TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, BENGKAYANG - Kabupaten Bengkayang tidak hanya dikenal dengan keindahan alam perbatasannya, tetapi juga menyimpan rekam jejak sejarah dunia yang luar biasa. Salah satu wilayah yang paling ikonik dan memiliki nilai historis tinggi adalah Kecamatan Monterado.
Berada di sisi selatan Kabupaten Bengkayang, Monterado pernah menjadi pusat perhatian global pada abad ke-18 hingga ke-19 karena kekayaan emasnya yang melimpah.
Wilayah ini bahkan memicu gelombang migrasi besar dan melahirkan sistem pemerintahan mandiri yang unik di bumi Kalimantan Barat.
Bagi Anda yang ingin menjelajahi sisi historis, geografi, dan keunikannya, berikut ulasan mendalam mengenai Kecamatan Monterado berdasarkan rujukan data Badan Pusat Statistik (BPS) serta situs resmi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bengkayang.
Sejarah Monterado (sering ditulis Montrado) adalah sejarah tentang emas. Berdasarkan catatan histori yang dihimpun dari Pemkab Bengkayang, kawasan ini mulai ramai sejak tahun 1750-an ketika Sultan Sambas mendatangkan para pekerja tambang dari daratan Tiongkok (terutama suku Hakka) untuk menggarap potensi emas di pedalaman.
Dalam perkembangannya, para penambang ini membentuk sistem organisasi perkumpulan yang dikenal sebagai Kongsi.
• Mengenal Jagoi Babang: Sejarah, Keunikan Budaya Bidayuh, dan Potensi Geografis Beranda Depan NKRI
Salah satu yang paling melegenda di Monterado adalah Kongsi Jafan (Fosjoen).
Catatan Sejarah: Menariknya, sistem kongsi di Monterado ini sering disebut oleh para sejarawan barat sebagai bentuk "Republik Demokrasi" awal di Asia.
Hal ini karena para pemimpin kongsi dipilih secara demokratis oleh para anggotanya, memiliki hukum sendiri, dan mengelola pendapatan wilayah secara mandiri sebelum akhirnya runtuh akibat Perang Kongsi melawan kongsi lain dan kolonial Belanda pada pertengahan abad ke-19.
Jejak peninggalan masa kejayaan ini masih bisa dijumpai lewat keberadaan pemukiman tua, klenteng bersejarah, hingga makam-makam kuno para tokoh kongsi di wilayah Monterado.
Secara geografis, Kecamatan Monterado terletak di bagian selatan Kabupaten Bengkayang.
Wilayah ini berada di posisi yang sangat strategis karena berbatasan langsung dengan Kota Singkawang dan Kabupaten Mempawah, menjadikannya salah satu urat nadi transportasi dan ekonomi utama di koridor selatan Bengkayang.
Berdasarkan data teknis pemetaan dari Pemkab Bengkayang, Monterado memiliki topografi yang bervariasi, mulai dari dataran rendah yang subur hingga kawasan perbukitan bergelombang.
Wilayah ini berada pada koordinat yang menghubungkan jalur darat utama dari arah Pontianak dan Mempawah menuju pusat kota Bengkayang maupun ke arah pesisir Singkawang.
Saat ini, Kecamatan Monterado membawahi 11 desa administratif yang terus berkembang, di antaranya:
Desa Monterado
Desa Jahandung
Desa Serondong
Desa Sendoreng
Desa Rantau
Desa Mekar Baru
Desa Nyarumkop
Desa Goa Boma
Desa Beringin Baru
Desa Nek Lesong
Desa Gerantung
Keunikan Budaya: Harmonisasi Tiga Etnis (Tionghoa, Dayak, Melayu)
Jika Jagoi Babang kental dengan corak Bidayuh, maka keunikan utama Monterado terletak pada akulturasi dan harmonisasi multi-etnis.
Wilayah ini merupakan salah satu potret terbaik keberagaman di Kalimantan Barat, di mana etnis Dayak, Tionghoa, dan Melayu (adat Tiga Bersaudara) hidup berdampingan secara harmonis selama berabad-abad.
Salah satu keunikan budaya yang masih terjaga adalah perayaan keagamaan dan adat yang saling menghormati.
Perayaan Tahun Baru Imlek dan Cap Go Meh di Monterado selalu berlangsung meriah dengan nuansa lokal yang khas.
Di sisi lain, masyarakat Dayak setempat juga rutin menggelar ritual adat Gawai Dayak sebagai bentuk syukur atas hasil panen.
Perpaduan arsitektur lokal, tempat ibadah kuno, dan bahasa pengantar lokal yang unik membuat Monterado memiliki daya tarik wisata budaya tersendiri di Bengkayang.
Melansir data dari publikasi Kecamatan Monterado Dalam Angka yang dirilis oleh BPS Kabupaten Bengkayang, wilayah ini menunjukkan geliat ekonomi yang bergeser dari sektor pertambangan masa lalu ke sektor agraris dan perkebunan modern.
Berikut beberapa data penting perkembangan Monterado:
Demografi Penduduk: Monterado termasuk salah satu kecamatan dengan jumlah penduduk yang cukup padat di Kabupaten Bengkayang, dengan total populasi mencapai lebih dari 33.000 jiwa. Rasio jenis kelamin menunjukkan proporsi yang cukup seimbang antara penduduk laki-laki dan perempuan.
Sektor Komoditas Unggulan: Berdasarkan data BPS, Monterado kini menjadi salah satu lumbung pertanian komoditas perkebunan, khususnya Kelapa Sawit dan Karet. Selain itu, potensi tanaman hortikultura seperti padi sawah dan jagung menjadi penopang utama ketahanan pangan di wilayah ini.
Infrastruktur dan Pendidikan: Pemkab Bengkayang terus memprioritaskan peningkatan infrastruktur jalan poros Monterado guna memperlancar arus logistik hasil kebun menuju Pelabuhan Internasional Kijing di Mempawah maupun pasar domestik di Singkawang dan Pontianak.
Dengan latar belakang sejarahnya yang melegenda, letak geografis yang strategis, serta keberagaman budaya yang rekat, Monterado kini menatap masa depan tidak lagi sebagai kota tambang yang redup, melainkan sebagai pusat agrobisnis dan wisata sejarah andalan di Kalimantan Barat. (*)