Pengubah Permainan Belanda di Piala Dunia 2026: Akhir dari Romantisme Lama Ronald Koeman
Aurora Nightingale June 05, 2026 06:38 PM

Menelusuri siapa saja pemain Tim Nasional Belanda yang berpotensi menjadi pengubah arah permainan atau game changer di Piala Dunia 2026.

Dalam ajang sebesar Piala Dunia 2026, kemenangan sebuah tim tidak hanya dipengaruhi oleh strategi dan taktik semata.

Kekompakan tim juga bukan satu-satunya faktor penentu hasil akhir.

Sering kali, detail kecil dan aksi individu dari seorang pemain justru menjadi pembeda yang menentukan jalannya pertandingan.

Oleh karena itu, kehadiran pemain bertipe game changer sangat penting, karena mereka mampu mengubah hasil pertandingan melalui momen-momen krusial.

Hal yang sama juga berlaku bagi Timnas Belanda asuhan Ronald Koeman di Piala Dunia 2026 mendatang.

Melihat daftar pemain yang dibawa Koeman untuk memperkuat De Oranje, terdapat sejumlah nama yang layak disebut sebagai pengubah permainan sejati.

Baik dari kalangan pemain berpengalaman maupun talenta muda potensial.

Dengan fakta bahwa Belanda tergabung di Grup F bersama tim-tim seperti Jepang, Swedia, dan Tunisia, Koeman perlu menyiapkan strategi matang agar tidak tergelincir di fase grup.

Kehadiran sosok pemain yang mampu mengubah jalannya pertandingan di Piala Dunia tentu sangat dibutuhkan oleh Koeman.

Romantisme Koeman dengan Depay dan Weghorst di Timnas Belanda

Melihat susunan pemain Belanda di Piala Dunia 2026, nama-nama berpengalaman seperti Memphis Depay masih diharapkan kontribusinya.

Menurut laporan Transfemkart, Depay tercatat sebagai salah satu pemain yang paling sering diandalkan Koeman selama masa kepelatihannya di De Oranje.

Pemain yang kini memperkuat Corinthians itu telah tampil sebanyak 41 kali di bawah asuhan Koeman.

Kepercayaan tersebut dibayar lunas oleh Depay lewat kontribusi gemilang di lapangan, dengan torehan 23 gol dan 20 assist yang menjadi bukti ketajamannya.

Namun, di Piala Dunia kali ini, tidak sedikit pihak yang menilai performa Depay mungkin tidak sebaik sebelumnya.

Usianya yang kini menginjak 32 tahun serta riwayat cedera yang cukup sering menghantamnya menjadi alasan utama.

Pada musim 2025/2026, Depay sempat absen dalam 10 pertandingan bersama Corinthians karena cedera hamstring dan pergelangan kaki.

Selain itu, pada FIFA Matchday Maret 2026, ia juga harus menepi akibat cedera paha kanan ketika membela klubnya.

Melihat kondisi tersebut, Koeman wajar merasa khawatir jika harus langsung menurunkan Depay sebagai starter di Piala Dunia 2026.

Di sisi lain, Wout Weghorst yang selama ini menjadi pelapis Depay pun belum memberikan performa lebih baik.

Meskipun telah mencatatkan 37 penampilan bersama Belanda di era Koeman, Weghorst lebih sering berperan sebagai pemain pengganti.

Dengan usia yang kini mencapai 33 tahun, intensitas permainan Weghorst sebagai ujung tombak juga mulai menurun.

Kondisi ini seharusnya menjadi sinyal bagi Koeman untuk meninjau ulang strateginya.

Koeman perlu mulai meninggalkan ketergantungannya pada pemain senior seperti Depay dan Weghorst, serta membuka ruang bagi wajah baru di lini serang Belanda.

Lini Depan Belanda Menua, Tanda Berakhirnya Romantisme Ronald Koeman

Piala Dunia 2026 yang diprediksi akan berlangsung dengan tingkat persaingan tinggi, menuntut Koeman untuk lebih adaptif dalam hal taktik dan gaya bermain.

Alih-alih terus mengandalkan pengalaman semata, Koeman diharapkan berani memberikan peran penting kepada para pemain muda yang akan berlaga di turnamen ini.

Harapan tersebut juga disuarakan oleh salah satu penggemar setia Timnas Belanda, Arnan Binafsihi.

Saat diwawancarai mengenai sejauh mana keberanian dibutuhkan Koeman untuk membawa Belanda melangkah lebih jauh, Arnan yang kini menjabat sebagai Wakil Ketua Oranje Indonesia berpendapat bahwa Koeman harus berani memanfaatkan seluruh potensi yang dimiliki timnya, termasuk memberi kepercayaan kepada pemain muda.

“Koeman harus menemukan pemain yang tepat agar permainan Belanda bisa maksimal di Piala Dunia nanti,” ujar Arnan Binafsihi kepada Tribunnews pada Jumat (5/6/2026).

“Jangan terus bergantung pada Depay yang kini sudah melambat dan sering menahan bola terlalu lama, atau Weghorst yang masa keemasannya sudah lewat,” tambahnya.

Crysencio Summerville dan Donyell Malen, Harapan Baru Pengubah Permainan Belanda

Lebih lanjut, Arnan menilai bahwa ada sejumlah pemain muda yang justru berpotensi menjadi pengubah permainan Belanda di ajang ini.

Salah satu nama yang disebutnya adalah Crysencio Summerville.

Meski pemain sayap tersebut gagal membantu West Ham bertahan di Liga Inggris musim ini, Arnan menilai mantan pemain Leeds United itu memiliki daya ledak luar biasa yang membuat ancaman Belanda semakin berbahaya.

Musim ini, Summerville mencatatkan tujuh gol dan lima assist dari 34 penampilan di level klub.

Statistik tersebut menunjukkan bahwa perannya di sektor sayap kiri cukup menjanjikan.

“Pemain Belanda yang berpotensi jadi game changer adalah Crysencio Summerville,” kata Arnan.

“Penampilannya sangat konsisten dan ia menjadi pemain West Ham paling berbahaya musim lalu, meski klubnya terdegradasi.”

“Di laga terakhir melawan Aljazair, walau Belanda kalah, Summerville menampilkan debut yang cukup menjanjikan di sisi kanan,” lanjutnya.

Selain Summerville, nama Donyell Malen juga disebut sebagai salah satu pemain yang bisa menjadi pembeda.

Penampilan impresif Malen bersama AS Roma dengan torehan 14 gol yang turut membawa klub itu lolos ke Liga Champions musim depan menjadi catatan penting bagi Koeman.

“Pemain lain yang bisa jadi pembeda adalah Donyell Malen yang tampil tajam bersama AS Roma musim lalu,” jelas Arnan.

“Ia mencetak 14 gol, namun masih perlu meningkatkan penyelesaian akhirnya jika ingin menjadi pengubah permainan seperti di Roma.”

“Karena itu, Koeman harus menyiapkan skema yang bisa mengoptimalkan potensi Malen, Summerville, Noa Lang, atau Cody Gakpo.”

“Sudah saatnya berhenti mengandalkan Depay dan Weghorst. Mereka memang pemain bagus, tapi masa keemasannya sudah lewat,” pungkas Arnan.

Pernyataan tersebut menjadi sinyal bahwa Ronald Koeman perlu meninggalkan romantisme masa lalunya bersama Depay dan Weghorst jika ingin membawa Belanda melangkah jauh di Piala Dunia 2026.

Belanda dijadwalkan menghadapi Jepang pada laga pembuka Piala Dunia 2026, Senin (15/6/2026) pukul 03.00 WIB.

(Dwi Setiawan)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.