Dokter Gigi di Palembang Trauma Usai Mobil & Kepala Dihantam Palu oleh OTK, Desak Pelaku Ditangkap
Weni Wahyuny June 06, 2026 01:32 PM

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Dokter gigi muda Alda Tri Wahyuni, yang dianiaya oleh orang tidak dikenal (OTK) di Palembang mengaku mengalami trauma.

Usai menjadi korban penganiayaan dihantam palu oleh pengendara motor di Jalan Kolonel H. Barlian, dekat Superindo KM 9, Alda mengaku kini dilingkupi rasa cemas dan ketakutan yang luar biasa, terutama saat harus beraktivitas sendirian.

Insiden itu terjadi pada Rabu (3/6/2026) sore itu terjadi begitu cepat sepulang Alda menjalani tugas koas di rumah sakit.

Saat itu, mobil yang dikendarai Alda disalip pelaku yang nekat langsung menghancurkan kaca mobilnya hingga menghantam kepalanya dengan palu besi.

Baca juga: Pengakuan Lengkap Dokter Gigi Muda di Palembang Dihantam Palu oleh OTK, Sekali Pukul Langsung Pecah

Akibatnya, Alda Tri Wahyuni harus mengalami luka berat hingga menerima tujuh jahitan di bagian dahinya.

"Agak syok sih, karena kan enggak pernah... enggak pernah terbayang kalau bisa kayak gitu. Terus waktu tiba-tiba kayak gitu jadinya kayak syok dan agak takut sekarang mau pulang ke rumah kalau sendiri gitu," ungkap Alda dengan nada getir saat dikonfirmasi Tribunsumsel, Jumat (5/6/2025).

Alda tidak menyangka jika hari itu adalah hari apes dialaminya.

Biasanya, ia selalu ditemani oleh rekannya sesama dokter muda. Namun nahas, pada sore jahanam itu, sang teman pulang lebih awal.

"Biasanya saya tuh sama teman saya, tapi teman saya di hari itu tuh udah pulang duluan makanya sendiri, biasanya kita berdua," sambungnya.

Ia pun menaruh harapan besar agar pihak kepolisianyang menangani kasus ini bisa segera meringkus pelaku.

Alda khawatir, jika pria tersebut tidak ditangkap secepatnya, aksi serupa dengan modus meminta uang ganti rugi secara paksa (memeras) di jalan raya akan kembali memakan korban baru.  

"Semoga polisinya cepat bergerak biar pelakunya cepat ketangkap. Karena kalau misalnya dibiarkan kan kita enggak tahu korban selanjutnya lagi. Kita kan enggak tahu motifnya, apa memang karena kesal motornya keserempet atau memang dia sudah merencanakan biar bisa memeras gitu, kita kan enggak tahu motif pertamanya." tandasnya.

Baca juga: Penyebab Dokter Gigi Wanita di Palembang Viral Dianiaya OTK, Kepala Dihantam Palu di Jalan

Ciri-Ciri Fisik Pelaku: Pria Kurus Berusia Kepala Tiga

Untuk mempermudah proses penyelidikan dan membantu masyarakat yang mungkin melihat keberadaan pelaku, drg. Alda membeberkan ciri-ciri fisik pria temperamental tersebut.

Pelaku diperkirakan masih berusia produktif dan bertubuh kurus.

  • Usia: Kisaran 35 sampai 40 tahun ("Masih enggak terlalu tua, masih muda," kata Alda).
  • Perawakan: Berbadan kurus dengan tinggi badan sedang, sekitar 168 cm hingga 170 cm.
  • Pakaian Terakhir: Mengenai celana panjang warna cokelat dan atasan berupa baju rajut (sweater) berwarna hitam keabu-abuan.

Hingga saat ini, pelaku pemukulan menggunakan palu tersebut masih berkeliaran bebas.

Kronologi Kejadian

Insiden tersebut terjadi di Jalan Kolonel H. Burlian dekat Superindo KM 9, Palembang, sepulang korban menjalani tugas koas di rumah sakit pada Rabu, 3 Juni 2026, sekitar pukul 17.44.

Melalui Saksi Kata Tribunsumsel.com, Alda Tri Wahyuni membeberkan kronologi kejadian tragis yang menimpa dirinya.

Kejadian dimulai ketika sebuah sepeda motor matic berwarna hitam tanpa pelat nopol yang dikendarai pelaku tiba-tiba memotong jalurnya secara mendadak dari arah kiri ke kanan untuk berputar balik.

