Bandar Lampung – Menjelang perhelatan Piala Dunia 2026, masyarakat serta pelaku usaha mikro dan kecil (UMK) berkesempatan menyelenggarakan acara nonton bareng (nobar) tanpa biaya alias gratis.
TVRI sebagai pemegang hak siar resmi turnamen sepak bola terbesar di dunia ini menetapkan sejumlah ketentuan bagi pihak yang ingin menggelar nobar secara gratis.
Penanggung Jawab (PIC) Piala Dunia 2026 TVRI Lampung, Willi Yandro Evmanda, menjelaskan bahwa terdapat dua jenis kegiatan nobar, yaitu nobar nonkomersial (gratis) dan nobar komersial (berbayar).
Menurut Willi, kategori gratis berlaku bagi UMK dan komunitas yang tidak mengambil keuntungan ekonomi dari penyelenggaraan acara tersebut.
Beberapa syarat utama yang harus dipenuhi antara lain larangan menjual tiket masuk, tidak boleh menampilkan atribut produk sebagai sponsor, serta tidak diperkenankan melibatkan merek komersial apa pun di lokasi acara.
“Contohnya seperti nobar privat di rumah bersama keluarga, kegiatan Karang Taruna, RT/RW, komunitas hobi, atau pelaku usaha mikro-kecil dengan luas lapak di bawah 12 meter persegi dan harga menu di bawah Rp75.000, yang hanya ingin memeriahkan suasana tanpa sponsor,” ujar Willi pada Jumat (5/6/2026).
Terkait prosedur perizinan, Willi menyebutkan bahwa penyelenggara wajib mendaftarkan lokasi acara secara mandiri melalui tautan resmi di laman https://bolagembira.tvrinews.com.
Langkah pendaftarannya dimulai dengan membuat akun baru atau masuk menggunakan Gmail, melakukan verifikasi kode OTP yang dikirim ke WhatsApp, mengisi data korespondensi, lalu memilih opsi “Registrasi Tempat Nobar Baru” dan melengkapi seluruh informasi yang diminta.
Setelah lolos proses kurasi dari tim pusat, penyelenggara akan menerima sertifikat digital berupa QR Code Lisensi yang wajib dicetak dan ditempelkan di lokasi kegiatan nobar.
Willi menegaskan bahwa periode pendaftaran untuk program “Bola Gembira TVRI” bersifat fleksibel.
Sistem registrasi akan tetap dibuka secara berkala dan terus melayani pengajuan izin selama turnamen Piala Dunia 2026 berlangsung.
Ia juga mengingatkan bahwa apabila dalam pengawasan ditemukan UMK yang memungut biaya atau memasang sponsor, maka izin gratis akan otomatis dibatalkan dan peserta wajib beralih ke kategori berbayar.
“Pendaftarannya masih dibuka hingga menjelang dimulainya turnamen,” kata Willi.
Lebih lanjut, Willi menuturkan bahwa hingga kini baru empat pihak di Lampung yang secara resmi terdaftar untuk menggelar Nobar Piala Dunia 2026.
“Sebenarnya banyak yang sudah menanyakan kepada kami, baik dari kafe, instansi, maupun individu. Namun, yang sudah mengisi formulir registrasi baru empat lokasi, semuanya masuk kategori komersial,” tutup Willi.