TRIBUNKALTIM.CO - Euforia Piala Dunia 2026 juga menghinggapi para jajaran pejabat di Kalimantan Timur (Kaltim), dari pemerintah daerah hingga kepolisian.
Masing-masing pejabat punya jagoannya sendiri pada Piala Dunia 2026, yang digelar di tiga negara tersebut.
Pejabat-pejabat tersebut terdiri dari politisi yang duduk di bangku DPRD, pimpinan daerah, hingga pejabat kepolisian.
Baca juga: Dulu Fanatik Ronaldinho, Warga Paser Anwar Tinggalkan Brasil dan Pilih Jepang di Piala Dunia 2026
Kick-off Piala Dunia 2026 sendiri dimulai pada 12 Juni mendatang.
Lalu, bagaimana analisa, prediksi dan negara jagoan mereka, simak selengkapnya dirangkum Tribunkaltim.co, berikut ini:
Wakil Ketua DPRD Kota Balikpapan, Budiono, secara terbuka menjagokan Timnas Argentina di Piala Dunia 2026.
Menurut Budiono, Argentina masih menjadi salah satu tim terkuat di dunia dengan materi pemain yang merata di semua lini.
Kehadiran sang megabintang, Lionel Messi, diyakini menjadi suntikan moral besar bagi skuad La Albiceleste dalam upaya mempertahankan gelar juara yang mereka raih pada Piala Dunia 2022 di Qatar lalu.
"Kalau saya tetap menjagokan Argentina. Mereka punya pengalaman yang luar biasa, mental juara, dan pemain-pemain berkualitas di semua lini. Apalagi masih ada Messi yang menjadi inspirasi bagi tim," ujar Budiono kepada TribunKaltim.co, Senin (1/6/2026).
Baca juga: Jersey Timnas Argentina Paling Banyak Diminati di Balikpapan Jelang Piala Dunia 2026
Ia menjelaskan bahwa Argentina datang ke turnamen kali ini dengan status juara bertahan sekaligus favorit utama.
Tim asuhan Lionel Scaloni tersebut lolos sebagai salah satu wakil terbaik Amerika Selatan dan menjadi tim pertama dari zona CONMEBOL yang memastikan tiket ke putaran final.
Berdasarkan hasil pembagian grup resmi dari FIFA, Argentina berada di Grup J bersama tiga negara lain, yaitu:
Secara kualitas, Argentina diunggulkan untuk keluar sebagai juara grup, meski tetap harus mewaspadai perlawanan Austria yang dinilai menjadi lawan terberat di fase penyisihan.
"Tapi apa pun itu, saya masih percaya dengan sang kapten sejati Argentina, Lionel Messi," urai Budiono.
Budiono menyebutkan bahwa Piala Dunia 2026 menjadi panggung penampilan keenam bagi Lionel Messi sebuah rekor fantastis yang menegaskan statusnya sebagai salah satu pemain terbesar dalam sejarah sepak bola.
"Messi kembali dipercaya memimpin skuad Argentina yang masih mempertahankan sebagian besar pemain juara dunia 2022," ungkapnya.
Baca juga: Penjualan Jersey di Tanjung Selor Jelang Piala Dunia 2026 Melonjak, Nama Ronaldo Masih jadi Magnet
Budiono optimistis kombinasi pemain senior yang kenyang pengalaman dan talenta muda yang mulai matang akan membuat kedalaman skuad Argentina sulit ditandingi.
"Argentina masih sangat kuat. Mereka punya Messi sebagai pemimpin, tetapi juga didukung banyak pemain muda yang sudah matang di kompetisi Eropa. Saya berharap mereka bisa kembali mengangkat trofi Piala Dunia," pungkasnya.
Wakil Walikota Balikpapan, Bagus Susetyo, mengaku tetap mengikuti perkembangan sepak bola internasional di tengah padatnya aktivitas pemerintahan.
Di tengah kesibukannya menjalankan tugas pemerintahan, Bagus mengaku tetap mengikuti perkembangan sepak bola internasional dan menyempatkan diri menonton pertandingan-pertandingan penting.
"Kadang kalau sudah lembur nonton bola, kalau sudah ngantuk ya saya tidur saja," ujarnya sambil tersenyum.
Menurut Bagus, persiapan menuju Piala Dunia 2026 selalu menarik untuk dicermati karena setiap negara berupaya menampilkan kekuatan terbaiknya.
Baca juga: Gaya Permainannya Berbeda, Kepala Diskominfostaper Paser Jagokan Timnas Brasil di Piala Dunia 2026
Ia menilai Portugal dan Prancis menjadi dua tim yang layak diperhitungkan karena memiliki banyak pemain berkualitas yang bermain di kompetisi elite Eropa.
