Kisah Suporter Timnas Indonesia Bayu dan Bendera Merah Putih yang Menemaninya ke SUGBK
Hasiolan Eko P Gultom June 05, 2026 09:57 PM

Kisah Suporter Timnas Indonesia Bayu dan Bendera Merah Putih yang Menemaninya ke SUGBK

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Abdul Majid

TRIBUNNEWS,COM, JAKARTA -  Langit Jakarta belum sepenuhnya gelap ketika gerbang luar Stadion Utama Gelora Bung Karno mulai dibuka pada Jumat (5/6/2026) sore.

Waktu masih menunjukkan pukul 17.00 WIB, tiga jam sebelum pertandingan Timnas Indonesia menghadapi Oman dalam laga FIFA Matchday dimulai.

Ribuan suporter perlahan memadati kawasan Senayan. Sebagian datang berkelompok mengenakan jersey merah kebanggaan, sebagian lagi membawa syal dan atribut tim nasional.

Di kerumunan suporter Garuda, tampak seorang pemuda berjalan seorang diri sambil menggenggam erat bendera Merah Putih.

Namanya Bayu. Tak ada rombongan teman atau komunitas yang menemaninya. 

Ia datang seorang diri dari Yogyakarta demi satu tujuan sederhana - mendukung Timnas Indonesia secara langsung di stadion.

“Saya dari Yogyakarta. Tiba di Jakarta tadi malam. Memang sengaja ke sini untuk menonton Timnas Indonesia sekaligus liburan sebentar. Minggu nanti saya sudah kembali lagi ke Yogyakarta,” ujar Bayu kepada Tribunnews.

Perjalanan ratusan kilometer itu bukanlah keputusan mendadak. 

Ada rasa cinta yang tumbuh dalam beberapa tahun terakhir terhadap tim nasional yang membuatnya rela mengorbankan waktu dan tenaga.

Bayu mengaku mulai mengikuti Timnas Indonesia secara intens sejak putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 pada 2025 lalu.

Salah satu momen yang paling membekas adalah ketika Indonesia menghadapi Jepang.

“Pertama kali saya nonton langsung saat Indonesia lawan Jepang. Saya senang melihat perkembangan tim ini. Dari yang dulu ranking Indonesia masih di kisaran 140-an dunia sampai sekarang bisa naik. Itu membuat saya bangga,” ceritaya.

Meski belakangan performa Timnas Indonesia dianggap mengalami penurunan, keyakinan Bayu tidak pernah berubah.

Baginya, menjadi suporter bukan hanya soal merayakan kemenangan.

“Menurut saya, akhir-akhir ini performa Timnas memang menurun. Tapi kami tetap mendukung. Semoga Timnas bisa bangkit lagi dan menang hari ini,” ucap pria berusia 29 tahun tersebut.

Harapan itu semakin besar sejak Indonesia memiliki pelatih baru, John Herdman.

Bayu percaya perubahan di kursi pelatih bisa membawa angin segar bagi skuad Garuda.

“Saya semakin optimistis Timnas bisa lebih bagus lagi,” yakinnya.

Optimisme itu juga tercermin dari prediksinya menjelang laga melawan Oman.

Dengan senyum lebar, ia menyebut skor yang diimpikannya.

“Insya Allah Indonesia menang 2-0,” prediksi Bayu.

Namun yang paling menarik bukanlah prediksi skornya. Melainkan bendera Merah Putih yang terus ia bawa sejak memasuki area Stadion.

Bagi Bayu, selembar kain merah dan putih itu bukan sekadar atribut pertandingan.

“Itu karena dari hati saya memang sudah cinta Timnas Indonesia. Bendera ini saya bawa sebagai bentuk rasa cinta saya terhadap Indonesia. Apa pun hasilnya, menang, seri, atau kalah, saya tetap cinta Indonesia,” ucapnya.

Kalimat itu meluncur sederhana. Tanpa slogan besar. Tanpa kata-kata yang dibuat-buat.

Hanya ungkapan tulus dari seorang suporter yang rela menempuh perjalanan jauh demi mendukung tim kebanggaannya.

Setelah pertandingan melawan Oman, Bayu tidak akan kembali ke GBK untuk laga berikutnya menghadapi Mozambik.

Bukan karena semangatnya berkurang, melainkan karena ia harus kembali menjalani rutinitas pekerjaan di Yogyakarta.

"Tidak bisa nonton lagi. Saya harus kembali bekerja di Jogja,” pungkasnya.

 



© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.