Dampak Lingkungan terhadap Kesehatan Pernapasan Anak, Cek Selalu Air Quality Index di Handphone Anda
Lisma Noviani June 05, 2026 11:32 PM

TRIBUNSUMSEL.COM --  Kesehatan pernapasan anak sangat dipengaruhi oleh kondisi lingkungan tempat mereka tumbuh dan berkembang. 

Dalam beberapa tahun terakhir, berbagai penelitian menunjukkan bahwa polusi udara menjadi salah satu faktor risiko utama yang dapat memicu gangguan pernapasan pada anak.

Mulai dari asap kendaraan bermotor, pembakaran sampah, emisi industri, hingga kebakaran hutan dan lahan dapat menurunkan kualitas udara dan berdampak langsung pada kesehatan paru-paru anak.

"Anak-anak merupakan kelompok yang paling rentan terhadap pencemaran udara karena sistem pernapasan dan kekebalan tubuh mereka masih berkembang," kata dr Fifi Sofiah, Sp.A, Subsp Respi (K), dalam Podcast Bincang Kesehatan yang tayang di Youtube TribunSumsel, Jumat 5 Juni 2026. 

Podcast mengangkat tema Udara tidak Sedang Baik-baik Saja, Dampak Lingkungan terhadap Kesehatan Pernapasan Anak.

dr Fifi menjelasakan, bahwa frekuensi pernapasan anak lebih cepat dibandingkan orang dewasa sehingga mereka menghirup lebih banyak udara dan polutan dalam proporsi yang lebih besar. Karena itu anak-anak lebih berisiko dibanding orang dewasa.

Tren Gangguan Pernapasan pada Anak

Di berbagai daerah, kasus gangguan pernapasan pada anak masih menjadi salah satu penyebab utama kunjungan ke fasilitas kesehatan. Dua penyakit yang paling sering dijumpai. menurut dr Fifi adalah pneumonia dan asma.

1. Pneumonia

Pneumonia merupakan infeksi pada paru-paru yang dapat disebabkan oleh bakteri, virus, maupun jamur. Penyakit ini masih menjadi salah satu penyebab kesakitan dan kematian anak di dunia, terutama pada balita.

Tanda dan gejala pneumonia pada anak antara lain:

Demam.
Batuk yang tidak kunjung membaik.
Napas cepat.
Tarikan dinding dada ke dalam saat bernapas.
Sesak napas.
Anak tampak lemas dan sulit makan atau minum.

Jika ditemukan gejala tersebut, orang tua perlu segera membawa anak ke fasilitas kesehatan untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan yang tepat.

2. Asma

Asma merupakan penyakit peradangan kronis pada saluran napas yang menyebabkan penyempitan saluran pernapasan secara berulang. Polusi udara, debu, asap rokok, perubahan cuaca, maupun infeksi saluran napas dapat menjadi pemicu kambuhnya asma.

Gejala asma yang perlu diperhatikan meliputi:

Batuk berulang terutama malam atau dini hari.
Napas berbunyi mengi (ngik-ngik).
Sesak napas.
Dada terasa berat atau tertekan.
Anak cepat lelah saat beraktivitas.

Bila tidak dikendalikan dengan baik, asma dapat mengganggu aktivitas sehari-hari, kualitas tidur, hingga prestasi belajar anak.

Pentingnya Memantau Indeks Kualitas Udara

Saat ini masyarakat dapat memantau kondisi udara melalui berbagai aplikasi atau situs pemantau kualitas udara yang menampilkan Air Quality Index (AQI) atau Indeks Kualitas Udara.

"Di Palembang alat kontrol AQI ada di simpang lima DPRD dan arah KM 12. Kita bisa memantau AQI lewat handphone kita. Jadi manfaatkan HP kita untuk memantau indeks kualitas udara sebelum beraktivitas di luar rumah," kata dr Fifi.

Tingkatan kualitas udara ditandai dengan warna hijau (baik), kuning (cukup baik tapi waspada), oranye (cenderung tidak sehat), merah (tidak sehat) dan hitam (sangat tidak sehat)

Memeriksa AQI sebelum keluar rumah sangat penting, terutama bagi anak-anak yang memiliki riwayat asma, alergi, atau penyakit paru lainnya.

