TRIBUNNEWS.COM, SRAGEN - Bocah perempuan berusia 11 tahun, Bilqis, ditemukan tewas mengenaskan di rumahnya, Desa Dawung, Kecamatan Jenar, Kabupaten Sragen, Jumat (5/6/2026).
Saat ditemukan, terdapat luka bekas senjata tajam pada tubuh korban.
Korban ditemukan pertama kali oleh ibunya, Dewi sekitar pukul 16.00 WIB.
Kepala Desa Dawung, Aris Sudaryanto, membenarkan adanya peristiwa tersebut.
Aparat kepolisian saat ini masih melakukan pemeriksaan di lokasi kejadian serta menyelidiki kondisi korban.
"Benar, ada warga kami yang masih kecil ditemukan meninggal dunia di dalam rumah," kata Aris, Jumat (5/6/2026).
Baca juga: 2 Bocah Tewas Tenggelam di Proyek Sekolah Rakyat Takalar, Warga Sebut Pagar Tak Tertutup
Aris menjelaskan, korban ditemukan dengan sejumlah luka pada tubuhnya.
"Banyak bekas luka, tangan dan muka yang tidak berbentuk, ada jari yang patah dan ditemukan korban masih mengenakan seragam Pramuka."
"Kondisi jenazah sudah banyak bacokan dan sudah kering tapi ada bekas telapak kaki di lantai," ungkap dia.
Menurut Aris, saat kejadian kedua orang tua korban sedang bekerja sehingga korban berada seorang diri di rumah.
"Ibunya pulang dari kerja dari pabrik rokok pulang histeris, kemudian warga mulai berdatangan," kata dia.
Korban diketahui merupakan anak tunggal dari Dewi.
Ayah kandung korban telah meninggal dunia.
Saat ini, sang ibu telah menikah lagi dengan Sukadi dan menempati rumah tersebut sejak sekitar tiga bulan terakhir.
"Kedua orangtuanya sedang kerja, hanya korban di sini dia anak tunggal, ayah kandungnya meninggal dunia kemudian menikah lagi dengan Pak Sukadi," kata dia.
Polisi menduga korban Bilqis (11) meninggal akibat tindak kekerasan berupa pembunuhan.
Kasatreskrim Polres Sragen AKP Catur Agus Yudo Praseno menjelaskan Bilqis pertama kali ditemukan oleh ibunya, Dewi, sepulang bekerja.
"Yang mengetahui pertama kali, ibu kandung korban dan dalam kondisi mengenakan baju Pramuka," kata Catur, Jumat (5/6/2026).
Baca juga: Detik-detik Bocah 7 Tahun Diculik Driver Ojol hingga Ditemukan Tewas, Modus Pelaku Ajak Memancing
Polisi segera melakukan olah TKP dan membawa jasad korban ke RSUD dr. Soehadi Prijonegoro Sragen untuk pemeriksaan medis.
Dari hasil pemeriksaan luar, ditemukan luka yang diduga bekas kekerasan.
Ia menambahkan, kondisi tubuh korban yang diduga mengalami kekerasan sudah mengering.
Perkiraan sementara, peristiwa terjadi sekitar pukul 10.00–10.30 WIB.
"Yang jelas kita temukan adanya dugaan kekerasan yang menyebabkan korban meninggal dunia. Namun demikian, motif daripada kejadian ini akan menjadi pendalaman kami," ujar Catur.
Polisi kini mendalami kasus dengan melibatkan Biddokes Polda Jateng untuk penanganan jenazah.
"Kurang lebih 4 orang kita mintai keterangan. Namun demikian, masih berlangsung. Jadi nanti dari beberapa alat bukti yang sudah kita dapatkan, kita nanti akan lakukan langkah-langkah evaluasi dalam rangka ungkap kasus," pungkas Catur.
(tribun network/thf/TribunSolo.com)