Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Maria Vianey Gunu Gokok
POS-KUPANG.COM, SOE- Jalan provinsi yang menghubungkan Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) dan Timor Tengah Utara (TTU), tepatnya di Desa Bosen, Kecamatan Mollo Utara, Kabupaten TTS mengalami penurunan (amblas).
Jalur penghubung dua kabupaten yang juga sering disebut jalur Sebau itu terancam putus. Akses dari dan ke dua wilayah itu pun terancam lumpuh.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Timor Tengah Selatan, Martelens Ch. Liu menyampaikan bahwa pihaknya telah membangun koordinasi dengan PUPR Provinsi NTT untuk perbaikan jalan tersebut.
Baca juga: Bupati TTS Buce Lioe Tinjau Langsung Pengerjaan Ruas Jalan Bonleu dan Sebau
Namun, kata dia, pihak PUPR Provinsi pun mengaku tidak bisa berbuat banyak karena keterbatasan anggaran.
"Koordinasi dengan PUPR provinsi untuk jalan Sebau sudah kami lakukan. Mereka ( Dinas PUPR Provinsi NTT) juga mengalami keterbatasan anggaran, jadi kami sudah berusaha dan ini semua alat berat masih di luar," tutur Martelens.
Keterbatasan anggaran juga menyebabkan pihaknya tidak bisa berbuat banyak.
"Untuk titik longsor yang kami kerjakan, kalau jalan provinsi kami selalu koordinasi. Jawaban mereka juga kesulitan dana. Sehingga untuk longsor kami harap penanggulangan bencana bisa persiapkan anggaran juga," jelasnya.
Dia mengatakan, selama sebulan ini pihaknya telah mengerjakan beberapa titik jalan rusak akibat longsor. Pengerjaan yang dilakukan pihaknya masih bersifat darurat, berupa gali tutup jalan berlubang menggunakan alat berat.
Beberapa titik longsor yang sudah perbaikan secara darurat khusus untuk jalan provinsi yaitu jalur Netutnanan (Boking -Oinlasi) kurang lebih 30 meter.
"Kurang lebih sudah satu bulan ini kami berupaya dengan penyedia jasa, penanganan berulang. Ada titik Bonleu, Sebau, Sono, Neususlilana, Oenitas, Nele, Basmuti, Jane, Lotas, juga penanganan jalan di Benlutu," jelas Martelens.
Adapun jalan Sebau di Desa Bosen Kecamatan Mollo Utara mengalami penurunan akibat hujan beberapa waktu lalu. Jalur tersbut berada di kemiringan sehingga sulit dilalui.
Kerusakan jalan tersebut juga sudah ditinjau langsung oleh Wakil Gubernur NTT ketika melakukan kunjungan kerja ke TTS pada awal Mei 2026 lalu.
Meski begitu kondisi jalan masih terus mengalami penurunan, dan akses jalan semakin sukar untuk dilalui.
Adapun dalam beberapa hari ini, para pengendara truk yang merupakan pengguna jalan telah berinisiatif menimbun material di jalan tersebut secara darurat.
Jalur tersebut merupakan jalur utama menghubungkan beberapa kecamatan seperti kecamatan Tobu juga Kecamatan Polen, serta sebagai salah satu jalur penghubung Kabupaten TTS dengan Kabupaten TTU. (any)