TRIBUNKALTIM.CO, SANGATTA – Tragedi tewasnya seorang bocah di Kabupaten Kutai Timur (Kutim) menjadi momentum evaluasi sistem keamanan lingkungan.
Ketua DPRD Kutim, Jimmi, meminta pemerintah dan masyarakat memperkuat pengawasan dengan memperbanyak pemasangan kamera pengawas (CCTV), terutama di kawasan permukiman yang masih minim pantauan.
Menurut Jimmi, kasus yang menghebohkan warga tersebut menunjukkan masih adanya celah pengawasan di sejumlah wilayah.
Padahal, Kutai Timur telah menyandang predikat Kabupaten Layak Anak (KLA) dan memiliki Peraturan Daerah (Perda) Perlindungan Anak.
Baca juga: Momen Sebelum Bocah 7 Tahun di Kutim Diculik lalu Dibunuh, Enggan Diajak Pergi Ibu dan Pilih Main
"Iya, anak ini memang kabupaten layak anak itu mesti aman buat anak sebenarnya, korelasinya di situ. Kita kan sudah punya Perda Anak juga ya, jadi artinya fasilitas itu memang di tiap-tiap lingkungan supaya lebih aware lagi," ujar Jimmi saat dimintai tanggapan TribunKaltim.co, Jumat (5/6/2026).
Kasus hilangnya seorang anak yang kemudian ditemukan dalam kondisi meninggal dunia itu memicu keprihatinan mendalam dari berbagai pihak.
Peristiwa tersebut turut menjadi perhatian serius jajaran legislatif daerah.
Jimmi menilai keberadaan CCTV terbukti memiliki peran penting dalam membantu aparat penegak hukum mengungkap rangkaian peristiwa dan melacak pelaku.
Baca juga: Bocah 7 Tahun Asal Sangatta Kutim Tewas di Tangan Penculik, Pelaku Sempat Minta Uang Tebusan
Karena itu, fasilitas pengawasan di ruang-ruang publik maupun lingkungan permukiman perlu terus ditingkatkan.
Namun, ia mengakui masih banyak wilayah di Kutai Timur yang belum terjangkau sistem pemantauan.
Luasnya wilayah kabupaten menyebabkan sejumlah titik masih menjadi blind spot yang berpotensi dimanfaatkan untuk tindak kriminal.
"Di sisi lain kita perlu lebih, masih ada wilayah-wilayah kita memang belum terpantau. Kita nggak tahu sampai terjadi ditelantarkan di belakang masjid gitu kan, kita nggak tahu dalam kondisi seperti apa waktu itu. Ini miris bagi kita," tuturnya.
Baca juga: Bocah 7 Tahun Diculik lalu Dibunuh di Kutim, Awal Pertemuan Pelaku dengan Orangtua Korban
Selain menyoroti aspek pengawasan, Jimmi juga memberikan apresiasi kepada jajaran Polres Kutai Timur yang dinilai bergerak cepat dalam menangani kasus tersebut hingga berhasil mengamankan pelaku.
Ia menilai langkah kepolisian yang memantau pergerakan pelaku secara senyap sebelum melakukan penangkapan merupakan strategi yang tepat.
Cara tersebut dinilai efektif untuk menghindari kegaduhan di tengah masyarakat sekaligus mencegah aksi main hakim sendiri.
"Kriminal itu kan memang menjadi perhatian semua pihak, bahkan secara moral ini kan nggak dibenarkan untuk perlakuan seperti itu. Ada sebenarnya lingkungan yang paling penting untuk menjaga ini. Harapannya, jangan sampai terulang lagi," pungkas Jimmi. (*)