BANJARMASINPOST.CO.ID - Kepanikan terjadi di Jalan Bahaudin Musa, Marabahan, Kabupaten Baritokuala (Batola), Kalimantan Selatan, pada Jumat (5/6/2026) malam.
Penyebabnya, satu sepeda motor tiba-tiba terbakar di jalan dekat Jembatan Rumpiang tersebut.
Kobaran api yang cukup besar tersebut mengejutkan warga dan pengendara yang melintas di lokasi kejadian.
Baca juga: Picu 1 Mobil dan 2 Motor Terbakar, Polisi Ungkap Kronologi Kecelakaan di Jembatan Basit Banjarmasin
Dilansir melalui unggahan akun Instagram @wargabanua.official, peristiwa motor terbakar itu terjadi pada Jumat (5/6/2026) malam sekitar pukul 21.47 Wita.
Seorang saksi mata menuturkan, sebelum terbakar sepeda motor tersebut sempat mengalami mogok.
Kemudian, dua pria yang diduga pemilik, mencoba memperbaiki motor tersebut.
Diluar dugaan, tiba-tiba api muncul dan perlahan berkobar membakar seluruh motor.
Warga yang berada di sekitar lokasi pun langsung mencoba membantu memadamkan api.
“Sebuah kendaraan R2 terb4kar di dekat Jembatan Rumpiang Marabahan Kabupaten Barito Kuala pada Jumat (5/6) 21.47 Wita @WargabanuaNews,” terang unggahan tersebut.
Sejumlah Petugas Kepolisian dengan mengenakan atribut yang sedang berjaga di pos sekitar lokasi kejadian pun langsung bertindak cepat.
Dengan sigap mereka memadamkan api yang berkobar dari sepeda motor menggunakan APAR.
Namun lantaran api yang cukup besar, petugas Kepolisian sempat membutuhkan waktu untuk memadamkannya.
Beruntung tak ada korban jiwa dalam insiden kebakaran sepeda motor tersebut.
Meski demikian kerugian diperkirakan mencapai jutaan rupiah.
Melansir dari mofe_indonesia, motor mogok yang kemudian disusul dengan kebakaran biasanya terjadi akibat kebocoran bahan bakar yang mengenai komponen panas atau korsleting listrik.
Bahan bakar yang menetes ke knalpot atau area mesin yang bersuhu tinggi, dipicu oleh percikan api dari sistem kelistrikan yang bermasalah, menjadi penyebab utamanya.
Berikut adalah beberapa faktor spesifik penyebab motor mogok lalu terbakar.
Pertama, kebocoran saluran bahan bakar
Selang Bocor atau Getas: Selang bahan bakar yang retak, longgar, atau sudah usang membuat bensin menetes keluar.
Tangki Retak: Kerusakan atau kebocoran pada tangki bensin memicu rembesan bahan bakar yang sangat berbahaya jika terkena suhu panas ekstrem.
Kedua, korsleting atau masalah kelistrikan
Kabel Terkelupas: Kabel yang terkelupas atau sambungan yang tidak sempurna akibat modifikasi aksesoris sembarangan dapat menyebabkan korsleting dan memunculkan percikan api.
Modifikasi Kelistrikan Ekstrem: Memasang lampu atau klakson tambahan tanpa relay/jalur kabel khusus sering memicu korsleting karena kabel bawaan pabrik meleleh akibat menahan beban arus yang berlebihan.
Ketiga, mesin overheat ekstrem.
Suhu Mesin Terlalu Tinggi: Jika sistem pendingin (seperti radiator atau oli) bermasalah, suhu mesin akan melonjak drastis.
Saat mesin mati secara mendadak karena kondisi overheat, suhu knalpot atau blok mesin yang masih sangat panas dapat membakar uap atau tetesan bahan bakar di sekitarnya.
(Banjarmasinpost.co.id/Danti Ayu)