilai menjadi salah satu kunci penting untuk mencetak generasi muda yang kompeten dan berdaya saing.

Wakil Bupati Ngada Bernadinus Dhey Ngebu menegaskan bahwa investasi di bidang SDM merupakan prioritas utama bagi jalannya roda pembangunan di Kabupaten Ngada. Kolaborasi dengan lembaga pendidikan seperti UMBY diharapkan mampu menjadi jembatan untuk meningkatkan angka partisipasi kuliah bagi putra-putri daerah.

“Saat ini putra-putri Ngada NTT masih banyak yang belum melanjutkan studi hingga jenjang Sarjana. Kami berharap melalui berbagai program beasiswa atau pembelajaran yang ditawarkan UMBY, minat mereka untuk berkuliah dan kembali membangun daerah akan semakin meningkat,” terang Bernadinus.

Inisiatif dari pemerintah daerah ini disambut positif oleh pihak universitas. Rektor UMBY Agus Slamet mengapresiasi tinggi komitmen Pemkab Ngada yang secara konsisten mengawal, mengawasi, serta memberikan perhatian penuh kepada putra-putri daerahnya yang tengah menimba ilmu di Yogyakarta, khususnya di UMBY.

Apalagi, berdasarkan data internal kampus, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menempati posisi yang sangat strategis dalam demografi mahasiswa di UMBY. NTT tercatat sebagai provinsi dengan jumlah mahasiswa terbanyak keempat yang melanjutkan studi di universitas tersebut.

Kampus akan dukung maksimal 

Agus Slamet memastikan bahwa kampus akan memberikan daya dukung maksimal bagi proses akademik maupun pembentukan karakter mahasiswa asal Ngada agar siap menjadi agen perubahan saat kembali ke kampung halaman.

"Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan iklim akademik ataupun nonakademik bagi seluruh mahasiswa, termasuk putra-putri dari Kabupaten Ngada. Kami mendorong mahasiswa untuk dapat mengembangkan kemampuannya agar mereka siap kembali dan membangun daerah asal," ujar Rektor UMBY.

Pertemuan ini tidak sekadar mengevaluasi perkembangan studi mahasiswa yang sedang berjalan, tetapi juga meletakkan fondasi kolaborasi yang lebih luas. Pemkab Ngada dan UMBY sepakat untuk memperluas cakupan kerja sama agar tidak hanya terbatas pada sektor pendidikan formal. Kerja sama ke depan akan merambah secara konkret ke ranah pengabdian masyarakat dan riset bersama.

Sejumlah poin krusial yang dibahas dalam penjajakan ini meliputi perancangan program beasiswa daerah, optimalisasi program pembelajaran, perluasan penyerapan lulusan di dunia kerja, hingga pemanfaatan potensi pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik. 

Melalui KKN Tematik, mahasiswa UMBY nantinya direncanakan dapat diterjunkan langsung di Kabupaten Ngada untuk membantu memecahkan persoalan lokal dan mengakselerasi pembangunan di tingkat desa.

Dampak dari lingkungan akademik yang suportif di Yogyakarta juga diakui langsung oleh para mahasiswa perantau. Maria Theresia, mahasiswi Program Studi Akuntansi UMBY asal Ngada, membagikan pengalamannya dalam menghadapi tantangan awal kehidupan kampus di luar pulau, yang dinilainya terpangkas berkat fasilitasi dari pihak universitas.

“Saya merasa beruntung dapat melanjutkan studi di UMBY meskipun diawal-awal kuliah saya harus beradaptasi karena banyak perbedaan budaya dan bahasa, yaa semacam culture shock. Tapi, jangan takut merantau, karena kampus memfasilitasi kami dengan sangat baik dalam pengembangan soft skills maupun hard skills,” ungkap Maria.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.