Penuh Warna dan Kilau, Alasan Tradisi Busana Bling-Bling Jemaah Haji Sulsel Saat Pulang ke Tanah Air
Sinta Darmastri June 06, 2026 09:44 AM

 

TRIBUNSTYLE.COM - Suasana ceria menyelimuti plaza ruang tunggu haji di Bandara King Abdul Aziz, Jeddah, Arab Saudi pada Jumat (5/6/2026). Di tengah momen perpisahan tersebut, Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia, Mochamad Irfan Yusuf, secara resmi melepas kepulangan jemaah haji kelompok terbang (kloter) 7 embarkasi UPG (Makassar).

Ada pemandangan menarik yang mencuri perhatian dalam momen pelepasan tersebut. Pria yang akrab disapa Gus Irfan itu tampak tersenyum lebar saat menyapa deretan jemaah asal Kabupaten Gowa. Pasalnya, mereka tampil nyentrik dan mencolok dengan mengenakan pakaian bernuansa gemerlap alias bling-bling.

Gus Irfan pun memaklumi penampilan mencolok tersebut sebagai bagian dari ragam budaya di Indonesia.

"Ini ciri khas dari jemaah Sulawesi Selatan. Beberapa kabupaten memang (berbusana) seperti ini," kata Gus Irfan di sela melepas kepulangan jemaah, Jumat (5/6/2026).

Menurut Gus Irfan, gaya busana yang heboh ini bukanlah sekadar ajang pamer, melainkan sebuah ekspresi kebahagiaan yang mendalam. Setelah berjuang fisik dan mental menuntaskan seluruh rukun ibadah haji selama kurang lebih 40 hari di Tanah Suci, rasa syukur itu tumpah melalui pakaian terbaik mereka.

"Wujud kegembiraan, kearifan lokal. Yang penting tidak mengganggu dan tidak keluar dari kesyarian tidak masalah," katanya.

Baca juga: Innalillahi! Jemaah Haji Asal Karawang Wafat Usai Alami Serangan Jantung di Dekat Masjidil Haram

Salah seorang jemaah asal Desa Jonjo, Kecamatan Parigi, Kabupaten Gowa, Saharia Mannyikko (47), menceritakan bahwa busana yang ia kenakan memiliki makna yang jauh lebih dalam dari sekadar kain pembungkus tubuh. Pakaian indah bertabur manik-manik ini adalah warisan budaya yang dijaga ketat di kampung halamannya.

"Sudah sejak dulu orangtua kami setelah haji memakai baju renda seperti ini," ujarnya saat ditemui di plaza ruang tunggu haji Bandara King Abdul Aziz Jeddah.

Bagi Saharia dan jemaah asal Sulawesi Selatan lainnya, bersolek dengan pakaian istimewa sebelum naik ke pesawat menuju Tanah Air adalah sebuah keharusan. Mereka ingin menyambut keluarga tercinta yang sudah menanti di Indonesia dengan penampilan yang paling prima dan penuh sukacita.

Baca juga: Sempat Terpisah Saat Tawaf, Kronologi Jemaah Haji yang Ditemukan Wafat Usai 8 Hari Hilang di Makkah

Pada hari yang sama, Menteri Haji dan Umrah RI tidak hanya melepas kepulangan kloter 7 UPG, tetapi juga jemaah dari kloter 21 embarkasi SUB (Surabaya).

Berdasarkan data terbaru hingga Jumat (5/6/2026), pergerakan arus balik jemaah haji terus mengalir lancar. Tercatat sudah ada 78 kelompok terbang yang mengudara kembali ke Indonesia, mengangkut sebanyak 30.579 jemaah atau sekitar 14,8 persen dari total keseluruhan kuota jemaah tahun ini.

Sebagai informasi, proses pemulangan jemaah haji Indonesia dilakukan dalam dua gelombang utama pasca-puncak ibadah haji selesai. Untuk jemaah gelombang 1, proses pemulangan dipusatkan melalui Bandara King Abdul Aziz, Jeddah, mulai tanggal 1 hingga 15 Juni 2026. Sementara itu, jemaah gelombang 2 dijadwalkan terbang kembali ke Tanah Air melalui Bandara Madinah pada periode 16 hingga 30 Juni 2026.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.