Berdasarkan keterangan saksi di lokasi, pemotor tersebut ternyata sudah salah jalur sejak awal dalam kondisi jalan lalu lintas tengah macet.

"TKP-nya di dekat Super Indo KM 9. Di sana kan ada belokan untuk putar balik. Saya itu posisinya di kanan. Nah waktu yang si pelaku itu yang nabrak saya. Saya lihat dia tuh langsung nyebrang dari kiri ke kanan mau motong kayak gitu dari saksi yang lihat juga, ternyata dia itu dari kiri tuh ternyata dari awal udah salah. Ternyata dari salah jalur langsung belok ke kiri ke kanan, nabraklah mobil saya bagian depan," ujar Alda dikonfirmasi Tribunsumsel pada Jumat (5/6/2026).

Baca juga: Sosok Alda, Dokter Gigi Muda di Palembang Kepala Dihantam Palu oleh OTK, Berawal Senggolan Kendaraan

Kondisi motor pelaku sempat nyangkut di bemper bagian depan mobil Alda hingga membuat kendaraan keduanya rusak ringsek.

Karena kondisi jalan raya sedang padat dan ramai, Alda berinisiatif meminta pelaku untuk menepi ke dekat kawasan showroom mobil dan Super Indo agar tidak mengganggu arus lalu lintas.

Namun setelah menepi, pelaku justru langsung tersulut emosi dan memarahi Alda.

"Si pelaku langsung marah-marah, 'Ini gimana kamu ini, saya udah ngidupin lampu sein tapi kenapa kamu nabrak saya?'" tutur Alda menirukan ucapan pelaku.

"Terus saya bilang, 'Pak, Bapak itu kan dari kiri ke kanan. Sedangkan kalau memang Bapak mau ke kanan, harusnya Bapak itu udah dari jauh ke kanannya ngambil jalannya, bukan jangan dari kiri ke kanan. Terus juga walaupun Bapak udah pakai lampu sein, harusnya Bapak itu kelihatan dari kaca spion mobil saya kalau memang Bapak di belakang. Tapi Bapak itu enggak kelihatan dan Bapak itu langsung nyebrang,'" sambungnya.

Pelaku yang tidak terima kemudian meminta ganti rugi uang secara sepihak untuk memperbaiki motornya yang bengkok.

Merasa posisi dirinya tidak bersalah, Alda mengajak pelaku untuk menyelesaikan masalah ini secara resmi di kantor polisi setempat.

"Waktu saya ajak kantor polisi, 'Enggak, nanti urusannya lama ini. Saya mau minta ganti standar aja.' Pokoknya ngotot minta ganti uang," ungkapnya.

Tidak hanya menolak, pelaku bahkan mulai melontarkan makian kasar kepada korban.

"Si pelaku bilang gini, 'Ya saya pokoknya... eh kamu, kamu enggak ada otak kalau misalnya kamu enggak mau ganti rugi.' Dia billing gitu, 'Kamu enggak punya hati.'"

Melihat perdebatan tersebut, seorang tukang parkir di lokasi kejadian datang untuk menengahi.

Tukang parkir sekitar menyarankan jalan tengah agar kedua belah pihak membenarkan kerusakan kendaraan masing-masing secara mandiri karena kerusakannya tergolong ringan.

Alda pun menyetujui opsi tersebut, namun pelaku tetap mengamuk. Akhirnya, tukang parkir menyuruh Alda untuk masuk ke mobil dan pergi saja agar situasi tidak semakin keruh.

"Terus saya bilang, 'Ya udah kalau memang mau gitu enggak apa-apa. Kalau enggak mau diperpanjang kantor polisi, mau benerin sendiri-sendiri juga enggak apa-apa.' Tapi si pelaku tetap bilang, 'Enggak, enggak kamu... kamu enggak punya otak enggak apa, enggak tanggung jawab gitu.' Terus kata tukang parkir, 'Udah Dek jangan diperpanjang, enggak apa-apa kalau kamu mau pulang.'" ujar Alda.

Ketegangan memuncak saat Alda berjalan kembali menuju mobilnya. Dari kejauhan, ia melihat pelaku sudah mengambil sebuah palu besi yang disimpan di bagian depan motornya bersama sebilah kayu.

"Si pelaku ini tetap enggak terima, waktu saya mau masuk mobil, disuruh tukang parkir masuk mobil, saya tuh udah lihat dia udah ngambil palu dari motor itu tuh ada kayu sama ada palu. Dia udah ambil palu. Nah waktu saya mau... mau masuk mobil dia udah gini-gini (memperagakan gerakan mengancam)," sambungnya.