Bagus secara khusus menaruh perhatian kepada Portugal. Ia menilai tim tersebut memiliki keseimbangan antara lini pertahanan, pengatur serangan, hingga penyelesaian akhir.
"Sepak bola itu olahraga teamwork. Ada yang bertugas pertahanan, ada playmaker yang mengatur serangan, dan ada yang menyelesaikan peluang menjadi gol," katanya.
Menurutnya, kekuatan sebuah tim tidak hanya ditentukan oleh pemain bintang, tetapi juga kemampuan seluruh pemain menjalankan peran masing-masing secara disiplin dan kolektif.
Bagus juga mengapresiasi sosok Cristiano Ronaldo yang dinilai masih mampu menjaga performa meski usianya tak lagi muda.
Baca juga: Jelang Piala Dunia 2026, Penjual di PPU Mulai Tawarkan Satu Set Parabola
"Ronaldo meskipun sudah tua, dia masih punya standar yang tinggi. Itu yang membuat dia tetap bisa bersaing di level tertinggi," ujar Bagus.
Pemain yang telah meraih berbagai gelar bergengsi di level klub maupun tim nasional itu dianggap menjadi contoh profesionalisme dan dedikasi dalam dunia olahraga.
Menurut Bagus, konsistensi Ronaldo dalam menjaga kebugaran dan performa menjadi faktor penting yang membuatnya tetap menjadi andalan Portugal dalam berbagai kompetisi internasional.
Sementara itu, Prancis dinilai tetap menjadi salah satu kekuatan besar sepak bola dunia.
Bagus menyoroti stamina dan kualitas fisik para pemain Prancis yang terbentuk dari kerasnya persaingan di liga-liga Eropa.
Baca juga: Disporapar Samarinda Siapkan Nobar Piala Dunia 2026, GOR Segiri dan Gedung Anggar Jadi Opsi Lokasi
Selain memiliki kedalaman skuad yang mumpuni, Prancis juga dinilai memiliki pengalaman yang cukup dalam menghadapi pertandingan besar di level internasional.
Meski demikian, Bagus mengakui kekuatan kedua tim cukup berimbang dan lebih menjagokan Portugal jika kedua negara bertemu dalam persaingan menuju Piala Dunia 2026.
"Bagi saya Portugal punya peluang yang bagus. Tetapi sepak bola selalu penuh kejutan, sehingga semua tim tetap harus diwaspadai," ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa salah satu daya tarik terbesar sepak bola adalah sulitnya memprediksi hasil pertandingan.
Karena itu, setiap tim yang tampil di Piala Dunia 2026 memiliki peluang untuk menciptakan kejutan.
Anggota DPRD Kutai Kartanegara (Kukar) Fraksi Gerindra, Hendra, menjadi salah satu yang secara terbuka menjagokan Argentina sebagai kandidat terkuat untuk meraih gelar juara dunia.
Hendra yang juga menjabat sebagai Ketua Karang Taruna Kalimantan Timur mengaku sudah tidak sabar menantikan perhelatan empat tahunan tersebut.
“Saya pribadi tentu sangat menunggu Piala Dunia 2026. Tinggal menghitung hari lagi, suasananya sudah mulai terasa,” ujarnya kepada TribunKaltim.co, Kamis (4/6/2026).
Dalam prediksinya, Hendra tetap menempatkan Argentina sebagai favorit utama meski banyak negara besar lainnya yang diperkirakan menjadi pesaing kuat dalam perebutan trofi juara dunia.
Menurutnya, sejumlah tim Eropa seperti Prancis, Jerman, dan Inggris memang memiliki kualitas pemain yang sangat baik.
Baca juga: Waketum Askot PSSI Balikpapan Jagokan Jerman Juara Piala Dunia 2026, Terpikat Permainan Menyerang
Namun, ia menilai kolektivitas permainan Argentina masih menjadi salah satu yang terbaik di level internasional.
“Kalau favorit saya tetap Argentina. Memang banyak tim kuat seperti Prancis, Jerman, Brasil, dan Inggris, tapi feeling saya Argentina masih bisa berbicara banyak,” ungkapnya.
Selain faktor kualitas tim, Hendra juga menyoroti padatnya jadwal kompetisi di Eropa yang berpotensi memengaruhi kondisi fisik para pemain saat memasuki Piala Dunia 2026.