 Ketika kualitas udara berada pada kategori tidak sehat, orang tua dapat mengambil langkah antisipasi seperti:

Mengurangi aktivitas luar ruangan.
Menunda olahraga di luar rumah.
Memilih waktu beraktivitas ketika kualitas udara lebih baik.
Menutup jendela rumah saat polusi tinggi.
Menggunakan masker yang sesuai saat harus beraktivitas di luar.
Penggunaan Masker Sebagai Perlindungan Dini

Namun perlu diingat bahwa masker bukan satu-satunya solusi. Upaya utama tetap harus dilakukan dengan mengurangi paparan terhadap sumber pencemaran udara.

Pencegahan Dimulai dari Pola Hidup Sehat

Selain menghindari paparan polusi, kesehatan pernapasan anak perlu dijaga melalui penerapan pola hidup sehat sejak dini.

1. Memenuhi Kebutuhan Nutrisi

Asupan gizi yang baik berperan penting dalam menjaga daya tahan tubuh anak. Konsumsi makanan bergizi seimbang yang mengandung protein, vitamin, mineral, buah, dan sayuran membantu memperkuat sistem imun sehingga anak lebih tahan terhadap infeksi saluran pernapasan.

2. Aktivitas Fisik dan Istirahat Cukup

Aktivitas fisik yang sesuai usia serta tidur yang cukup membantu menjaga kesehatan paru-paru dan meningkatkan daya tahan tubuh.

3. Menjaga Kebersihan Lingkungan

Rumah yang bersih, bebas asap rokok, memiliki ventilasi yang baik, serta terbebas dari debu berlebih dapat mengurangi risiko gangguan pernapasan pada anak.

4. Patuh Memberikan Imunisasi Sejak Bayi

Imunisasi merupakan salah satu langkah paling efektif untuk melindungi anak dari berbagai penyakit infeksi yang dapat menyerang sistem pernapasan.

Orang tua perlu memastikan anak mendapatkan imunisasi sesuai jadwal yang dianjurkan sejak bayi, termasuk vaksin yang dapat membantu mencegah penyakit penyebab infeksi saluran napas dan komplikasinya. Kepatuhan terhadap program imunisasi tidak hanya melindungi anak secara individu, tetapi juga membantu menciptakan kekebalan kelompok di masyarakat.

Peran Orang Tua dalam Mengenali Tanda Bahaya

Orang tua perlu segera mencari pertolongan medis apabila anak mengalami:

Napas sangat cepat.
Sesak napas.
Tarikan dinding dada ke dalam.
Bibir atau ujung jari membiru.
Tidak mau makan atau minum.
Demam tinggi berkepanjangan.
Penurunan kesadaran atau tampak sangat lemas.

Penanganan dini dapat mencegah terjadinya komplikasi yang lebih berat.

Lingkungan yang sehat merupakan fondasi penting bagi tumbuh kembang anak. Polusi udara yang terus meningkat dapat memicu berbagai gangguan pernapasan, terutama pneumonia dan asma yang hingga kini masih menjadi masalah kesehatan anak yang sering ditemukan.

 Karena itu, masyarakat perlu meningkatkan kesadaran untuk memantau kualitas udara melalui Air Quality Index (AQI), mengurangi paparan polusi, menggunakan masker saat diperlukan, serta menerapkan pola hidup sehat.

Di sisi lain, pemenuhan nutrisi yang baik dan kepatuhan terhadap jadwal imunisasi sejak bayi menjadi langkah penting untuk memperkuat daya tahan tubuh anak dan melindungi mereka dari berbagai penyakit pernapasan.

"Dengan upaya pencegahan yang dilakukan secara bersama-sama, kesehatan pernapasan anak dapat terjaga sehingga mereka dapat tumbuh, belajar, dan beraktivitas secara optimal," demikian dokter Fifi. (lis)

Baca juga: Macam-macam Puasa Sunnah di Bulan Muharram 2026/1448 H Lengkap dengan Jadwal Pelaksanaannya

Baca juga: Arti Ash Shaumu Junnatun, Hadits Keutamaan Berpuasa, Maksud Puasa Sebagai Benteng

Baca juga: Arti Samina Wa Athona, Disebutkan dalam 3 Ayat Alquran, Pelajaran dan Hikmahnya Bagi Umat Islam

Baca juga: 20 Ucapan Terima Kasih untuk Wali Kelas Saat Pembagian Rapor 2026, Santun dan Menyentuh Hati

Baca juga: Kumpulan Dalil Al Quran dan Hadits Jangan Membandingkan Hidupmu dengan Orang Lain

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.