Tebar Semangat Bantu Orang Jalanan, 11 Tahun Komunitas Sedekah Holic Kendal Berbagi Nasi Bungkus
muslimah June 06, 2026 06:14 AM

TRIBUNJATENG.COM, KENDAL - Aksi mulia terus dilakukan oleh Komunitas Sedekah Holic di Kabupaten Kendal.

Sejak berdiri pada 2015 silam, komunitas itu rutin berbagi kebaikan dalam sebungkus nasi kepada pekerja jalanan setiap Jumat.

Anggotanya berasal dari berbagai profesi, seperti ASN, pensiunan, wiraswasta hingga ibu rumah tangga.

Mereka secara sukarela mengorbankan waktu dan tenaga serta materi untuk Komunitas Sedekah Holic Kendal tetap berjalan hingga sekarang. 

Tidak ada donasi terbuka, juga tidak ada yayasan. Mereka bergerak atas keikhlasan dan ketulusan hati untuk membantu pekerja jalanan dalam mengais pundi-pundi rupiah demi keluarga.

Salah satu Founder Komunitas Sedekah Holic, Eddie Prayitno mengatakan komunitas ini terbentuk dari tongkrongan anak muda di Kaliwungu yang tergerak hatinya untuk sekadar membagikan nasi bungkus.

Memang tidak banyak nasi bungkus yang dibagikan kepada tukang becak, penyapu jalanan hingga tuna wisma atau sekedar orang yang ditemui di pinggir jalanan.

"Kami memilih nasi bungkus karena melihat banyak pekerja jalanan seperti tukang becak, penyapu jalanan hingga tuna wisma yang sudah beraktivitas setelah subuh dan belum sempat sarapan," katanya, Jumat (05/06/2026).

Eddie menuturkan, aksi berbagi nasi bungkus tidak dilakukan di satu titik, melainkan berkeliling di Kaliwungu mencari pekerja jalanan yang sudah beraktivitas.

Tidak hanya itu, mereka juga menyasar tuna wisma yang tidur di emperan toko untuk ikut menikmati kebaikan dalam sebungkus nasi.

Sepanjang komunitas ini menjalankan aksinya, Eddie dan kolega tak jarang mendapat umpatan.

Terkadang nasi bungkus yang mereka bagikan justru dilempar oleh penerima.

Meski begitu, mereka tetap berkomitmen untuk langkah kecil menebar kebaikan dalam sebungkus kesederhanaan.

“Kadang kita malah dilempar nasi, pernah juga dimarahi. Tetapi niat kami hanya ingin berbagi kepada mereka yang benar-benar membutuhkan,” sambungnya.

Eddie menambahkan, cara pembelian nasi bungkus ini juga tidak dilakukan dengan penggalangan dana, melainkan dari patungan para relawan komunitas. Setiap Rabu malam, relawan sedekah ini berkumpul untuk patungan. Berapapun hasilnya, akan dibelikan nasi bungkus.

"Tidak pernah buka donasi untuk membeli nasi, kita patungan sendiri dan uangnya dibelikan nasi di warung kecil. Itung-itung membantu mereka pedagang kecil lah,” imbuhnya.

Meluas

Eddie menuturkan, hampir setiap Jmat komunitas ini berkeliling di kaliwungu membagikan nasi.

Awalnya mereka hanya mampu membagikan 50 bungkus, namun jumlah itu terus bertambah setiap pembagian berikutnya. 

Ingatan Eddie membuka lembaran masa lalu saat dia dan kolega merintis komunitas itu.

Ketika berjalan setengah tahun, banyak warga yang tergerak hatinya dan ingin bergabung dengan komunitas sedekah ini.

"Bukan apa-apa. Kami memang kerap mengunggah aksi berbagi ini ke media sosial. Ya tujuannya untuk menambah minat orang yang ingin gabung dengan kita," paparnya.

Singkatnya, kini banyak warga yang telah bergabung dalam komunitas tersebut. Pembagiannya pun kini lebih luas mencakup wilayah Kecamatan Kendal Kota, Weleri, Boja, Patebon serta Kecamatan Gemuh.

Relawan yang ada di masing-masing wilayah pun selalu bergerak setiap Jumat pagi untuk membagikan nasi bungkus tanpa jumlah patokan tetap.

"Awalnya beroperasi di wilayah Kaliwungu. Alhamdulillah sekarang sudah tambah luas. Kita tentu senang bisa konsisten berbagi," imbuhnya.

Eddie menerangkan, Komunitas Sedekah Holic ini tak memiliki struktur organisasi yang pakem.

 Alasannya, aksi ini murni sebagai gerakan sedekah dan tidak ingin dilegalkan menjadi sebuah yayasan.

Bahkan, kerap juga terjadi pasang surut relawan yang mulai terkendala dalam berbagi karena terkendala donasi.

Meski tak membuka penggalangan dana, namun komunitas ini tidak menolak jika ada yang ingin menitipkan donasi untuk dibelikan nasi bungkus dan dibagikan.

“Tentu ada pasang surutnya, tapi kita tidak memaksa mereka yang tidak lagi berbagi,” ungkapnya.

Tak hanya fokus dalam berbagi nasi bungkus, komunitas ini juga melakukan kegiatan sosial lainnya seperti bazar pakaian pantas pakai, donor darah, pemberian bingkisan untuk guru ngaji, penjaga kubur, sedekah alat sholat hingga Alquran. Komunitas ini juga pernah membagikan kacamata gratis kepada siswa sekolah dasar, pemasangan listrik gratis, pakaian baru lebaran untuk anak yatim piatu dan goes to school untuk memberikan pengalaman bersedekah kepada siswa SMA di Kendal, Cepiring dan Weleri.

“Alhamdulillah selama 11 tahun sudah berjalan ini, tidak pernah libur di hari jumat kecuali hari raya Idul Fitri. Selama ramadan kegiatan berbagi nasi bungkus kita alihkan dengan kegiatan lain seperti buka puasa bersama anak yatim piatu dan pembagian takjil." tukasnya.

Relawan Komunitas Sedekah Holic lain, Purwanto menuturkan dirinya telah konsisten berbagi sebungkus kebaikan yang dilakukan di wilayah Kendal Kota. Awalnya, dia ikut berbagi sebungkus nasi itu di wilayah Kaliwungu.

Setelah berkembang cukup pesat, dia lalu memilih lokasi lain sebagai tempat saling berbagi kebaikan.

"Awalnya saya diajak untuk ikut berbagi di Kaliwungu, kemudian berani untuk membagikan sendiri di Kota Kendal dan hingga kini masih berjalan," tuturnya.

Dia berharap, langkah kecil ini bisa memantik kebaikan lain yang disebarkan melalui media sosial.

"Bismillah semoga kami bisa tetap konsisten, monggo yang mau bergabung," tandasnya. (Agus Salim Irsyadullah)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.