Pemprov DKI Jakarta Buka 2.843 Lowongan Padat Karya: Gaji Setara UMP, Syaratnya Cuma Satu
Ferdinand Waskita Suryacahya June 05, 2026 04:53 PM

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Pemprov DKI Jakarta bakal membuka 2.843 lowongan kerja melalui program padat karya sebagai bantalan sosial untuk membantu masyarakat menghadapi tekanan ekonomi.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung bilang, kebijakan itu diambil setelah pemerintah daerah mencermati dampak perlambatan ekonomi yang berpotensi mempengaruhi kondisi masyarakat.

“Kemarin kebetulan kami rapat paripurna secara khusus untuk mengantisipasi terhadap tekanan ekonomi yang ada,” ucapnya di Balai Kota Jakarta, Jumat (5/6/2026).

Jadi Bantalan Ekonomi di Tengah Tekanan Ekonomi

Pramono bilang, program padat karya ini dirancang sebagai bantalan sosial agar masyarakat tetap memiliki kesempatan memperoleh penghasilan di tengah kondisi ekonomi yang penuh tantangan.

Ia menyebut, sebanyak 2.843 posisi disiapkan dan para pekerja yang diterima akan mendapatkan upah setara Upah Minimum Provinsi (UMP) DKI Jakarta.

Adapun UMP DKI Jakarta 2026 sebesar Rp5.729.876 per bulan.

“Skema padat karya supaya orang bisa bekerja, dan kami membuka kurang lebih 2.843 lowongan. Dan mereka digaji setara dengan UMP di DKI Jakarta ini,” ujarnya.

Khusus Warga Jakarta

Meski demikian, Gubernur Pramono menyebut, lowongan dalam program padat karya ini dikhususkan untuk warga ber-KTP DKI Jakarta.

Selain itu, Pramono menyebut, tidak ada persyaratan lainnya, termasuk soal level pendidikan maupun persyaratan lainnya.

“Syaratnya hanya satu, KTP Jakarta,” kata Gubernur Pramono Anung.

Pekerja Dikontrak Selama 3 Bulan

Bagi ribuan pekerja yang diterima kerja, Pemprov DKI Jakarta akan memberikan kontrak jangka pendek.

Evaluasi berkala akan terus dilakukan sebelum kontrak baru diberikan kembali.

“Untuk membuat bantalan sosial supaya orang bekerja ini, Pemerintah DKI Jakarta dalam waktu tiga bulan pertama, nanti akan kami perpanjang, melihat perosalan yang ada,” tuturnya.

BERITA TERKAIT

  • Baca juga: Pramono Pastikan Anggaran Pendidikan dan Kesehatan Tak Dipangkas Meski Ekonomi Sedang Tertekan

  • Baca juga: Bukan Cuma Blok M-Bandara, Pramono Isyaratkan Penyesuaian Tarif Sejumlah Rute Transjabodetabek

  • Baca juga: Jakarta Jadi Percontohan Layanan Terpadu Perempuan dan Anak, Pramono: Jangan Hanya Setahun Bu Vero

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.