TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SAMBAS - Aktivitas operasional Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Simpuan Desa Singaraya, Kecamatan Semparuk, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat terpantau tidak beroperasi pada Jumat 5 Juni 2026 imbas insiden mobil Toyota Calya terbakar sehari sebelumnya.
Dari pantauan TribunPontianak.co.id, dua pagar utama SPBU itu tertutup rapat.
Tidak ada aktivitas pendistribusian Bahan Bakar Minyak (BBM).
Hanya ada sejumlah petugas dan pekerja di lokasi.
Terpantau pada Jumat 5 Juni 2026 siang, mereka tampak sibuk membersihkan area SPBU.
Sehari setelah insiden sebuah mobil Toyota Calya warna hitam hangus terbakar, operasional SPBU terhenti.
Tampak di lokasi masih terlihat puing bekas satu unit Mobil Toyota Calya terbakar.
• Polisi Selidiki Penyebab Mobil Terbakar Saat Isi Pertalite di Sambas
Sedangkan, aroma terbakar masih tercium di sekitar area SPBU itu.
Mobil itu hanya tersisa kerangka yang hangus terbakar.
Beberapa bagian mobil hangus bekas dilahap si jago merah. Di kelilingnya terbentang garis polisi bewarna kuning.
Seluruh badan Mobil menghitam akibat dilalap api.
Cat kendaraan terkelupas, kaca jendela pecah. Kerusakannya parah hingga hanya menyisakan rangka besi.
Selain Mobil, beberapa bagian fasilitas SPBU Simpuan juga kena imbas kebakaran.
Mesin pompa pengisian BBM, termasuk nozle juga menghitam.
Komponennya rusak karena terkena api.
Atap yang menopang mesin pompa BBM juga tampak terkelupas bekas kebakaran.
Selain kendaraan dan dispenser BBM, dampak kebakaran juga merusak kanopi SPBU.
Sebagian sisi atap mengalami kerusakan akibat dilalap api.
Di sekitar lokasi juga ada puing-puing sisa kebakaran serta bekas cairan yang masih berserakan di lantai beton.
Manajer SPBU Simpuan Kecamatan Semparuk, Aan Andrianto, saat ditemui awak media memilih tak memberikan penjelasan terkait insiden tersebut.
Pihak SPBU Simpuan masih menunggu hasil penyelidikan resmi dari kepolisian.
Sampai saat ini, penyebab pasti kebakaran yang terjadi saat proses pengisian BBM tersebut masih dalam penyelidikan aparat berwenang.
Polisi telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), mengamankan barang bukti, serta meminta keterangan sejumlah saksi untuk mengungkap penyebab insiden yang sempat membuat heboh warga Kecamatan Semparuk tersebut.
Menyusul insiden kebakaran Mobil itu aktivitas pendistribusian BBM terpaksa berhenti.
Warga belum bisa mengisi BBM di SPBU itu sementara waktu.
Aktivitas jual beli BBM tak dapat dilakukan layaknya hari biasa sebelum insiden kebakaran.
• Mobil Calya Meledak dan Terbakar di SPBU Semparuk Sambas, Pertamina Pastikan Situasi Terkendali
Berdasarkan informasi awal yang dihimpun kepolisian, kejadian bermula ketika mobil Toyota Calya yang dikendarai seseorang berinisial PP sedang melakukan pengisian BBM jenis pertalite di nozel 2 SPBU tersebut.
Namun, saat proses pengisian berlangsung, suasana mendadak berubah mencekam setelah terdengar suara ledakan yang diduga berasal dari dalam kabin kendaraan.
Pengemudi yang saat itu berada di dalam mobil langsung terkejut dan buru-buru keluar menyelamatkan diri setelah melihat api mulai muncul dari bagian kendaraan.
Melihat kondisi darurat tersebut, dua orang yang berada di lokasi, masing-masing berinisial P dan LP, dengan sigap mengambil Alat Pemadam Api Ringan (APAR) untuk mencoba memadamkan kobaran api.
Keduanya juga berupaya mendorong mobil menjauh dari area dispenser pengisian BBM guna menghindari risiko ledakan yang lebih besar dan mencegah api merembet ke fasilitas SPBU lainnya.
Namun, upaya tersebut tidak berhasil karena api dengan cepat membesar dan melalap hampir seluruh bagian kendaraan dalam waktu singkat.
Tidak lama berselang, sejumlah unit pemadam kebakaran dari Kecamatan Semparuk, Pemangkat, dan Tebas tiba di lokasi untuk melakukan proses pemadaman.