Georgia dijadwalkan menghadapi Bahrain di Stadion Mikheil Meskhi, Tbilisi, pada Sabtu, 6 Juni 2026 pukul 00.00 WITA waktu Lombok, Nusa Tenggara Barat, dalam pertandingan persahabatan internasional.
Kedua tim ini sama-sama tidak berpartisipasi di Piala Dunia FIFA 2026 mendatang.
Dengan sejumlah pemain bintang seperti Kvicha Kvaratskhelia dan Giorgi Mamardashvili, Georgia tentu kecewa gagal melangkah ke ajang terbesar dunia tersebut. Namun, fokus mereka kini tertuju pada laga-laga kompetitif berikutnya di Liga Bangsa-Bangsa UEFA yang akan digelar akhir tahun ini.
Pertandingan melawan Bahrain, serta laga sebelumnya yang berakhir imbang 1-1 melawan Rumania pada Selasa lalu, menjadi ajang pemanasan bagi skuat Georgia menjelang Nations League melawan Irlandia Utara, Ukraina, dan Hongaria yang dimulai pada September mendatang.
Dalam laga kontra Rumania, Giorgi Kvilitaia mencetak gol pembuka di awal babak kedua, sebelum Louis Munteanu menyamakan kedudukan untuk tim tamu pada menit ke-55.
Di sisi lain, Bahrain belum tampil di ajang internasional sejak Piala Arab FIFA pada Desember lalu. Mereka menantikan pertandingan ini sebagai bagian dari persiapan, sebelum menghadapi Suriah dalam laga persahabatan kedua pada 9 Juni mendatang.
Dua laga uji coba ini merupakan bagian penting dari persiapan Bahrain menuju Piala Asia AFC Januari 2027, di mana mereka akan bersaing di babak grup melawan Korea Utara, Yordania, dan Uzbekistan.
Kedua tim belum pernah bertemu sebelumnya, sehingga laga ini akan menjadi pertemuan perdana mereka di level internasional.
Dari peringkat dunia FIFA, Georgia saat ini menempati posisi ke-72, sedangkan Bahrain berada di peringkat ke-84.
Dalam Piala Arab FIFA 2025, Bahrain terhenti di fase grup setelah menelan dua kekalahan dari Irak (2-1) dan Aljazair (5-1), sebelum menutup turnamen dengan kemenangan 3-1 atas Sudan.
Georgia akan tampil tanpa kehadiran kapten veteran Guram Kashia, yang resmi mengakhiri karier internasionalnya setelah pertandingan imbang melawan Rumania.
Bek berusia senior tersebut menorehkan 129 caps selama 18 tahun dan memimpin negaranya di Euro 2024. Ia mendapat penghormatan meriah saat ditarik keluar pada menit ke-64. Ilia Beriashvili diprediksi akan menggantikan posisinya di lini belakang.
Selain itu, Georgia juga kehilangan Georges Mikautadze dan Zuriko Davitashvili karena cedera, sementara Kvicha Kvaratskhelia masih diragukan tampil.
Sementara itu, Bahrain membawa skuad berpengalaman dengan nama-nama seperti Mohammed Marhoon, Komail Al Aswad, Ali Madan, dan Mahdi Humaidan.
Pemain lain seperti Mahdi Abduljabbar, Sayed Dhiya Saeed, Amine Benaddi, Waleed Al Hayam, dan Abdulla Alkhalasi juga diperkirakan berperan penting dalam pertandingan ini.
Georgia: Mamardashvili; Goglichidze, Lochoshvili, Beriashvili, Azarovi; Mamageishvili, Kochorashvili, Chakvetadze, Kiteishvili; Kvilitaia, Zivzivadze
Bahrain: Jaffer; Al Shamsan, Benaddi, Al Hayam, Al Khalasi; Madan, Al Aswad, Dhiya, Humaidan; Marhoon, Abduljabbar
Georgia dikenal dengan gaya bermain disiplin dan serangan balik cepat yang sangat bergantung pada kreativitas individu Kvicha Kvaratskhelia. Pemain sayap ini telah menunjukkan ketajamannya bersama Paris Saint-Germain musim ini, terutama di sisi kiri lapangan.
Bahrain mengandalkan pertahanan solid dan transisi cepat dari sektor sayap untuk melancarkan serangan.
Dengan status sebagai tuan rumah, Georgia diprediksi akan memetik kemenangan tipis.
Prediksi Skor: Georgia 2-1 Bahrain
Bahrain diperkirakan mampu memberikan perlawanan ketat berkat pengalaman sejumlah pemainnya, namun Georgia terlihat lebih matang secara kolektif dan menunjukkan peningkatan performa dalam beberapa bulan terakhir.
Meski tanpa Kvaratskhelia, Georgia tetap memiliki kualitas yang lebih unggul di semua lini dan didukung atmosfer kandang yang kuat, mereka difavoritkan untuk meraih kemenangan.
Prediksi Skor: Georgia 2-1 Bahrain
Walau kehilangan beberapa pemain kunci, Georgia tetap unggul secara individual dibandingkan Bahrain. Kehadiran penjaga gawang top Giorgi Mamardashvili serta sejumlah pemain yang bermain di kompetisi Eropa memberi mereka keunggulan tersendiri.
Bahrain memiliki organisasi permainan yang baik dan pengalaman internasional yang cukup, tetapi kurangnya aktivitas kompetitif sejak akhir tahun lalu bisa memengaruhi ritme permainan mereka.
Bermain di Tbilisi di hadapan pendukung sendiri menjadi keuntungan besar bagi Georgia. Biasanya, mereka tampil lebih agresif dan dominan di kandang, sementara Bahrain kerap kesulitan menghadapi tim yang menguasai bola lebih lama dan menekan sejak awal.
Meskipun tanpa Kvaratskhelia, lini tengah Georgia masih cukup kreatif untuk menciptakan peluang. Bahrain bisa bertahan dengan baik di awal, tetapi tekanan berulang kemungkinan menghasilkan gol bagi tuan rumah di setiap babak.
Georgia diprediksi meraih kemenangan tanpa kebobolan.
Prediksi Skor: Georgia 2-0 Bahrain