“Kalau tim-tim Eropa sekarang saya lihat cukup terkuras energinya karena liga mereka sangat padat. Itu bisa memengaruhi performa di Piala Dunia 2026” tambahnya.
Baca juga: Jelang Piala Dunia 2026, Penjual di PPU Mulai Tawarkan Satu Set Parabola
Meski memiliki tim favorit, Hendra berharap Piala Dunia 2026 tetap menghadirkan persaingan yang menarik dan penuh kejutan.
Ia menilai turnamen kali ini akan semakin kompetitif karena menjadi edisi pertama yang diikuti oleh 48 negara peserta.
Dengan jumlah peserta yang lebih banyak, peluang munculnya tim-tim kejutan dinilai semakin terbuka.
Karena itu, ia berharap seluruh pertandingan dapat menyuguhkan tontonan berkualitas bagi masyarakat dunia.
“Yang pasti kita berharap Piala Dunia 2026 seru dan menghibur masyarakat. Siapa pun nanti yang ke final, mudah-mudahan memberikan pertandingan terbaik untuk penonton dunia,” tutupnya.
Belanda menjadi negara favorit Kasat Polairud PPU, AKP Abiyantoro, pada Piala Dunia 2026.
Belanda menjadi tim yang telah ia idolakan sejak masih duduk di bangku sekolah dasar.
Kesetiaan AKP Abiyantoro terhadap tim berjuluk Oranje itu tidak pernah berubah meski Belanda belum berhasil meraih gelar juara dunia.
Baginya, dukungan kepada Belanda sudah menjadi bagian dari kecintaannya terhadap sepak bola yang terbangun sejak kecil.
Baca juga: Bukan Tim Eropa, Politisi Gerindra Kukar Hendra Prediksi Argentina Bakal Juara Piala Dunia 2026
Saat pertandingan besar berlangsung, AKP Abiyantoro mengaku memiliki kebiasaan menonton bersama teman-temannya di sejumlah kafe.
Kawasan Balikpapan Baru menjadi salah satu lokasi favoritnya untuk menikmati atmosfer pertandingan bersama para penggemar sepak bola lainnya.
Agar suasana semakin terasa, ia selalu menyiapkan atribut khusus untuk mendukung tim kesayangannya.
Jersey Belanda menjadi perlengkapan wajib yang dikenakannya setiap kali Oranje bertanding.
Baca juga: Manager Borneo FC Dandri Dauri Favoritkan Jerman Juara di Piala Dunia 2026
“Saya langsung beli kostum Belanda. Memang itu tim kesayangan saya,” ungkapnya Kamis (4/6/2026).
Selain Belanda, AKP Abiyantoro juga mengaku menyukai Kroasia.
Namun ketika harus menentukan satu tim yang paling didukung di Piala Dunia 2026, pilihannya tetap tidak berubah.
Menurutnya, Belanda memiliki daya tarik tersendiri yang membuatnya terus setia mendukung hingga saat ini.
Baca juga: Jelang Piala Dunia 2026, Penyewaan PlayStation Portable di Samarinda Menggeliat, Tumbuh 5 Persen
Ketertarikannya terhadap Belanda ternyata tidak hanya berasal dari dunia sepak bola.
Ia juga mengagumi berbagai peninggalan sejarah Belanda yang masih dapat ditemukan di Indonesia hingga sekarang.
Menurutnya, sejumlah bangunan peninggalan masa kolonial memiliki konstruksi yang kuat dan mampu bertahan dalam waktu yang sangat lama.
Meski demikian, AKP Abiyantoro menegaskan kecintaannya terhadap Indonesia tetap berada di atas segalanya.
Dukungan kepada Belanda hanya berlaku dalam konteks Piala Dunia 2026 karena Indonesia belum menjadi peserta tetap dalam turnamen tersebut.
Baca juga: Waketum Askot PSSI Balikpapan Jagokan Jerman Juara Piala Dunia 2026, Terpikat Permainan Menyerang
Ia berharap suatu saat Indonesia mampu tampil secara konsisten di pentas sepak bola dunia sehingga masyarakat tidak lagi harus mencari tim negara lain untuk didukung.
Di tengah meningkatnya antusiasme masyarakat menyambut Piala Dunia 2026, AKP Abiyantoro juga mengingatkan agar kegiatan menonton bersama dan perayaan kemenangan tim dilakukan secara tertib.
Menurutnya, semangat mendukung tim favorit harus tetap dibarengi sikap saling menghormati dan menjaga keamanan.
“Kalau nonton jangan sampai perkelahian, tetap tertib. Kita cinta tim yang didukung, tapi kita tetap Indonesia,” ujarnya.
