TRIBUNGAYO.COM, SUKA MAKMUE - Angin kencang kembali melanda Kabupaten Aceh Utara dan Kota Lhokseumawe pada Jumat (5/6/2026).
Rumah rusak sebanyak 17 unit dengan rincian 15 rumah di Kabupaten Aceh Utara dan 2 unit di Lhokseuemawe.
Sedangkan sehari sebelumnya, hunian sementara (huntara) korban banjir sebanyak 58 unit juga rusak diterjang angin kencang di Aceh Utara.
Melansir Kompas.com, Kapolres Aceh Utara AKBP Trie Aprianto menyebutkan 13 rumah rusak di Kecamatan Cot Girek, Kabupaten Aceh Utara.
“Rumah rusak itu berada di Desa Kilometer XII, Ulee Gampong, U Baro, Alue Leuhob, dan Kampung Tempel. Tidak ada korban jiwa. Mayoritas atap rumah 'diterbangkan' angin," kata Kapolres.
Adapun dua rumah rusak lainnya berada di Desa Cot U Sibak dan Desa Mata Ie Kecamatan Lhoksukon, Kabupaten Aceh Utara.
Kedua rumah itu milik Ramlah (44) dan Jumadi Nurdin (54).
Dia menyebutkan, untuk sementara warga mengungsi ke rumah keluarganya.
Pasalnya, mayoritas atap rumah yang hancur diterjang angin sehingga rumah tidak bisa ditempati.
"Kami imbau warga tetap waspada akan angin kencang karena cuaca menurut prakiraan BMKG masih berpotensi terjadi angin kencang di Aceh Utara pekan ini," terangnya.
Salah seorang warga, Jumadi Nurdin, meminta Pemerintah Kabupaten Aceh Utara membantu perbaikan rumahnya sehingga bisa ditempati kembali.
"Kami harap bupati memberikan bantuan rehab rumah," tuturnya.
Sementara itu, Kapolres Lhokseumawe AKBP Ahzan menyebutkan dua bangunan rusak karena angin kencang di Desa Mane Kareung, Kecamatan Blang Mangat, Kota Lhokseumawe.
"Dua bangunan, satu rumah dan satu toko yang rusak karena angin kencang. Sementara juga mengungsi di rumah keluarga," katanya.
Baca juga: Angin Kencang Rusak 58 Unit Huntara Korban Banjir di Aceh Utara