Modal Awal Investasi di Pasar Modal Terjangkau Jadi Pilihan Gen Z dan Milenial Babel
Fitriadi June 06, 2026 11:03 AM

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Kepala Kantor Perwakilan BEI Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Fahmi Al Kahfi, mengatakan pertumbuhan investor saham di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung meningkat signifikan dalam beberapa tahun terakhir.

Gen Z dan milenial mendominasi grafik pertumbuhan tersebut.

Menurut Fahmi, meningkatnya minat tersebut didorong perubahan pola pikir generasi muda yang mulai memahami pentingnya membangun aset sejak dini.

Kini mahasiswa hingga pelajar mulai menjadikan pasar modal sebagai salah satu pilihan untuk merencanakan masa depan keuangan mereka.

"Benar, karena investasi di pasar modal ini aman dan terjangkau. Mahasiswa sekarang sudah mulai bisa belajar berinvestasi cukup dengan menyisihkan sebagian uang jajannya saja," katanya, Kamis (4/6/2026).

Baca juga: Rugi Tak Bikin Kapok, Geliat Anak Muda Bangka Belitung Main Saham

Keterjangkauan modal awal menjadi salah satu faktor yang membuat investasi saham semakin inklusif bagi generasi muda.

Selain itu, kemudahan akses informasi dan perkembangan teknologi digital juga membuat proses belajar investasi menjadi jauh lebih mudah dibandingkan beberapa tahun lalu.

"Minat investasi generasi muda meningkat seiring pemahaman terhadap investasi dan literasi keuangan yang semakin baik. Ditambah lagi akses informasi sekarang lebih mudah, begitu juga akses terhadap produk keuangan itu sendiri," jelasnya.

Di Bangka Belitung, kampus-kampus yang memiliki Galeri Investasi dan Kelompok Studi Pasar Modal turut menjadi motor penggerak tumbuhnya investor muda.

Melalui berbagai kegiatan edukasi, mahasiswa diajak memahami bukan hanya peluang keuntungan, tetapi juga risiko yang melekat pada investasi.

"Peran Galeri Investasi dan KSPM menjadi tonggak penggerak literasi pasar modal, khususnya di kalangan pelajar dan mahasiswa," ujarnya.

Meski optimistis terhadap tren positif tersebut, Fahmi mengingatkan bahwa investasi tetap harus disertai pemahaman yang memadai dan manajemen risiko yang baik.

Ia berharap generasi muda tidak terjebak pada euforia keuntungan instan maupun mengikuti tren tanpa memahami produk yang dibeli.

"Di tengah semangat membangun aset investasi yang tinggi, generasi muda harus tetap memiliki mitigasi risiko yang baik sehingga bijak dalam mengambil keputusan investasi," katanya. (t2)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.