Update Ledakan Bom di Biak: Tim DVI Identifikasi 34 Potongan Tubuh, Hanya 6 Sampel DNA Bisa Diambil
Paul Manahara Tambunan June 06, 2026 08:27 AM

 


TRIBUN-PAPUA.COM, BIAK NUMFOR – Proses identifikasi terhadap korban insiden ledakan dahsyat bom sisa Perang Dunia II di Kompleks Perikanan, Kelurahan Fandoi, Kabupaten Biak Numfor, Papua, terus dikebut oleh pihak kepolisian.

Hingga memasuki hari keenam pasca-kejadian, Jumat (5/6/2026), Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Papua dilaporkan telah berhasil mengidentifikasi puluhan potongan tubuh manusia dari lokasi kejadian.

Kapolres Biak Numfor, AKBP Ari Trestiawan, mengungkapkan perkembangan terbaru dalam rilis resminya pada Jumat malam.

Pihaknya membeberkan bahwa tim DVI sejauh ini telah memeriksa sebanyak 34 potongan tubuh korban yang dievakuasi dari titik ledakan.

Kendati berhasil mengidentifikasi 34 potongan tubuh, AKBP Ari Trestiawan menyebutkan bahwa kondisi temuan di lapangan cukup memprihatinkan.

Akibatnya, tim medis hanya mampu mengamankan enam sampel DNA post mortem yang memenuhi syarat untuk dilakukan proses pencocokan identitas lebih lanjut.

Baca juga: Update Ledakan Bom di Biak Papua: Tim Jibom Temukan Granat Modifikasi, 18 Potongan Tubuh Dievakuasi

“Tim DVI Polda Papua sudah mengidentifikasi 34 potongan tubuh, namun hanya enam sampel DNA post mortem yang bisa diambil sebagai sampel DNA,"

"Selanjutnya sampel tersebut akan segera dikirim ke Laboratorium DNA Pusdokkes Polri untuk pemeriksaan lebih mendalam,” ujar AKBP Ari Trestiawan kepada awak media.

PERISTIWA LEDAKAN - Kapolres Biak Numfor bersama Kasatreskrim bersama anggota lainnya saat turun ke lokasi untuk sterilisasi dan identifikasi lokasi ledakan, Minggi (31/5/2026).
PERISTIWA LEDAKAN - Kapolres Biak Numfor bersama Kasatreskrim bersama anggota lainnya saat turun ke lokasi untuk sterilisasi dan identifikasi lokasi ledakan, Minggi (31/5/2026). (Tribun-Papua.com/Fiona Sihasale)

Kembali Temukan 17 Potongan Tubuh

Operasi kemanusiaan dan pencarian di sekitar lokasi kejadian dipastikan masih akan terus berlanjut hingga beberapa hari ke depan.

Aparat gabungan yang terdiri dari jajaran Basarnas, Polri, TNI, beserta instansi terkait dilaporkan terus menyisir setiap sudut lokasi yang hancur akibat ledakan.

Bahkan, dalam operasi penyisiran yang digelar pada hari keenam ini, tim Basarnas bersama personel gabungan kembali menemukan sebanyak 17 potongan bagian tubuh manusia baru.

Seluruh potongan tubuh yang baru ditemukan tersebut kini telah dievakuasi dan diserahkan kepada Tim DVI Polda Papua untuk masuk ke tahap identifikasi susulan.

Selain potongan tubuh manusia, tim gabungan juga menyisir area sekitar untuk mencari barang-barang milik korban maupun benda asing yang berkaitan dengan aktivitas sebelum ledakan maut itu terjadi.

Dari hasil penyisiran tersebut, petugas menemukan sejumlah barang penting, di antaranya:

  • 1 Lembar Kartu Keluarga (KK) atas nama Luther Raubaba
  • 1 Unit Proyektor merk Sony
  • 1 Unit Telepon Genggam (HP)
  • 1 Unit Dompet dan 1 buah Tas
  • 1 Unit Bor Listrik, 1 Unit Mixer, dan 1 Batang besi berukuran sekitar 40 centimeter.

Sementara itu, Tim Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) yang dikerahkan ke lokasi juga mengamankan beberapa alat kerja pemotongan besi dalam radius 50 meter dari pusat ledakan.

Barang bukti forensik tersebut meliputi serpihan yang diduga kuat merupakan logam, satu buah mata gergaji, satu gagang gergaji besi, serta satu unit mata gerinda.

Warga Dilarang Masuk Ring 1

Kabar baiknya, area Kompleks Perikanan Fandoi yang sebelumnya baru dinyatakan 75 persen steril, kini dipastikan sudah mencapai 100 persen steril dari material berbahaya yang tidak stabil.

Dengan kondisi lokasi yang sudah steril total, seluruh personel tim gabungan dipastikan dapat melaksanakan proses evakuasi lanjutan serta olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) secara maksimal pada keesokan harinya.

Kendati demikian, Kapolres Biak Numfor dengan tegas mengimbau dan mengingatkan masyarakat luas agar sama sekali tidak mendekat atau memasuki kawasan Ring 1 demi keselamatan diri dan kelancaran penyelidikan.

Baca juga: Bupati Biak Numfor Minta ASN Tidak Cepat Puas usai Sukses Pertahankan WTP ke-6

Petugas akan memfokuskan pencarian lanjutan di area Ring 1 yang menjadi pusat titik ledakan, serta Ring 2 untuk menyisir sisa-sisa korban maupun barang bukti yang mungkin masih tercecer.

Adapun untuk seluruh korban luka-luka yang sempat dilarikan ke fasilitas medis, saat ini kondisinya dilaporkan telah stabil dan diperbolehkan menjalani rawat jalan.

Seluruh penanganan dan logistik para korban kini telah dipusatkan di posko pengungsian.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.