Zona Kuliner Halal Pertama di Non Tol Jawa Barat Resmi Hadir di Ciamis
ferri amiril June 05, 2026 07:35 PM

 

Laporan Wartawan TribunPriangan.com, Ai Sani Nuraini

TRIBUNPRIANGAN.COM, CIAMIS – Kabupaten Ciamis kembali mencatatkan capaian baru. Kawasan Rest Area Karangkamulyan kini resmi menjadi lokasi Zona Kuliner Halal, Aman, dan Sehat (KHAS) pertama di wilayah non jalan tol di Jawa Barat.

Peluncuran Zona KHAS dilakukan Pemerintah Kabupaten Ciamis bersama Bank Indonesia (BI) Perwakilan Tasikmalaya dalam rangkaian Opening Ceremony JAZIRAH (Jalinan Sinergis Ekonomi Syariah) Priangan Timur x Ciamis Creative Expo (CCE) 2026, Jumat (5/6/2026).

Peresmian tersebut dihadiri sejumlah pejabat dari pemerintah pusat hingga daerah, di antaranya Deputi Bidang Registrasi dan Sertifikasi Halal BPJPH RI, Asisten Deputi Kemitraan dan Rantai Pasok Usaha Mikro Kementerian UMKM RI, Kepala Biro Perekonomian Setda Provinsi Jawa Barat, Kepala BPJPH Jawa Barat, serta Ketua Dekranasda Kabupaten Ciamis.

Bupati Ciamis, Herdiat Sunarya mengatakan kehadiran Zona KHAS menjadi langkah penting untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap produk kuliner lokal sekaligus memperkuat daya saing UMKM.

Menurut Herdiat, keberadaan sertifikasi halal memberikan jaminan keamanan dan kenyamanan bagi masyarakat maupun wisatawan yang datang ke Ciamis.

Baca juga: Di Tengah Polemik MBG, Jajang di Ciamis Justru Rasakan Manfaat: Kini Bisa Nabung untuk Nikah

"Ini menjadi nilai tambah bagi Kabupaten Ciamis. Para pendatang yang singgah di rest area maupun wisata Karangkamulyan tidak perlu ragu lagi menikmati kuliner yang tersedia karena sudah memiliki jaminan halal," ujar Herdiat.

Ia menilai kuliner lokal Ciamis memiliki potensi besar untuk berkembang apabila didukung kualitas produk yang baik, inovasi berkelanjutan, dan sertifikasi halal yang terpercaya.

Herdiat juga menyampaikan apresiasi kepada Bank Indonesia Perwakilan Tasikmalaya yang selama ini aktif memberikan pembinaan kepada pelaku UMKM di Kabupaten Ciamis.

"Berkat pendampingan yang diberikan, banyak UMKM kita yang semakin berkembang, kualitas produknya meningkat, dan pasar pemasarannya semakin luas," katanya.

Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Tasikmalaya, Laura Rulida Eka Sari Putri, menyebut Ciamis memiliki modal besar untuk menjadi salah satu pusat pengembangan ekonomi syariah di Jawa Barat.

Menurutnya, kekuatan tersebut didukung oleh banyaknya UMKM kreatif, keberadaan pondok pesantren, potensi wisata, hingga kekayaan budaya yang dimiliki Kabupaten Ciamis.

Laura mengungkapkan Zona KHAS Karangkamulyan merupakan kawasan wisata kuliner halal pertama di wilayah non tol Jawa Barat yang dibangun melalui kolaborasi berbagai pihak.

"Ini menjadi kebanggaan bagi masyarakat Ciamis. Kami berharap Zona KHAS dapat menjadi contoh pengembangan ekosistem halal yang berkelanjutan dan mampu meningkatkan kesejahteraan pelaku UMKM," katanya.

Zona KHAS Karangkamulyan merupakan hasil sinergi antara Pemkab Ciamis, Bank Indonesia Perwakilan Tasikmalaya, Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah (KDEKS) Jawa Barat, BPJPH, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.

Keberadaan kawasan tersebut diharapkan tidak hanya menjadi destinasi kuliner halal bagi masyarakat dan wisatawan, tetapi juga menjadi etalase produk-produk unggulan UMKM Kabupaten Ciamis yang mampu bersaing di pasar yang lebih luas.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.