Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Novanda Halirat
AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Pulau Ambon dan Pulau-pulau Lease menggelar olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) pasca kebakaran satu unit rumah milik Owner wisata tanjung tetulain di Negeri Hitu, Kecamatan Leihitu, Kabupaten Maluku Tengah, Jumat (5/6/2026) pagi.
Terlihat sejumlah aparat kepolisian datang ke lokasi sekira pukul 16.00 WIT dengan membawa alat yang akan digunakan untuk mengidentifikasi kebakaran.
Kepolisian belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan pembakaran yang disampaikan oleh pemilik rumah.
Proses penyelidikan masih berlangsung guna mengungkap penyebab kebakaran dan kemungkinan adanya unsur pidana dalam kejadian itu.
Saat ini garis polisi telah di pasang pada area kejadian, sebagai larangan dan tidak merusak barang bukti.
Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, karena pemilik rumah sudah hampir satu bulan tidak menempati rumah tersebut dengan anak-anaknya secara penuh.
Ditemui TribunAmbon.com, Nyong Pit Uwen, menduga kebakaran tersebut bukan disebabkan oleh faktor teknis, melainkan adanya unsur kesengajaan dari orang yang tidak dikenal.
Baca juga: Rumah Owner Wisata Tanjung Tetulain Terbakar, Diduga Dibakar Orang Tak Dikenal
Baca juga: Senam Sehat di Pasar Mardika, Gubernur Lewerissa Pakai Jersey Timnas Argentina, Istrinya Brasil
Dugaan tersebut muncul berdasarkan informasi yang diperolehnya dari warga sekitar.
Sebelum kebakaran terjadi, sejumlah tetangga mengaku mendengar suara seorang masuk ke dalam rumah dan memecahkan kaca.
Namun, warga tidak berani keluar untuk memeriksa karena takut.
Mengingat kawasan tersebut hanya ditempati dua rumah dan masih dikelilingi hutan, sepih, dan jauh dan pusat perkampungan.
“Dari informasi yang kami dapat, sebelum kebakaran ada yang masuk ke rumah dan memecahkan kaca. Tak lama kemudian, api membesar dari dalam rumah,” kata Nyong Pit Uwen.
Ia mengaku langsung mendapat kabar dari warga bahwa rumahnya terkabar.
Saat tiba di lokasi, api masih berkobar.
“Sekitar setengah enam, kami datang di rumah, api masih nyala,” ungkapnya.
Warga setempat kemudian berupaya memadamkan api secara gotong royong.
Namun, kobaran api yang sudah terlanjur membesar membuat rumah beserta seluruh isinya tidak dapat diselamatkan. (*)