Tim nasional Argentina telah memulai persiapan menuju Piala Dunia 2026 sejak jauh hari dengan menetap di wilayah tuan rumah.
Skuad Albiceleste mendapat kesempatan untuk menjadikan Kansas City sebagai lokasi pemusatan latihan mereka.
Seluruh persiapan menuju turnamen empat tahunan itu akan dipusatkan di Sporting Kansas City Centre.
Lionel Messi dan rekan setimnya juga sudah menentukan tempat menginap selama berada di Amerika Serikat, yakni di Hotel Savoy yang juga terletak di Kansas City.
Seperti yang telah diumumkan sebelumnya, Lionel Messi menjadi satu-satunya pemain yang tidak memiliki rekan sekamar.
Pemilik nomor punggung 10 itu akan menempati kamar sendiri selama turnamen berlangsung.
Kebiasaan ini sudah dimulai sejak Sergio 'Kun' Aguero memutuskan pensiun dari timnas Argentina.
Sebelumnya, Messi selalu sekamar dengan Aguero dalam setiap agenda internasional Albiceleste.
Namun setelah Aguero berhenti bermain, Messi memilih untuk menempati kamar sendirian.
Kali ini, Messi menempati kamar nomor 202 di Hotel Savoy.
Menariknya, ada fenomena cocoklogi yang dikaitkan dengan nomor kamar Messi tersebut.
Banyak yang menghubungkannya dengan momen saat Argentina tampil di Piala Dunia 2022 lalu.
Pada edisi tersebut, Messi menempati kamar bernomor 201.
Turnamen itu berakhir dengan Argentina kembali menjadi juara dunia setelah menaklukkan Prancis.
Dengan kemenangan itu, jumlah trofi Piala Dunia Argentina bertambah dari dua menjadi tiga.
Jika dijumlahkan, angka pada kamar 201 (2+0+1) hasilnya adalah 3 — sama seperti jumlah trofi Argentina setelah menjuarai Piala Dunia 2022.
Kini Messi menempati kamar bernomor 202, dan dengan pola yang sama, 2+0+2 menghasilkan angka 4.
Artinya, jika Argentina kembali menjuarai Piala Dunia 2026, maka koleksi gelar dunia mereka akan menjadi empat.
Meski demikian, tentu hasil di lapangan akan ditentukan oleh kemampuan dan performa skuad asuhan Lionel Scaloni, bukan sekadar numerologi.
Sebagian besar pemain yang dipanggil Scaloni merupakan andalan saat Argentina menjuarai Piala Dunia 2022 di Qatar.
Nama-nama seperti Lionel Messi, Emiliano Martinez, Julian Alvarez, Enzo Fernandez, Alexis Mac Allister, dan Cristian Romero tetap menjadi tulang punggung tim.
Sementara itu, beberapa pemain yang sempat memperkuat Argentina di edisi 2022 seperti Franco Armani, Juan Foyth, German Pezzella, Marcos Acuna, Angel Di Maria, Alejandro Gomez, Guido Rodriguez, Paulo Dybala, dan Angel Correa tidak mendapatkan panggilan kali ini karena berbagai alasan.
Untuk pemain debutan, muncul nama muda Nico Paz yang tampil gemilang bersama Como 1907 musim ini.
Namun, dua pemain muda lainnya seperti Alejandro Garnacho (Chelsea) dan Franco Mastantuono (Real Madrid) belum dimasukkan dalam daftar oleh Scaloni.
Ketika ditanya mengenai dasar pemilihan pemain, Scaloni menjelaskan bahwa banyak faktor yang menjadi pertimbangannya.
Ia menegaskan bahwa kebutuhan tim dan keseimbangan antar peran menjadi aspek penting untuk menjaga performa Argentina di Piala Dunia mendatang.
"Kami memiliki pemain untuk berbagai peran. Jika semua berjalan sesuai rencana, daftar pemain ini akan memberi kami lebih banyak dinamisme dan permainan vertikal ketika dibutuhkan," ujar Scaloni kepada DSports, dikutip dari laman FIFA.
"Kami sudah menetapkan gaya bermain kami dan tidak akan mengubahnya," lanjutnya.
"Namun jika muncul situasi yang menuntut kami untuk beradaptasi, kami siap melakukannya," tambah pelatih berusia 46 tahun itu.
Suara Lokal tentang Peluang Argentina Mempertahankan Gelar
Berbicara soal peluang Argentina mempertahankan gelar juara dunia di Piala Dunia 2026, Adrian — salah satu pendiri akun Spieltag Indonesia — turut memberikan pendapatnya.
Menurut Adrian, keberlanjutan kepemimpinan Lionel Scaloni menjadi alasan kuat mengapa Argentina masih dianggap sebagai favorit juara.
Ia menilai, ditambah posisi Argentina di grup yang tidak terlalu berat, peluang mereka untuk melaju ke babak selanjutnya cukup besar.
"Tentu harapan Argentina dan Lionel Scaloni adalah bisa mempertahankan gelar Piala Dunia," ujar Adrian dalam podcast Tribunnews pada Minggu (1/6/2026) malam.
"Apalagi Scaloni adalah pelatih tersukses dalam sejarah sepak bola Argentina."
"Dua kali menjuarai Copa America dan satu kali menjuarai Piala Dunia, jadi dari sisi trofi, Scaloni telah mencatatkan prestasi luar biasa di level internasional."
"Kalau bicara peluang di Piala Dunia 2026, sangat besar, karena Argentina hanya satu grup dengan Austria, Yordania, dan Aljazair. Jadi fase grup seharusnya bisa dilewati dengan baik," lanjutnya.
"Kalau dilihat dari susunan pemain, keseimbangannya bagus. Ada pemain senior seperti Messi, Martinez, Paredes, Fernandez, dan juga generasi muda yang potensial."
"Secara keseluruhan, ini salah satu skuad Argentina terbaik. Para pemainnya mendapatkan menit bermain reguler di klub dan sudah memiliki chemistry yang kuat di level timnas," tutup Adrian.
(Tribunnews.com/Guruh, Dwi Setiawan)