TRIBUNNEWS.COM - Kabar membanggakan datang dari panggung bulu tangkis dunia. Sektor ganda putra Indonesia dipastikan mengukir sejarah baru dalam update ranking BWF pekan depan.
Pasangan muda yang tengah naik daun, Raymond Indra/Nikolaus Joaquin, berhasil merealisasikan mimpi besar mereka untuk menembus jajaran 10 besar dunia untuk pertama kalinya sepanjang karier mereka, Sabtu (6/6/2026).
Keberhasilan ini tidak hanya menjadi tonggak sejarah personal bagi Raymond/Joaquin.
Dengan melesatnya pasangan muda ini, Indonesia kini resmi menempatkan tiga wakil ganda putra di dalam lingkaran elite top 10 dunia.
Perjalanan Raymond/Joaquin menuju peringkat 10 dunia diwarnai oleh drama dan strategi yang tepat.
Sebelum berlaga di hadapan publik sendiri, pasangan ini sempat didera kekhawatiran karena Raymond mengalami masalah pada punggungnya.
Cedera tersebut memaksa mereka untuk absen dan melewatkan turnamen Singapore Open 2026 yang digelar pekan lalu.
Namun, keputusan untuk absen tersebut justru membawa berkah tersendiri.
Baca juga: Sabar/Reza vs Raymond/Joaquin di Polytron Indonesia Open 2026, Antara Jejak Minion dan Tuah Istora
Alih-alih kehilangan momentum, jeda satu pekan itu dimanfaatkan dengan sangat baik oleh mereka untuk memulihkan kondisi fisik dan fokus total mempersiapkan diri untuk Polytron Indonesia Open 2026.
Tampil dengan kondisi yang bugar dan didukung penuh oleh publik sendiri, Raymond/Joaquin tampil kesetanan.
Mereka berhasil melaju hingga babak semifinal di turnamen berkategori BWF Super 1000 tersebut.
Sebagai turnamen dengan level tertinggi, kelolosan ke babak semifinal memberikan suntikan poin yang luar biasa masif sebesar 8.400.
Tambahan pencapaian inilah yang menjadi motor utama penggerak posisi mereka.
Berdasarkan prediksi BadmintonTalk, posisi Raymond/Joaquin dipastikan melonjak dari peringkat ke-12 langsung ke peringkat ke-10 dunia.
Kepastian ini akan terlihat ketika BWF merilis pembaruan peringkat resmi pada Selasa, 9 Juni 2026 mendatang.
Pencapaian ini sekaligus menuntaskan target besar yang dicanangkan oleh Raymond/Joaquin sejak awal tahun.
Mereka memang membidik tahun 2026 sebagai momentum emas untuk tembus jajaran sepuluh besar dunia.
Keberhasilan Raymond/Joaquin melesat ke peringkat ke-10 dunia secara otomatis membuat peta kekuatan ganda putra Indonesia.
Indonesia kini sukses menyamai kedigdayaan negara tetangga sekaligus rival abadi mereka, Malaysia.
Di mana Negeri Jiran yang selama beberapa bulan terakhir mendominasi jajaran top 10 dengan tiga wakilnya.
Saat ini, Malaysia menempatkan Aaron Chia/Soh Wooi Yik di peringkat ke-3, Man Wei Chong/Tee Kai Wun di peringkat ke-6, dan Goh Sze Fei/Nur Izzuddin di peringkat ke-8 dunia.
Mulai pekan depan, Indonesia dengan bangga menyejajarkan diri berkat kehadiran tiga pasang terbaiknya.
Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri peringkat 2 dunia, Sabar Karyaman/Reza Pahlevi ranking 7, kemudian hadirlah Raymond/Joaquin.
Kehadiran tiga wakil di jajaran sepuluh besar ini menjadi angin segar yang sangat krusial untuk masa depan bulu tangkis Indonesia.
Momentum positif ini harus terus dijaga dengan konsistensi tingkat tinggi.
Pasalnya, kalender kompetisi ke depan akan semakin padat dan menantang.
Terlebih lagi, fase kualifikasi menuju ajang olahraga paling bergengsi di dunia, Olimpiade Los Angeles 2028, akan segera dimulai.
Solidnya performa, kematangan mental bertanding, serta posisi peringkat dunia yang menguntungkan seperti saat ini diharapkan dapat menjadi pelecut semangat bagi para utusan Merah-Putih.
Sejarah baru telah tercipta di Polytron Indonesia Open 2026, namun tugas berat untuk mempertahankan takhta dan prestasi di level internasional baru saja dimulai bagi Raymond/Joaquin.
(Tribunnews.com/Niken)