TRIBUNJATIM.COM - Wacana masuknya Presiden Partai Buruh Said Iqbal ke dalam pemerintahan Presiden Prabowo Subianto terus menjadi perhatian publik.
Direktur Eksekutif Trias Politika Strategis Agung Baskoro menilai kehadiran Said Iqbal dapat menjadi keuntungan bagi pemerintah karena memiliki pengalaman panjang dalam memperjuangkan isu-isu ketenagakerjaan dan basis dukungan yang kuat di kalangan buruh.
Namun di sisi lain, Agung mengingatkan bahwa bergabungnya Said Iqbal ke lingkar kekuasaan juga berpotensi mengurangi suara kritis gerakan buruh terhadap kebijakan pemerintah.
Sementara itu, pemerintah mengakui masih mendiskusikan kemungkinan penugasan Said Iqbal, yang disebut-sebut akan berkaitan dengan sektor ketenagakerjaan.
Baca juga: Sosok Said Iqbal, Presiden Partai Buruh yang Santer Diisukan Masuk Kabinet Prabowo
"Secara kualitas mumpuni karena selama ini bertungkus lumus dengan isu perburuhan dan memiliki basis kuat untuk memudahkan pemerintah mengakomodasi kepentingan buruh," kata Agung dalam pesan yang diterima Tribunnews, Jumat (5/6/2026).
Namun, Agung menilai terdapat sisi lain yang perlu menjadi perhatian apabila tokoh buruh tersebut benar-benar bergabung ke dalam pemerintahan.
Menurut dia, kehadiran Said Iqbal di lingkar kekuasaan berpotensi mengurangi daya kritis gerakan buruh terhadap kebijakan pemerintah.
"Namun sisi negatif bila Said Iqbal masuk, tentu narasi kritis kaum buruh tereduksi," ujarnya.
Agung mengatakan, selama ini Said Iqbal dikenal sebagai salah satu representasi utama gerakan buruh nasional yang kerap menyuarakan kritik terhadap berbagai kebijakan pemerintah yang dinilai merugikan pekerja.
Karena itu, perubahan posisi dari luar menjadi bagian dari pemerintahan dapat memengaruhi dinamika hubungan antara pemerintah dan kelompok buruh.
Terkait isu perombakan kabinet, Agung melihat terdapat dua skenario yang mungkin dilakukan Presiden Prabowo dalam waktu dekat.
Skenario pertama adalah reshuffle terbatas yang hanya berfokus pada pengisian jabatan yang kosong, termasuk posisi yang ditinggalkan Silmy Karim serta pelantikan Nanik S. Deyang sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN).
"Ada dua kemungkinan. Pertama, reshuffle terbatas khusus untuk mengisi posisi yang kosong yang ditinggalkan Silmy sekaligus melantik Nanik sebagai Ketua BGN baru," katanya.
Sementara skenario kedua adalah reshuffle yang lebih luas dengan turut mengganti sejumlah anggota kabinet serta mengisi posisi yang berkaitan dengan representasi buruh di pemerintahan.
"Selain mengisi posisi kosong Silmy dan melantik Nanik, juga turut mengganti anggota kabinet termasuk mengisi posisi Dewan Buruh," kata Agung.
Sebelumnya, Said Iqbal saat dikonfirmasi wartawan tidak membantah isu dirinya akan masuk ke pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
"Kita tunggu saja pengumuman resmi dari Mensesneg atas nama Presiden ya, Bang," kata Said Iqbal.
Ia juga memberi sinyal bahwa penugasan yang dimaksud kemungkinan berkaitan dengan bidang ketenagakerjaan.
"Kemungkinan sekitar isu ketenagakerjaan," ujarnya.
Diketahui, nama Said Iqbal belakangan santer disebut-sebut bakal bergabung dalam pemerintahan Prabowo.
Said Iqbal dikenal sebagai tokoh gerakan buruh nasional yang selama ini aktif memperjuangkan berbagai isu ketenagakerjaan, mulai dari upah, jaminan sosial, perlindungan pekerja, hingga kebijakan ketenagakerjaan nasional.
