SRIPOKU.COM, PALEMBANG– Terungkap peran tersangka F alias Ferdi dalam kasus pengeroyokan yang menewaskan sopir truk Yepran Firmansyah (33) di SPBU Jalan HM Noerdin Panji, Kecamatan Sukarami, Palembang.
Dalam pengakuannya kepada polisi, Ferdi mengaku ikut melakukan penyerangan terhadap korban setelah diajak oleh tersangka utama, Ongki Saputra, yang merasa sakit hati akibat cekcok saat antre BBM.
Kapolsek Sukarami Kompol Alex Andrian mengatakan, berdasarkan hasil pemeriksaan, Ferdi dan Ongki sempat terlibat perselisihan dengan korban di area SPBU.
Merasa tidak terima usai cekcok tersebut, keduanya pulang ke rumah masing-masing untuk mengambil senjata tajam sebelum kembali ke lokasi kejadian.
"Karena sakit hati usai cekcok tersebut, keduanya pulang ke rumah masing-masing dan mengambil sajam berupa pisau dan parang. Di perjalanan pelaku menghubungi rekan-rekannya kalau mereka hendak membalas korban," kata Alex saat rilis di Polda Sumsel.
Ferdi kemudian bergabung bersama Ongki, AP, dan seorang pelaku lain berinisial Y yang hingga kini masih berstatus DPO. Mereka kembali ke SPBU dan memastikan korban masih berada di lokasi.
Setelah melihat korban masih menunggu pengisian BBM di dalam truk, para pelaku langsung melakukan pengeroyokan.
Dalam pemeriksaan, Ferdi mengakui dirinya ikut menyerang korban menggunakan senjata tajam sebanyak satu kali. Sementara tersangka lainnya melakukan pemukulan dan penyerangan secara bersama-sama.
Akibat serangan tersebut, korban berusaha menyelamatkan diri dengan mengemudikan truknya meninggalkan lokasi.
Namun upaya itu gagal setelah truk yang dikendarainya terhenti di jalan raya karena kemacetan.
"Saat mau kabur truk korban menabrak motor pelaku O (Ongki), kemudian lari ke jalan raya. Nahasnya saat itu karena kondisi jalan masih macet jadi kendaraannya terhenti. Pelaku O naik ke truk lalu menusuk korban berkali-kali ke tubuh dan kepala hingga korban bersimbah darah," ujar Alex.
Hingga Sabtu (6/6/2026), polisi telah mengamankan tiga tersangka dalam kasus tersebut, yakni Ongki Saputra, AP, dan Ferdi. Sementara satu pelaku lainnya berinisial Y alias W masih diburu aparat kepolisian.
Polisi memastikan proses pengembangan kasus masih terus dilakukan untuk mengungkap seluruh rangkaian peristiwa dan kemungkinan keterlibatan pihak lain dalam pengeroyokan yang berujung tewasnya sopir truk tersebut.
"Untuk sementara ini, yang bisa kami pastikan hanya ada empat orang pelaku," tegas Alex.