Panitia penyelenggara Piala Dunia 2026 telah mengubah keputusan mereka terkait izin membawa botol kosong ke dalam stadion yang diperkirakan akan sangat panas pada musim panas ini.
FIFA telah melarang para penonton membawa botol air minum ke dalam area stadion selama turnamen Piala Dunia musim panas ini, meskipun banyak pertandingan diperkirakan akan berlangsung dalam suhu yang menyengat.
Sebelumnya, panitia Piala Dunia menyatakan bahwa penonton diizinkan membawa botol kosong, transparan, dan dapat digunakan kembali dengan kapasitas hingga satu liter ke dalam stadion.
Namun, dalam pembaruan yang diterbitkan FIFA pada hari Rabu, keputusan tersebut dibatalkan. FIFA secara tegas melarang penonton membawa botol ke dalam stadion, meskipun banyak stadion di Amerika Utara telah dilengkapi dengan pancuran air minum agar penonton dapat mengisi ulang botol mereka sesuai kebutuhan.
Keputusan ini menuai kecaman luas mengingat kondisi cuaca ekstrem yang diperkirakan akan terjadi selama turnamen musim panas nanti.
FIFA mengklaim bahwa keputusan tersebut diambil atas dasar alasan keamanan, karena dikhawatirkan penonton dapat melempar botol berisi air ke tribun atau ke lapangan. Hal ini terjadi meskipun pada Piala Dunia Antarklub musim panas lalu, penonton diizinkan membawa botol air ke banyak stadion yang sama.
Beberapa pihak berspekulasi bahwa keputusan ini mungkin bertujuan untuk meningkatkan penjualan barang dagangan dan minuman di dalam stadion.
Hal ini bukan pertama kalinya terjadi. Pada Piala Dunia Wanita 2019 di Prancis, botol air juga disita di pintu masuk stadion.
Memang tersedia pancuran air di area stadion, namun tanpa wadah seperti gelas atau botol, para penonton akan kesulitan meminum air dari pancuran tersebut.
Dan tentu saja, dengan menambah beberapa Euro dari harga yang seharusnya, penonton bisa membeli gelas koleksi berlogo FIFA dan Coca-Cola sebagai alternatif.
Beberapa penonton bahkan masih menyimpan gelas tersebut sebagai kenang-kenangan, dibawa pulang dari kota Grenoble.
Namun, untuk bersikap adil terhadap FIFA, sebenarnya ada solusi yang lebih sederhana, seperti mengizinkan botol berukuran kecil 500ml tanpa tutup, sebagaimana diterapkan di banyak tempat lainnya.
Larangan ini menjadi contoh terbaru dari berbagai kebijakan yang dianggap merugikan penonton di Piala Dunia, setelah sebelumnya harga tiket tinggi membuat ribuan kursi kosong hanya beberapa hari sebelum turnamen dimulai, serta mahalnya biaya transportasi umum di beberapa kota tuan rumah.
Mungkin masih ada alasan ekologis yang bisa dijadikan pembenaran untuk larangan ini, jika saja stadion tidak menjual botol plastik baru berisi air di lokasi acara.