Adapun pemerintah saat ini sedang menggodok rencana masuknya tokoh buruh tersebut ke kabinet.
“Sedang kita diskusikan,” kata Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (4/6/2026).
Prasetyo belum mau menjawab kementerian atau lembaga apa yang akan diisi oleh Said Iqbal, termasuk jabatan apa yang akan diemban.
Yang pasti, kata Prasetyo, sektor yang akan diisi oleh Said Iqbal sesuai dengan bidang yang digeluti selama ini.
“Kemungkinan berkaitan dengan tentunya perjuangan beliau selama ini, dengan buruh, tenaga kerja,” katanya.
Mengenai kepastian Said Iqbal masuk kabinet, Prasetyo meminta untuk menunggunya.
“Nanti tunggu informasi,” katanya.
Sementara itu, Prasetyo juga mengatakan bahwa Presiden berencana melantik Nanik S. Deyang sebagai Kepala BGN dan dua wakilnya, Agustina Arumsari dan Mayjen TNI Trenggono, pada Senin, 8 Juni 2026.
"Berkenaan dengan masalah pelantikan, kami agendakan di minggu depan," pungkas Prasetyo.
Dirangkum dari laman resmi Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI), Said Iqbal diketahui lahir di Jakarta, 5 Juli 1968 silam.
Ia kini telah berusia 57 tahun.
Dirinya menghabiskan masa kecil di tanah kelahirannya.
Dia menempuh pendidikan Sekolah Menengah Atas di SMAN 51 Jakarta (1985–1988).
Said Iqbal lalu lanjut di D3 Teknik Mesin, Politeknik Universitas Indonesia, sekarang Politeknik Negeri Jakarta (1988–1991).
Gelar Sarjana Teknik Mesin ia dapatkan dari Universitas Jayabaya, Jakarta (1992–1996).
Pendidikan terakhirnya tercatat di Magister Ekonomi, Universitas Indonesia (2003–2005).
Said Iqbal pertama kali bekerja sebagai buruh pabrik perusahaan elektronika di Kabupaten Bekasi pada tahun 1992.
Pascareformasi, ia kemudian mendirikan Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI).
Sejak hari itu, Said Iqbal berperan aktif dalam memperjuangkan hak buruh, utamanya soal Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK).
Sepak terjangnya sampai diganjar penghargaan di dunia internasional.
Pada 2013, Said Iqbal meraih penghargaan internasional sebagai Tokoh Buruh Terbaik Dunia, The Febe Elisabeth Velasquez Award oleh serikat pekerja Belanda.
Kini, Said Iqbal menjabat sebagai Presiden Partai Buruh setelah diusulkan sebagai calon tunggal dalam Kongres ke-4 Partai Buruh tanggal 4–5 Oktober 2021 di Jakarta.
Presiden Partai Buruh Indonesia, tahun 2021 sampai dengan sekarang.
Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), tahun 2012 sampai dengan sekarang.
Presiden FSPMI, tahun 2003 sampai dengan 2012.
Anggota Dewan Pengupahan Nasional, tahun 2004 sampai dengan sekarang.
Anggota LKS Tripartit Nasional, tahun 2004 sampai dengan sekarang.
Wakil Presiden ASEAN Trade Union Council (ATUC), tahun 2016 sampai dengan sekarang.
Anggota General Council ITUC (International Trade Union Confederation), tahun 2017 sampai dengan sekarang.
Anggota Central Committee World Metalworkers' Federation (IMF), tahun 2010 sampai dengan sekarang.
Delegasi Indonesia untuk Konferensi ILO (International Labour Organization), tahun 2021 sampai dengan 2024.
Penerima The Febe Elizabeth Velasquez Award sebagai Tokoh Buruh Terbaik Dunia, tahun 2013.
Ketua Pimpinan Serikat Pekerja di perusahaan elektronik Bekasi, tahun 1992 sampai dengan 1999.