Perwira menengah Polri yang akrab disapa Jamaluddin Farti itu mengaku sejak duduk di bangku sekolah dasar sudah menghabiskan waktu bermain sepak bola bersama teman-temannya di kampung.
"Sejak kecil memang suka bola. Waktu SD, pulang sekolah pasti main bola. Dulu kan orang kampung, jadi pemain kampung saja," ujarnya sambil tersenyum saat berbincang santai di warung kopi, Selasa (2/6/2026).
Meski gemar bermain sepak bola, ia mengaku tidak pernah mengikuti sekolah sepak bola maupun meniti karier secara profesional.
"Nggak pernah ikut SSB. Main bola kampung saja," katanya.
Baca juga: Brimob Polda Kaltim Gencarkan Patroli Malam, Sisir Lokasi Rawan Begal di Balikpapan
Dari sekian banyak negara yang berlaga di pentas Piala Dunia 2026, Jamaluddin mengaku hatinya sejak dulu tertambat kepada tim nasional Argentina.
Kecintaan itu bermula dari kekagumannya terhadap legenda sepak bola dunia, Diego Maradona.
"Kalau dari dulu pasti Argentina. Zamannya Maradona. Mungkin karena dari kecil melihat Maradona, jadi sampai sekarang tetap Argentina," ungkapnya.
Menurutnya, sosok Maradona memiliki tempat tersendiri yang sulit tergantikan, bahkan oleh pemain-pemain hebat generasi saat ini.
"Kalau pemain terbaik sepanjang masa menurut saya tetap Maradona. Dari kecil sudah lihat dia, jadi melekat terus di ingatan," ujarnya.
Meski begitu, Jamaluddin juga mengagumi sosok Lionel Messi yang dianggap sebagai penerus kejayaan Argentina di era modern.
"Tetap Messi sekarang. Mungkin karena ada sejarahnya juga. Maradona kidal, Messi kidal, sama-sama bertubuh kecil," katanya.
Selain Argentina, ia juga mengaku menyukai permainan tim nasional Jerman yang menurutnya selalu tampil disiplin dan kuat di setiap generasi.
"Saya suka juga Jerman. Dari dulu memang dua tim itu yang saya ikuti, Argentina dan Jerman," ujarnya.
Namun ketika harus memilih di antara keduanya, ia tidak ragu menjatuhkan pilihan kepada Argentina.
Baca juga: Penjualan Jersey di Tanjung Selor Jelang Piala Dunia 2026 Melonjak, Nama Ronaldo Masih jadi Magnet
"Kalau Argentina ketemu Jerman ya tetap Argentina," katanya sambil tertawa.
Pria yang kini bertugas di Polda Kaltim itu juga mengenang suasana menonton Piala Dunia pada masa lalu yang menurutnya jauh lebih berkesan dibanding sekarang.
Jika saat ini masyarakat bisa menikmati pertandingan melalui layar raksasa di kafe atau pusat keramaian, dulu warga kampung harus berkumpul mengelilingi satu televisi untuk menyaksikan laga bersama-sama.
"Dulu nontonnya ramai-ramai di kampung. Satu televisi dikerumuni banyak orang. Itu yang seru," kenangnya.
Suasana kebersamaan itulah yang menurutnya menjadi salah satu kenangan paling berharga dari ajang sepak bola terbesar di dunia tersebut.
Ia juga masih mengingat sejumlah pemain idolanya selain Maradona, termasuk striker legendaris Argentina, Gabriel Batistuta.
Baca juga: Program Direktur Menyapa Polda Kaltim Diapresiasi Kedubes Belanda
"Batistuta itu luar biasa. Tendangannya keras sekali. Mau dari depan gawang atau luar kotak penalti tetap berbahaya," katanya.
Meski sepak bola terus melahirkan bintang-bintang baru, Jamaluddin menilai kekuatan utama Argentina bukan hanya terletak pada individu, melainkan kekompakan tim.
"Ini permainan tim, bukan permainan individu. Mau ada pemain hebat sekalipun, kalau tidak kompak ya susah. Argentina itu kuat karena timnya kompak," tuturnya.
Bagi Jamaluddin, sepak bola bukan sekadar pertandingan selama 90 menit, melainkan juga sarana mempererat kebersamaan dan persahabatan.
Wakapolda Kalimantan Timur Brigjen Pol Adrianto Jossy Kusumo mengaku tetap menjagokan Brasil untuk menjuarai Piala Dunia 2026.
