Beranda Kita: Yasinta
Oby Lewanmeru June 05, 2026 07:19 PM

POS-KUPANG.COM - Salam jumpa lagi tuan dan puan. Hari ini beta mau berbagi cerita mengenai Yasinta, nama "sejuta umat" bagi masyarakat Nusa Tenggara Timur ( NTT) yang berdiam di Pulau Flores, Timor, Sumba, Alor dan lainnya.

Daerah lain di Indonesia dengan tradisi Kristen semisal Sulawesi Utara, Maluku, Papua, Kalimantan Barat dan Sumatera Utara juga mudah menemukan seseorang bernama Yasinta.

Yasinta adalah nama perempuan. Sangat jarang bahkan tidak lazim pria bernama Yasinta. 

Untuk anak laki-laki biasa diberi nama Yasinto. Cukup banyak anggota keluarga beta di Pulau Flores bernama Yasinta dan Yasinto.

Baca juga: Beranda Kita: Bumi Terengah-engah

Yasinta atau kerap  dieja Jacinta berasal dari bahasa Yunani dan Spanyol yang berarti bunga hyacinth. Ini sejenis bunga yang harum dan bermekaran pada musim semi. Bunga yang melambangkan keindahan dan kecantikan.

Nama Yasinta sangat populer sebagai nama baptis dalam tradisi umat Katolik sejagat. Nama tersebut terinspirasi dari Santa Jacinta Marto.

Jacinta Marto lahir pada 11 Maret 1910. Jacinta yang wafat pada  20 Februari 1920 merupakan adik dari Beato Francisco Marto ((11 Juni 1908–4 April 1919) dan juga sepupu dari Lucia dos Santos (1907–2005). 

Mereka tinggal di daerah Aljustrel, Portugal. Mereka bertiga termasuk Jacinta diberi karunia penglihatan tiga penampakan malaikat (tahun 1916) dan penampakan Bunda Maria yang Terberkati pada tahun 1917.

Dikutip dari catholic.org, Jacinta merupakan anak yang ceria, menyukai musik, menari dan senang menyendiri mencari ketenangan, walaupun buta huruf namun kemampuan berbicaranya patut diandalkan. 

Kesehariannya  menjadi pengembala domba-domba milik keluarganya. Hidupnya berlimpah kasih sayang, kegembiraan masa kanak-kanak dan kedamaian hati.

*

Bagi kebanyakan masyarakat NTT, setidaknya ada tiga versi cara menyapa  mereka yang punya nama Yasinta. 

Nama kecil Yasinta jarang disapa secara lengkap. Yasinta lazim disapa Sin atau Sinta. Bisa juga Ita. Khusus masyarakat Lio di Kabupaten Ende, Yasinta acapkali dipanggail Sita. Weta (saudari) Sita atau Ine (ibu/mama) Sita.

Napa baptis Yasinta tidak selalu tunggal. Ada orang tua di Flores, Timor dan Sumba yang memberi namanya anaknya Maria Yasinta lalu ditambahkan nama belakang. Misalnya penggalan nama ibu, ayah, kakek atau neneknya.

Paduan lainnya semisal Clara Yasinta, Theresia Yasinta, Monica Yasinta dan seterusnya.

Mengapa nama belakangnya Sengsara?  "Ibunya sangat menderita ketika melahirkan dia," kata temanku sambil tersenyum. Nama ini belum tentu sungguh nyata karena waktu itu beta tidak memvalidasinya lebih jauh.

Nama unik yang sungguhan adalah rekan kerjaku di Harian Pos Kupang. Dia wartawan angkatan kedua, bergabung pada tahun 1993. Nama lengkapnya Stanislaus Peluru.

Baca juga: Beranda Kita: Kisah Sepotong Tahu

Stanis, wartawan yang ulet dan disiplin, umumnya hanya tersenyum kalau ada yang bertanya mengapa nama belakangnya Peluru? Entah apa yang menginspirasi kedua orangnya sehingga memberi nama tersebut.

Stanislaus Peluru berasal dari Flores Barat, tepatnya wilayah Manggarai. Di luar aktivitas jurnalistik, Stanislaus Peluru sempat menjadi anggota DPRD di Kabupaten Alor.

Kembali ke nama Yasinta, tentu saja yang sedang viral adalah perempuan  asal Merauke, Yasinta Moiwend atau biasa disapa Mama Sinta. Mama Sinta merupakan satu di antara tokoh dalam film dokumenter Pesta Babi. 

Ikhwal pro kontra film Pesta Babi, tuan dan puan yang pernah berada di era Orde Baru seolah deja vu kan? Beta juga. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.