Pegiat Lingkungan Buang Sampah di Depan Kantor Bupati Sorong Selatan
Petrus Bolly Lamak June 06, 2026 08:38 AM

 

TRIBUNSORONG.COM, TEMINABUAN - Aksi bersih-bersih sampah di wilayah pesisir Teminabuan, Kabupaten Sorong Selatan, berlanjut dengan aksi spontanitas para pegiat lingkungan dan organisasi kemahasiswaan, Kamis (5/6/2026).

Setelah mengangkut sampah dari kawasan pesisir, massa menggunakan truk membawa sampah tersebut ke depan Kantor Bupati Sorong Selatan.

Baca juga: Aksi Bersih Sampah di Sorong Selatan Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia

Sampah kemudian diturunkan sebagai simbol protes sekaligus bentuk penyampaian aspirasi kepada pemerintah daerah.

Satu per satu perwakilan organisasi kemahasiswaan dan kepemudaan menyampaikan orasi di halaman Kantor Bupati. 

Mereka menyoroti persoalan sampah laut yang dinilai belum mendapat perhatian serius.

Baca juga: PNM Dorong Pemberdayaan Berkelanjutan lewat Penyaluran Pakaian, Buku, dan Penanaman 27.000 Pohon

Pegiat lingkungan Sorong Selatan Holand Abago mengatakan selama ini penanganan sampah lebih banyak berfokus pada wilayah daratan, sementara persoalan sampah di laut dan pesisir masih terabaikan.

"Meskipun di darat belum maksimal, tetap kami hargai. Tapi masyarakat yang tinggal di daerah pesisir juga terganggu dengan sampah yang sudah menumpuk dan berpotensi merusak ekosistem laut," ujarnya.

Menurut Holand, kondisi tersebut berdampak langsung terhadap masyarakat pesisir yang menggantungkan hidup dari hasil laut.

"Kalau hasil laut sudah terkontaminasi limbah dan sampah, yang mengonsumsi itu kita dan keluarga kita sendiri. Dampaknya bisa menimbulkan penyakit," katanya.

Ia juga mengingatkan bahwa sampah plastik membutuhkan waktu sangat lama untuk terurai sehingga ancamannya terhadap lingkungan laut tidak bisa dianggap sepele.

Baca juga: Kantor Kelurahan Kohoin Sorong Selatan Dipalang Pemilik Hak Ulayat: Pelayanan Pindah

Dalam aksi tersebut, massa juga menyampaikan aspirasi di antaranya mendesak Pemda melakukan sosialisasi dan edukasi Perda Persampahan, hingga pemberian sanksi tegas terhadap pihak yang terbukti membuang sampah ke laut.

Perwakilan pemuda adat Obaja Saflesa, mempertanyakan implementasi program pengelolaan sampah yang selama ini dijalankan pemerintah.

"Masyarakat ingin melihat hasil nyata di lapangan," ujarnya

Sementara Ketua GMKI Cabang Teminabuan Gofon Arky Lemauk, mengatakan aksi tersebut bertujuan mengingatkan pemerintah terhadap persoalan sampah.

Baca juga: Lapak Dadakan Atribut Piala Dunia 2026 Mulai Menjamur di Sorong Selatan

“Memang sampah adalah tanggung jawab bersama, tetapi perlu ada ketegasan dari dinas terkait. Sosialisasi juga harus menyasar masyarakat yang tinggal di wilayah pesisir pantai," ujarnya.

Aspirasi diterima Pemerintah Kabupaten Sorong Selatan melalui Asisten III Bidang Administrasi Umum Edith Dony Tamaela. 

Baca juga: DPPPA Sorong Selatan Ungkap Rincian Kasus Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak

Di hadapan massa ia mengakui perhatian pemerintah selama ini masih lebih tertuju pada persoalan sampah di darat dibandingkan di laut.

"Untuk sampah di laut memang belum maksimal. Ke depan kami akan melakukan sosialisasi juga, terutama kepada masyarakat yang tinggal di bantaran sungai, tidak hanya kepada kapal-kapal yang membuang sampah di laut," katanya.

Menurutnya, persoalan sampah merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan keterlibatan pemerintah dan masyarakat. (tribunsorong.com/astri)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.