TRIBUN-MEDAN.com, KISARAN - Beredar isu kelangkaan Liquefied Petroleum Gas (LPG) 3 kilogram subsidi pemerintah terjadi di Kabupaten Asahan.
Bahan bakar gas subsidi pemerintah itu dinilai memiliki harga murah yang sangat membantu masyarakat, khususnya menengah kebawah.
Sehingga, untuk memastikan hal tersebut unit ekonomi Polres Asahan bersama dengan Pertamina pertaniaga gas langsung mengecek lokasi stasiun pengisian bulk elpiji.
Di kecamatan Teluk Dalam, ditemukan stok gas elpiji 3 kg masih dalam kondisi aman. Bahkan, hampir setiap hari SPBE Teluk Dalam merealisasikan sekitar 47 ton hingga 58 ton gas penjuru Kabupaten Asahan.
Kanit ekonomi Polres Asahan, IPDA Asido Nababan menerangkan dalam sidaknya ke SPBE tersebut tidak ditemukan adanya pengurangan ataupun kendala yang mengakibatkan terjadinya kelangkaan di masyarakat.
"Ya kami makan tidak hari ini ke SPBE yang ada di Teluk Dalam. Sidang ini kami lakukan untuk memastikan kondisi aman untuk gas elpiji 3 kg yang sempat diisukan langkah di masyarakat," kata Kanit ekonomi Polres Asahan, IPDA Asido Nababan, Jumat (5/6/2026).
Lanjutnya, masyarakat tidak perlu panik untuk gas elpiji 3 kilogram di Kabupaten Asahan. Sebab, stok masih aman dan didistribusikan setiap hari.
"Dari SPBE ini, turun ke agen, kemudian turun lagi ke pangkalan. Semua masih dalam kondisi aman," katanya.
Ia menegaskan, jangan ada yang mencoba-coba berani bermain dengan subsidi pemerintah. Sebab, Subsidi hanya diberikan kepada masyarakat miskin dan usaha mikro.
"Apabila kedapatan ada yang berani-berani menyelewengkan ini, kami tidak segan-segan untuk menindaklanjuti dan memprosesnya secara hukum," ultimatum Kanit Ekonomi Satreskrim Polres Asahan.
Sementara itu, Salles Branch Manager (SBM) Pertamina Patra Niaga Gas Medan wilayah Asahan, Randika mengaku sampai saat ini stok LPG di Kabupaten Asahan masih dalam aman dan kondusif.
Perhari ini, ada sekitar 57 ton gas masuk dan siap didistribusikan ke seluruh penjuru Kabupaten Asahan.
"Jadi, perhari ini, ada sekitar 57 ton gas yang masuk dan didistribusikan ke Kabupaten Asahan. Jadi, seluruh stok masih dalam keadaan aman dan terkendali," kata SBM Pertamina Patra Niaga Gas Medan wilayah Asahan, Randika.
Lanjutnya, hampir setiap hari akan masuk 48 ton hingga 57 ton gas ke SPBE Teluk Dalam.
"Setiap hari akan masuk sekitar 48 hingga 57 ton gas. Hari ini masuk sekitar 57 ton gas ke SPBE ini. Jadi nanti akan didistribusikan ke Agen, dan selanjutnya akan didistribusikan kembali ke pangkalan," katanya.
Ia mengaku, sampai saat ini harga ecer tertinggi gas LPG 3 kilogram di Kabupaten Asahan masih diangka Rp 18 ribu.
"Jadi, nanti ada yang jual Rp 17 ribu, Rp 17.500, hingga Rp 18 ribu untuk masing-masing wilayah," pungkasnya.
(cr2/tribun-medan.com)