TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis prakiraan cuaca untuk wilayah Sumatera Barat (Sumbar) pada Sabtu (6/6/2026).
Prakiraan cuaca ini dikelurkan oleh Prakirawan BMKG Minangkabau pada Jumat (5/6/2026) pukul 08.30 WIB.
Secara umum, cuaca di ranah minang diprediksi akan didominasi oleh kondisi cerah berawan hingga berawan, meski potensi hujan ringan masih membayangi beberapa daerah.
Pada pagi hari, cuaca di seluruh wilayah Sumatera Barat diperkirakan cerah berawan hingga berawan. Kondisi ini sangat mendukung bagi masyarakat yang ingin melakukan aktivitas di luar ruangan sejak pagi.
Memasuki siang hingga sore hari, kondisi cerah berawan hingga berawan masih mendominasi. Namun, BMKG memetakan adanya potensi hujan ringan di sejumlah wilayah, meliputi Pasaman Barat, Kabupaten Agam, Bukittinggi, Tanah Datar, Padang Pariaman, Padang, Pesisir Selatan, Pasaman, Lima Puluh Kota, Sawahlunto, Kabupaten Solok, dan Solok Selatan.
Baca juga: Nekat Bobol Jendela Rumah Warga untuk Curi HP, Dua Pria di Padang Diringkus Tim Klewang
Pada malam hari, cuaca diprakirakan cenderung berawan. Hujan dengan intensitas ringan masih berpotensi turun di wilayah Pesisir Selatan, Pasaman, Lima Puluh Kota, Sawahlunto, dan Kabupaten Solok.
Sementara pada dini hari, kondisi berawan diperkirakan terus berlanjut dengan potensi hujan ringan yang bergeser ke wilayah bagian utara dan pesisir barat, seperti Pasaman Barat, Kabupaten Agam, dan Pasaman.
Untuk suhu udara di wilayah Sumatera Barat esok hari diperkirakan berada pada rentang 19 hingga 33 derajat Celsius, dengan kelembaban udara berkisar antara 60 hingga 98 persen.
Angin berembun dari arah Tenggara menuju Barat Laut dengan kecepatan berkisar antara 4 hingga 28 km/jam.
Hingga saat ini, BMKG menyatakan peringatan dini cuaca ekstrem untuk wilayah Sumatera Barat adalah nihil.
Di samping prakiraan harian, Stasiun Meteorologi Minangkabau juga menyampaikan pembaruan informasi cuaca mingguan untuk wilayah Sumatera Barat.
Pada periode 5 hingga 11 Juni 2026, wilayah Sumbar diketahui mulai memasuki fase transisi atau peralihan musim menuju kemarau.
Baca juga: Mobil Tangki di Tanah Datar Kecelakaan, Pertamina Pastikan Distribusi BBM Tetap Normal
Kondisi ini ditandai dengan dominasi cuaca cerah berawan di sebagian besar wilayah. Fenomena El Nino yang saat ini aktif, ditambah dengan penguatan Monsun Australia secara bersamaan, menjadi faktor utama yang menekan potensi curah hujan di Sumatera Barat secara signifikan.
Meski demikian, pihak BMKG mengingatkan bahwa potensi hujan konvektif lokal di kawasan pegunungan Bukit Barisan serta potensi hujan dengan intensitas sedang di wilayah Kepulauan Mentawai tetap perlu menjadi perhatian masyarakat.
Masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap perubahan cuaca mendadak dan memantau terus informasi resmi mengenai cuaca melalui Aplikasi InfoBMKG atau mengunjungi situs resmi di www.bmkg.go.id.
Menghadapi kondisi cuaca cerah disertai potensi cuaca ekstrem dalam beberapa waktu ke depan, BMKG mengimbau masyarakat untuk menggunakan pelindung atau tabir surya guna menghindari paparan langsung sinar matahari.
Kemudian, menjaga kecukupan cairan tubuh, terutama bagi yang beraktivitas di luar ruangan pada siang hari, agar terhindar dari dehidrasi, kelelahan, dan dampak buruk lainnya.(*)