Cuaca Panas Ekstrem Ancam Piala Dunia 2026, Lionel Messi Bisa Lebih Diuntungkan Dibanding Cristiano Ronaldo
Aurora Nightingale June 06, 2026 04:04 AM

Piala Dunia 2026 akan segera dimulai pekan depan di 16 stadion yang tersebar di seluruh Amerika Utara, bertepatan dengan meningkatnya suhu musim panas di berbagai kota tuan rumah.

Di tengah euforia turnamen, jutaan penggemar dan para pemain diperkirakan akan menghadapi risiko paparan panas ekstrem yang berbahaya.

Lebih dari sepertiga pertandingan Piala Dunia 2026 diperkirakan akan digelar dalam kondisi panas dan kelembapan tinggi yang berpotensi membahayakan kesehatan.

Selain itu, puluhan laga lainnya masuk kategori risiko panas sedang, sementara beberapa pertandingan dengan risiko tinggi mencakup laga penting seperti perebutan tempat ketiga hingga partai final.

“Para pemain bisa kepanasan, begitu pula para petugas pertandingan,” ujar ilmuwan iklim dari Queen’s University Belfast, Donal Mullan, yang meneliti potensi risiko panas di Piala Dunia 2026.

“Mereka dapat mengalami panas berlebih dan gangguan serius. Hal seperti ini sudah pernah dialami oleh sejumlah orang,” tambahnya.

Daftar Lengkap 48 Peserta Piala Dunia 2026 dari berbagai zona/wilayah. Piala Dunia 2026 akan berlangsung mulai tanggal 11 Juni s/d 19 Juli 2026 di tiga negara berbeda.
Daftar lengkap 48 peserta Piala Dunia 2026 dari berbagai zona dan wilayah. Piala Dunia 2026 akan digelar mulai 11 Juni hingga 19 Juli 2026 di tiga negara berbeda. (Grafis Tribunnews.com)

Menanggapi temuan tersebut, FIFA menegaskan komitmennya untuk memastikan kesehatan dan keselamatan seluruh pihak yang terlibat, mulai dari pemain, wasit, suporter hingga staf pelaksana.

FIFA menyebut telah menyiapkan berbagai langkah mitigasi seperti menyesuaikan jadwal pertandingan ke waktu yang lebih sejuk, menambah jeda minum, dan menyediakan sistem pendingin di area bangku cadangan.

“Pertandingan luar ruangan pada jam terpanas telah diatur secara strategis, waktu kick-off disesuaikan, dan laga yang berpotensi berlangsung pada suhu tinggi akan diprioritaskan di stadion tertutup bila memungkinkan,” tulis FIFA dalam pernyataannya.

Selain itu, berbagai fasilitas pendinginan akan diaktifkan di stadion, termasuk area teduh, sistem semprotan kabut, bus berpendingin, serta distribusi air yang lebih luas selama kondisi panas ekstrem.

Namun demikian, FIFA belum memberikan penjelasan rinci terkait alasan beberapa pertandingan tetap dijadwalkan di lokasi dan waktu yang dikategorikan berisiko tinggi.

Adaptasi Tim Eropa

Di sejumlah kota tuan rumah seperti Houston dan Dallas, stadion telah dilengkapi dengan atap yang dapat dibuka-tutup serta sistem pengatur suhu untuk mengurangi dampak panas berlebih.

Enam kota penyelenggara yakni Miami, Houston, Dallas, Monterrey, Kansas City, dan Atlanta diperkirakan akan mengalami suhu minimal 32 derajat Celsius.

Kondisi tersebut juga telah dirasakan Timnas Inggris saat menjalani latihan pembuka di West Palm Beach, Florida, dengan suhu mencapai lebih dari 32 derajat Celsius.

Meski demikian, skuad The Three Lions telah menyiapkan sejumlah strategi adaptasi, di antaranya menggunakan perangkat pendingin telapak tangan yang kini semakin populer di kalangan atlet profesional, termasuk di Manchester United.

Penelitian menunjukkan metode ini dapat membantu menurunkan suhu inti tubuh, mempercepat pemulihan, serta meningkatkan performa pemain di lapangan.

Timnas Inggris diyakini akan menerapkan teknologi tersebut baik dalam sesi latihan maupun ketika jeda minum selama pertandingan berlangsung.

Selain Inggris, tim-tim Eropa lainnya seperti Portugal yang diperkuat Cristiano Ronaldo juga dituntut beradaptasi dengan kondisi panas ekstrem di Amerika Latin.

Pemain-pemain Eropa yang umumnya terbiasa bertanding dalam cuaca dingin perlu menyesuaikan diri dengan suhu tinggi di beberapa kota tuan rumah.

Kendati demikian, Portugal tetap mendapat banyak dukungan dari berbagai pihak.

Salah satunya datang dari gelandang PSM Makassar, Muhammad Arfan, yang menyatakan rasa antusiasnya menantikan penampilan Cristiano Ronaldo di Piala Dunia mendatang.

Arfan menilai kehadiran Ronaldo sebagai pemimpin tim masih menjadi faktor penting yang bisa membantu Portugal bersaing di level tertinggi.

“Portugal, karena memiliki pemain yang berpengalaman dan berkualitas. Pemain kuncinya Ronaldo,” ujar Arfan.

“Optimis Portugal bisa meraih gelar juara Piala Dunia pertama tahun ini,” tegasnya.

Keuntungan Tim Amerika Latin

Pengalaman cuaca panas di turnamen sebelumnya seperti Piala Dunia Antarklub 2025 di Amerika Serikat menjadi gambaran nyata sulitnya adaptasi bagi para pemain Eropa.

Pelatih Borussia Dortmund, Niko Kovac, bahkan pernah mengeluhkan kondisi tersebut.

“Kami berkeringat seperti sedang berada di sauna,” ungkap Niko Kovac saat itu.

Di sisi lain, tim-tim Amerika Latin seperti Argentina yang diperkuat Lionel Messi dan Brasil dinilai memiliki keuntungan karena sudah terbiasa bermain di suhu panas, yang bisa menjadi faktor pembeda dalam persaingan Piala Dunia 2026.

Sebagai contoh, pada Piala Dunia 1994 yang juga digelar di Amerika Serikat, Brasil berhasil menjadi juara setelah mengalahkan Italia lewat adu penalti.

(Tribunnews.com/Ali) (TribunTimur/Kaswadi Anwar)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.