Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Program Bulan Belanja Bandung (BBB) kembali bergulir.
Program BBB 2026 terdiri dari sejumlah rangkaian kegiatan yang berlangsung sejak Juni hingga Agustus 2026.
Agenda ini tidak hanya melibatkan pemerintah, tetapi juga asosiasi pusat perbelanjaan, pelaku usaha, hingga komunitas ekonomi kreatif.
Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kota Bandung berharap BBB 2026 bisa berdampak positif terhadap perputaran ekonomi di Kota Bandung.
Program yang memasuki tahun ketiga ini diyakini mampu melanjutkan tren positif tahun sebelumnya dengan perputaran ekonomi mencapai Rp101,07 miliar.
Disdagin Kota Bandung akan berupaya mengejar target tersebut.
Kepala Disdagin Kota Bandung, Ronny Ahmad Nurudin, optimistis capaian tersebut dapat meningkat di tengah tantangan ekonomi global karena pelaksanaan BBB tahun ini merupakan kelanjutan dari kesuksesan tahun sebelumnya.
Baca juga: Jadwal Persib Vs JDT, Duel Dua Raksasa Sepak Bola Asia Tenggara Akhirnya Terwujud
"Alhamdulillah tidak terasa kita sudah memasuki tahun ketiga pelaksanaan Bulan Belanja Bandung. Tahun ini insha Allah akan kembali terselenggara dengan rangkaian kegiatan yang lebih kolaboratif," ujar Ronny, Jumat (5/6/2026).
Pelaksanaan BBB 2026 diawali dengan Pasar Kreatif Bandung pada 8 Juni hingga 2 Agustus 2026.
Dilanjutkan Indonesia Shopping Festival (ISF) pada Agustus yang diinisiasi oleh APPBI, serta Hari Belanja Diskon Indonesia (HBDI) oleh Hippindo.
"Ini agenda strategis untuk menggerakkan perekonomian. Kita ingin meningkatkan daya saing pelaku usaha sekaligus memperkuat branding produk lokal Bandung," katanya.
Sebagai penutup, akan digelar Bandung Great Sale pada 21–23 Agustus 2026 di Laswi Heritage yang menjadi puncak kegiatan sekaligus ajang promosi besar-besaran berbagai produk unggulan Kota Bandung.
Ronny mengatakan, tujuan utama dari BBB adalah meningkatkan aktivitas perdagangan, memperluas akses pasar bagi UMKM, dan mendorong konsumsi masyarakat.
Ia juga menyinggung capaian pertumbuhan ekonomi Kota Bandung yang sebelumnya berada di angka 5,29 persen pada 2025.
Terkait hal itu BBB dinilai menjadi salah satu instrumen penting untuk menjaga tren positif tersebut di tengah tantangan global.
Atas hal tersebut, Ronny menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menyukseskan program ini, termasuk dengan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan serta sektor perhotelan dan kuliner.
Baca juga: Pemkab Bandung Siapkan CFD di Dua Lokasi, ASN Diimbau Kurangi Kendaraan Bermotor Pribadi
"Tidak ada kompetisi, yang ada kolaborasi. Kita ingin semua stakeholder terlibat agar dampaknya lebih luas," ucap Ronny.
Selain itu, Bandung Great Sale tahun ini menghadirkan konsep berbeda dengan lokasi utama di luar pusat perbelanjaan, yakni di ruang terbuka Laswi Heritage, guna menarik lebih banyak kunjungan wisatawan.
Ronny berharap, melalui rangkaian kegiatan ini, Kota Bandung semakin dikenal sebagai destinasi wisata belanja dan pusat ekonomi kreatif nasional.
“Kita targetkan kunjungan wisata meningkat, terutama dari luar kota. Bandung harus jadi tujuan utama untuk belanja, kuliner, dan fesyen,” katanya. (*)