TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Nilai tukar rupiah yang terus melemah, membuat pengusaha tahu Sumedang ikut terdampak akibat bahan baku kedelai melonjak naik.
Salah satu produksi tahu di Jalan Raya Kalumbuk, Korong Gadang, Kecamatan Kuranji, Kota Padang menyebut harga kedelai sudah melonjak sebelum puasa Ramadan 2026.
Kurang lebih jarak antara produksi tahu ini dengan Universitas Azkia hanya 600 meter. Jika ditempuh dengan kendaraan roda dua kurang lebih tiga menit.
Naiknya harga bahan baku kedelai, membuatnya merasa khawatir, sebab untuk harga penjualan masih dipertahankan hingga sekarang.
Pengusaha tahu Sumedang, Suyitno mengaku merasa cemas dan khawatir terkait mahalnya harga bahan baku kedelai tersebut.
Baca juga: Proyek Rp 340 Miliar, Pemko Padang Dukung Rekonstruksi GOR H Agus Salim
Ia juga masih bimbang antara menaikan harga atau tetap menjual di harga yang sekarang.
"Sangat berdampak, saya masih bingung apakah menaikan harga atau tidak, sekarang masih harga penjualan lama. Tapi, saya memikirkan risiko juga kalau harga naik, karena konsumen bakal berkurang," ucap Suyitno saat ditemui di pabrik tahu miliknya, Jumat (5/6/2026).
Kata dia, untuk satu karung kedelai dengan berat 50 kilogram, harganya sudah melonjak Rp50.000 dari nilai awal.
Kenaikan harga ini terjadi sebelum puasa Ramadan, hingga sekarang masih belum turun.
"Awalnya cuma Rp470.000 satu karung dengan bobot 50 kilogram, kini sudah mencapai Rp549.000," sebutnya.
Baca juga: Kisah Ida Penjual Koran di Padang Bertahan di Era Digital, Menolak Menyerah pada Perubahan Zaman
Dalam setiap harinya, ia mengaku menghabiskan empat karung atau 200 kilogram kedelai untuk memproduksi tahu.
Sehingga, dengan kenaikan Rp50.000 per 50 kilogram, Suyitno harus merogoh kocek lebih dari biasanya.
"Tapi mau bagaimanapun saya harus tetap beli, karena produksi tetap jalan, kalau tidak, konsumen hilang. Dalam sehari kita habiskan empat karung," kata dia.
Ia menambahkan, apabila harga bahan baku kedelai terus merangkak naik, kecil kemungkinan akan mempertahankan harga sama.
"Kalau harganya kembali naik, saya terpaksa menaikan harga penjualan. Sekarang masih Rp600 per petak tahu dengan ukuran 5 x 5 sentimeter," tambahnya.
Sementara, pembeli bernama Yudi Sandria mengatakan harga tahu masih stabil saat nilai tukar rupiah melemah.
Kata dia harga per petak tahu di pasaran dijual Rp1.200 hingga Rp1.500. Harga ini masih kategori normal di pasaran.
"Belum ada kenaikan, masih sama seperti biasa per petaknya," pungkasnya.(*)