Tim Nasional Jepang kembali menjadi pusat perhatian di ajang Piala Dunia 2026 berkat kehadiran pelatih kepala mereka, Hajime Moriyasu.
Hajime Moriyasu merupakan sosok yang telah membangun fondasi kuat bagi Timnas Jepang sejak tahun 2018.
Di bawah arahannya, Jepang menjelma menjadi salah satu kekuatan paling konsisten di Asia dan kini berambisi mencetak sejarah dengan mencapai babak perempat final untuk pertama kalinya.
Sebelum berkarier sebagai pelatih, Hajime Moriyasu pernah bermain untuk klub Sanfrecce Hiroshima, Kyoto Sanga, dan Vegalta Sendai.
Moriyasu mulai menapaki karier kepelatihannya bersama Sanfrecce Hiroshima setelah sukses besar di level klub.
Ia berhasil membawa tim tersebut menjuarai Liga J1 Jepang sebanyak tiga kali pada tahun 2012, 2013, dan 2015, serta menambah koleksi trofi Piala Super Jepang sebanyak tiga kali pula.
Atas prestasi gemilang itu, Hajime Moriyasu kemudian dipercaya menangani Timnas Jepang sebagai pelatih utama.
Sejak resmi menjabat pada tahun 2018, Moriyasu dikenal lewat gaya permainan kolektif, kedisiplinan tinggi, serta kemampuannya menjaga keseimbangan antara pemain muda dan pemain senior.
Pada Minggu, 31 Mei 2026, Wakil Ketua Oranje Indonesia, Arman Binafsihi, menjelaskan bahwa penerapan VAR (Video Assistant Referee) serta teknologi garis gawang yang mulai digunakan sejak Piala Dunia 2014 telah membantu wasit membuat keputusan yang lebih akurat dan adil.
“Dari sisi teknologi, jelas adanya VAR dan teknologi garis gawang yang mulai diberlakukan di Piala Dunia sangat membantu agar pertandingan lebih jujur dan adil,” ujar Arman Binafsihi dalam wawancara bersama reporter Tribunnews.
Ia menambahkan, “Teknologi memang tidak bisa menghapus seluruh kesalahan di lapangan, tetapi setidaknya dapat membantu memvalidasi keputusan penting sehingga hasil pertandingan menjadi lebih sah dan meyakinkan.”
Hajime Moriyasu lahir di Nagasaki, Jepang, pada 23 Agustus 1968.
Pelatih berusia 57 tahun ini memulai perjalanan kepelatihannya sebagai asisten pelatih di Sanfrecce Hiroshima pada periode 2003–2010, kemudian menjadi asisten di Albirex Niigata antara 2010–2012.
Setelah itu, ia dipercaya menjadi pelatih kepala Sanfrecce Hiroshima dari tahun 2012 hingga 2017 dan mencatat ratusan pertandingan bersama klub tersebut.
Langkahnya berlanjut ke level tim nasional, di mana ia menangani tim muda Jepang seperti U21, U22, dan U23, serta memimpin tim Olimpiade Jepang sepanjang 2017–2021.
Selama periode tersebut, ia juga sempat menjadi asisten pelatih di tim senior Jepang.
Sejak 2018, Moriyasu resmi ditunjuk sebagai pelatih kepala Timnas Jepang senior dan masih memegang jabatan tersebut hingga kini.
Nama: Hajime Moriyasu
Tanggal lahir / Usia: 23 Agustus 1968 (57 tahun)
Tempat lahir: Nagasaki, Jepang
Kewarganegaraan: Jepang
Kontrak hingga: 31 Juli 2026
Rata-rata masa jabatan sebagai pelatih: 2,84 tahun
Lisensi kepelatihan: Lisensi Pro UEFA
Formasi favorit: 3-4-2-1
Agen: Footmedia
Statistik
(Laporan oleh peserta magang dari STMIK Amikom Surakarta, Lifia Anggraini)