Kecintaannya terhadap sepak bola bahkan begitu besar hingga anak pertamanya diberi nama "Gawang", sebuah nama yang terinspirasi dari olahraga yang telah menjadi bagian hidupnya sejak kecil.
Kecintaan Adrianto terhadap sepak bola bukan tanpa alasan.
Jenderal bintang satu itu lahir dari keluarga yang memiliki sejarah panjang di dunia sepak bola.
Baca juga: Atribut 4 Tim Piala Dunia Banyak Dicari di Malinau, Mulai Argentina Hingga Brazil
Ayahnya merupakan pemain Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) era lama yang pernah berkarier di Solo dan Yogyakarta sebelum melanjutkan pendidikan di Akademi Angkatan Udara (AAU).
"Saya mengikuti sepak bola sejak kecil karena orang tua saya pemain bola. Anak saya yang pertama saja namanya Gawang," ujar Brigjen Pol Adrianto Jossy Kusumo sambil tersenyum kepada Tribunkaltim.co, Senin (1/6/2026).
Fakta unik tersebut langsung menarik perhatian.
Dari enam anak yang dimilikinya, anak sulung diberi nama Gawang sebagai bentuk kecintaan keluarga terhadap dunia sepak bola.
Baca juga: Warga Sungai Pinang Samarinda Rela Menabung Demi Beli Jersey Spanyol Peserta Piala Dunia
Tak hanya berasal dari keluarga pesepak bola, Adrianto juga pernah merasakan langsung atmosfer kompetisi saat bermain di PSSI Junior U-13.
Kini, kecintaan itu berlanjut kepada generasi berikutnya.
Anak bungsunya, Kenzy, juga menekuni olahraga sepak bola.
Ia pun mengenang tradisi menonton Piala Dunia bersama keluarga sebagai salah satu momen yang paling berkesan.
Pada gelaran Piala Dunia sebelumnya, ia kerap menyaksikan pertandingan hingga larut malam bersama anak-anak, tetangga, dan anggota kepolisian di lingkungan tempat tinggalnya.
Baca juga: Euforia Piala Dunia 2026 Belum Dongkrak Pesanan Jersey di Tanjung Selor, Ini Alasannya
"Kalau Piala Dunia kemarin saya nonton sama anak-anak sampai malam. Nonton di rumah bersama tetangga dan anggota-anggota juga," katanya.
Saat ditanya tim favoritnya pada Piala Dunia 2026 yang akan digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko, Adrianto tanpa ragu menyebut Brasil sebagai jagoannya.
Menurutnya, Tim Samba memiliki gaya bermain yang atraktif dan enak ditonton dibanding banyak tim lainnya.
"Karena permainannya enak dilihat. Mereka tidak bermain kaku, tetapi cantik. Ada seninya dalam bermain bola. Itu yang saya suka dari Brasil," ungkapnya.
Baca juga: Penjualan Jersey di Tanjung Selor Jelang Piala Dunia 2026 Melonjak, Nama Ronaldo Masih jadi Magnet
Untuk pemain Brasil masa kini, Adrianto mengidolakan Vinicius Junior yang saat ini memperkuat Real Madrid.
Namun jika berbicara tentang pemain Brasil sepanjang masa, pilihannya tetap jatuh kepada legenda sepak bola dunia, Pele.
"Kalau pemain Brasil sepanjang masa saya suka Pele. Kalau sekarang Vinicius Junior," ujarnya.
Meski menjagokan Brasil, Adrianto juga mengakui kualitas permainan Argentina yang dinilainya tidak kalah menarik.
Baca juga: Penjualan Jersey di Tanjung Selor Jelang Piala Dunia 2026 Melonjak, Nama Ronaldo Masih jadi Magnet
Ia menilai tim berjuluk Albiceleste tersebut memiliki permainan kolektif yang solid di semua lini.
Selain itu, kehadiran Lionel Messi masih menjadi daya tarik tersendiri meski Piala Dunia 2026 berpotensi menjadi penampilan terakhir sang megabintang di ajang tersebut.
"Argentina juga mainnya cantik. Mungkin ini Piala Dunia terakhir Lionel Messi. Tapi sekarang ada Julian Alvarez yang juga tampil bagus," katanya.
Kendati demikian, ketika harus menentukan satu tim yang paling dijagokan untuk mengangkat trofi juara dunia, Adrianto tetap setia pada pilihannya sejak dulu.
"Kalau harus memilih, tetap Brasil," tegasnya.
Dukungan tersebut menunjukkan bahwa kecintaan Brigjen Pol Adrianto Jossy Kusumo terhadap sepak bola, khususnya Brasil, tidak pernah berubah. (*)