TRIBUNSUMSEL.COM,PALEMBANG- Universitas Terbuka (UT) Palembang terus memperkuat sinergi dengan Sentra Layanan Universitas Terbuka (SALUT) guna meningkatkan kualitas layanan kepada mahasiswa.
Komitmen tersebut ditegaskan dalam Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) UT Palembang dan SALUT Tahun 2026 yang berlangsung selama dua hari pada tanggal 5 hingga 6 Juni 2026.
Mengusung tema Memperkuat Sinergitas dalam Mewujudkan Kewibawaan dan Reputasi Akademik yang Berintegritas dan Revolusioner, kegiatan ini menjadi forum evaluasi sekaligus penyamaan persepsi terkait berbagai perubahan layanan akademik yang diterapkan UT.
Direktur Universitas Terbuka Palembang, Drs. Tair Abunaim, MM mengatakan bahwa Rakorda bukan sekadar agenda rutin tahunan, tetapi juga menjadi sarana mempererat silaturahmi dan memperkuat koordinasi antara UT Palembang dengan seluruh SALUT daerah di Sumsel.
“Melalui Rakorda ini kita ingin menjaga silaturahmi sekaligus mengevaluasi berbagai program yang telah dilaksanakan. Yang paling penting adalah bagaimana seluruh SALUT memiliki pemahaman yang sama sehingga pelayanan kepada mahasiswa dapat berjalan selaras,” ujarnya.
Naim sapaan akrabnya menerangkan sebanyak 51 SALUT mengikuti Rakorda tersebut dengan menghadirkan minimal tiga peserta dari masing-masing SALUT.
Menurut Naim, kehadiran lebih banyak peserta diharapkan mampu memperluas pemahaman terkait kebijakan dan layanan terbaru yang harus disampaikan kepada mahasiswa.
Naim menjelaskan, saat ini terdapat beberapa perubahan dalam layanan akademik UT, mulai dari sistem registrasi hingga pelaksanaan ujian.
“Karena itu, informasi tersebut harus tersampaikan secara utuh kepada mahasiswa agar tidak menimbulkan kebingungan,” ucap Naim.
Ia menekankan pentingnya peran SALUT sebagai mitra UT dalam memberikan pendampingan kepada mahasiswa, terutama dalam memahami mekanisme layanan akademik yang kini semakin berbasis digital.
“Kita ingin mahasiswa mengetahui sejak awal bagaimana sistem registrasi, lokasi tutorial, tempat ujian hingga skema ujian yang akan mereka ikuti. Dengan begitu layanan akan lebih tertata dan mahasiswa tidak mengalami kendala saat menjalani proses perkuliahan,” katanya.
Salah satu kebijakan strategis yang menjadi fokus pembahasan dalam Rakorda adalah pelaksanaan ujian secara online.
“Berbeda dengan target nasional yang mengarahkan komposisi 80 persen ujian online dan 20 persen ujian tatap muka, kami UT Palembang menargetkan seluruh ujian dapat dilaksanakan secara online,” terang Naim.
Untuk mendukung target tersebut, pihaknya telah menyiapkan 84 lokasi ujian yang tersebar di berbagai daerah. Lokasi tersebut disediakan melalui kerja sama dengan sekolah, Dinas Pendidikan, serta dukungan fasilitas dari PT Pos Indonesia.
“Kami akan mencoba melaksanakan ujian online 100 persen. Sebanyak 86 lokasi ujian sudah dipersiapkan dan mudah-mudahan pelaksanaannya berjalan lancar tanpa kendala,” ungkap Naim.
Penerapan ujian online penuh tersebut dijadwalkan berlangsung mulai 20 Juni hingga 5 Juli 2026 secara bertahap.
Dalam kesempatan itu, Naim juga mengingatkan mahasiswa untuk mematuhi seluruh tata tertib ujian yang berlaku. Ia menegaskan bahwa pelanggaran selama ujian akan dikenakan sanksi tegas.
Menurutnya, penggunaan atau membuka telepon seluler saat ujian berlangsung merupakan pelanggaran serius yang dapat berdampak pada hasil akademik mahasiswa.
“Kalau ketahuan membuka smartphone saat ujian, seluruh mata kuliah yang diambil pada semester tersebut bisa mendapatkan nilai E,” tegasnya.
Baca juga: UT Palembang Uji Coba Ujian Online Berbasis Android, Mahasiswa Kini Bisa Ujian Lewat HP
Karena itu, pihaknya meminta seluruh SALUT untuk aktif mengingatkan mahasiswa agar segera mencetak kartu peserta ujian dan melakukan pendampingan apabila ditemukan kendala teknis maupun administrasi.
Saat ini sekitar 60 persen mahasiswa UT Palembang merupakan mahasiswa mandiri, sedangkan 40 persen lainnya merupakan mahasiswa binaan SALUT.
Kondisi tersebut menunjukkan peran penting SALUT dalam mendukung keberhasilan layanan pendidikan jarak jauh yang dijalankan UT.
Melalui penguatan koordinasi dan peningkatan kualitas layanan, UT Palembang optimistis mampu mencapai bahkan melampaui target mahasiswa yang ditetapkan oleh pusat pada tahun 2025.
“Kami berharap capaian mahasiswa tahun ini kembali melebihi target yang diberikan pusat. Minimal bisa mencapai 110 persen seperti yang pernah kita raih sebelumnya,” pungkas Naim.
Melalui Rakorda 2025, UT Palembang berharap terbangun kesamaan langkah antara kampus dan SALUT sehingga setiap kebijakan dan perubahan layanan akademik dapat diterima mahasiswa dengan baik, sekaligus meningkatkan kualitas pendidikan tinggi terbuka dan jarak jauh di Sumatera Selatan.