Tak Punya Pakaian Lagi, Keluarga Korban Kebakaran di Tenilo Gorontalo Bergantung Bantuan Warga
Wawan Akuba June 06, 2026 12:44 PM

 

 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo – Musibah kebakaran yang menghanguskan rumah keluarga Ismail Madjegu (50) di Kelurahan Tenilo, Kecamatan Kota Barat, Kota Gorontalo, Jumat (5/6/2026), menyisakan duka mendalam bagi korban.

Tidak hanya kehilangan rumah dan harta benda, keluarga tersebut kini bahkan tidak memiliki pakaian yang tersisa untuk dikenakan.

Seluruh pakaian yang berada di dalam rumah ikut hangus terbakar saat api melalap bangunan dalam waktu singkat.

Kepada TribunGorontalo.com, Sabtu (6/6/2026), Ismail mengaku saat ini dirinya bersama istri dan anak-anak hanya mengandalkan bantuan dari keluarga serta tetangga sekitar.

Baca juga: Tak Hanya Nilai CAT, Ini Skema Kelulusan PPPK Sekolah Rakyat 2026 yang Perlu Diketahui

"Semua habis terbakar. Pakaian juga tidak ada yang tersisa. Sekarang kami pakai pakaian yang diberikan keluarga dan tetangga," kata Ismail.

Kebakaran terjadi saat Ismail bersama istri dan beberapa anak keluar rumah untuk mencari tabung gas pengganti yang habis digunakan saat membuat kue.

Saat itu, keluarga sedang menyiapkan adonan kue untuk dijual seperti biasanya.

Usaha pembuatan kue tersebut menjadi sumber penghasilan utama keluarga.

Namun ketika mereka kembali, rumah yang ditempati sudah dalam kondisi terbakar.

Api dengan cepat menghanguskan hampir seluruh bagian bangunan beserta isi rumah.

Berbagai barang berharga milik keluarga tidak sempat diselamatkan.

Televisi, kursi, lemari, perlengkapan rumah tangga, perlengkapan sekolah anak-anak hingga dokumen penting keluarga ikut musnah.

Sejumlah ijazah dan surat-surat berharga juga hangus terbakar.

Bahkan uang tunai sekitar Rp4 juta yang disimpan di dalam rumah tidak berhasil diselamatkan.

"Semuanya habis. Kami tidak sempat keluarkan apa-apa karena api sudah besar saat tiba di rumah," ujarnya.

Pantauan TribunGorontalo.com di lokasi, rumah yang terbakar telah dipasangi garis polisi.

Bangunan mengalami kerusakan parah dengan sebagian besar atap roboh dan dinding menghitam akibat kobaran api.

Berbagai sisa barang yang terbakar masih terlihat berserakan di dalam rumah.

Di tengah puing-puing bangunan yang tersisa, keluarga Ismail kini berusaha bertahan sambil menunggu bantuan untuk memulai kembali kehidupan mereka.

Meski kehilangan hampir seluruh harta benda, Ismail mengaku tetap bersyukur karena tidak ada anggota keluarganya yang menjadi korban dalam peristiwa tersebut.

"Kalau rumah dan barang-barang memang sudah habis. Tapi saya masih bersyukur karena semua keluarga selamat. Itu yang paling penting bagi saya," tuturnya.

Kronologi Kebakaran

Kebakaran yang menghanguskan rumah keluarga Ismail Madjegu di Kelurahan Tenilo, Kecamatan Kota Barat, Kota Gorontalo, bermula saat keluarga tersebut tengah menjalani rutinitas membuat kue untuk dijual pada Jumat (5/6/2026) pagi.

Saat itu, Ismail bersama istri dan beberapa anaknya sedang menyiapkan adonan dan perlengkapan memasak. Namun di tengah persiapan, tabung gas yang digunakan mendadak habis sehingga proses pembuatan kue tidak dapat dilanjutkan.

Untuk mencari tabung gas pengganti, Ismail kemudian berangkat bersama istrinya dan beberapa anak menggunakan becak motor (bentor) menuju kawasan Taruna Remaja.

Sementara itu, anak keempat mereka, Febrianti, masih tertidur di dalam kamar rumah sehingga ditinggalkan seorang diri.

Dalam perjalanan mencari gas, Ismail melihat kepulan asap membumbung dari arah permukiman tempat tinggalnya. Awalnya ia tidak menaruh curiga. Namun semakin dekat menuju rumah, asap yang terlihat semakin tebal dan membuatnya mulai khawatir.

Perasaan tidak tenang itu terbukti benar. Setibanya di rumah, Ismail mendapati bangunan yang selama ini ditempatinya bersama keluarga sudah dalam kondisi setengah terbakar.

Kobaran api telah menguasai sebagian besar bangunan dan terus menjalar ke seluruh bagian rumah hingga mencapai atap.

Di tengah kepanikan, Ismail langsung teringat putrinya, Febrianti, yang masih tertidur di dalam rumah. Beruntung warga sekitar yang lebih dulu melihat kebakaran mengetahui masih ada penghuni di dalam bangunan tersebut. Warga kemudian berupaya membangunkan Febrianti dengan mengetuk jendela dan memanggil namanya dari luar rumah.

Saat terbangun, kondisi rumah sudah dipenuhi asap tebal. Api juga mulai menutup akses keluar melalui bagian tengah rumah sehingga pintu utama sulit dilalui. Dengan bantuan warga, Febrianti akhirnya berhasil menyelamatkan diri melalui jendela.

Meski sempat ingin kembali masuk ke dalam rumah untuk mengambil telepon genggam miliknya, niat tersebut urung dilakukan setelah warga melarang karena kobaran api sudah semakin besar dan membahayakan keselamatannya.

Sementara itu, Ismail bersama warga sempat berusaha memadamkan api menggunakan peralatan seadanya. Namun kobaran api bergerak terlalu cepat sehingga hampir seluruh isi rumah tidak berhasil diselamatkan.

Akibat kejadian tersebut, rumah mengalami kerusakan parah dan hampir seluruh harta benda keluarga hangus terbakar, mulai dari perabotan rumah tangga, pakaian, perlengkapan sekolah anak-anak, dokumen penting, hingga uang tunai yang disimpan di dalam rumah.

Hingga kini, penyebab pasti kebakaran masih menunggu hasil penyelidikan pihak berwenang. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.