Ketika Alda masuk ke mobil dan beberapa saat akan melajukan kendaraannya, pelaku langsung menyalip dengan motornya dan menghantamkan palu tersebut sekali sekuat tenaga memecahkan kaca mobil bagian depan kanan.

"Sekali pukul langsung pecah. Jadi sekali pukul itu yang kena itu yang bagian yang tajam yang buat ngambil paku, cungkit yang kena. Terus saya kan nancep ya, sempat nancep terus saya lepasin," beber Alda secara detail mengenai momen mengerikan tersebut.

Korban Terima 7 Jahitan

Alda yang bersimbah darah langsung keluar dari mobil dalam kondisi panik.

Situasi di tempat kejadian perkara (TKP) sebenarnya langsung riuh sesaat setelah kaca mobilnya dipecahkan.

Warga dan pengguna jalan yang melihat korban keluar dalam kondisi bersimbah darah sempat berusaha mengadang pelaku, namun pria tersebut bergerak lebih cepat.

Beruntung, ada seorang rekan koasnya yang kebetulan melintas di jalur yang sama dan langsung melarikan Alda ke Rumah Sakit Miria.

Akibat penganiayaan tersebut, Alda harus menerima total 7 jahitan (2 jahitan di bagian dalam karena mengenai otot, dan 5 jahitan di bagian luar dahi).

Kasus ini telah resmi dilaporkan oleh korban ke Polsek Sukarami untuk ditindaklanjuti.

"Ke Polsek Sukarami yang terdekat. Heeh, sudah. Terus ee diminta buat Visum. Sudah dilakukan Visum di Rumah Sakit Miria, karena jahitnya di Miria juga ada." bebernya.

Selain itu, palu besi milik pelaku yang tertinggal akibat sempat menancap di kepala korban kini telah diamankan sebagai barang bukti utama.

"Jadi waktu nancep itu dia enggak kepegang lagi, dia langsung pergi setelah itu," pungkas Alda yang berharap pihak kepolisian dapat segera menangkap pelaku agar tidak ada korban lain yang berjatuhan.

Sementara itu, pihak kepolisian bergerak cepat melakukan penyelidikan intensif guna melacak keberadaan pelaku yang buron tersebut.

Aparat kepolisian mengonfirmasi telah melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), memeriksa sejumlah saksi kunci, serta mengamankan rekaman kamera pengawas (CCTV) di sekitar lokasi kejadian untuk mengidentifikasi plat nomor asli kendaraan dan wajah pelaku.

Terkait hal ini, polisi mengeluarkan ultimatum tegas agar pelaku penganiayaan terhadap drg. Alda segera menyerahkan diri ke kantor polisi terdekat sebelum diambil tindakan tegas dan terukur oleh petugas di lapangan.

Polisi memastikan identitas pelaku tengah diburu dan optimistis kasus penganiayaan sadis di KM 9 ini akan segera terungkap dalam waktu dekat.

Sebelumnya, aksi anarkis pelaku saat merusak kendaraan dan menganiaya korban ternyata sempat terekam oleh kamera pengawas (CCTV) di sekitar lokasi kejadian. 

Awalnya insiden itu viral di media sosial setelah diunggah oleh pemilik akun media sosial Threads @rgnaaulia pada Kamis, (4/6/2026) sore.

"KASUS PENGANIAYAAN DOKTER GIGI MUDA!

Pelaku melempar palu ke kaca mobil korban kemudian terkena ke kepala korban karena cekcok tidak terima akibat salah paham di jalan, korban mendapatkan 7 jahitan di kepala, sampai saat ini pelaku tidak diketahui keberadaannya karena kabur, jika ada info terkait pelaku mohon DM!
Pukul 17.44 WIB (Rabu, 3 Juni 2026)

Dekat Superindo Km 9 Palembang," tulis akun @rgnaaulia, dikutip pada Jumat (5/6/2026).

Rekaman CCTV tersebut memperlihatkan momen saat pelaku yang mengendarai sepeda motornya melempar palu ke arah kaca mobil korban sebelum akhirnya melarikan diri.

"CCTV saat pelaku melempar palu ke kaca mobil korban, pelaku kabur namun plat motor pelaku tidak terlihat!," tulisnya.

Pelaku disebut tiba-tiba mengambil sebuah palu dan melemparkannya ke arah kaca mobil korban jenis Honda Brio putih bernomor polisi BG 1851 BO hingga pecah berantakan. 

Tidak berhenti di situ, pelaku juga menggunakan palu tersebut untuk menghantam kepala korban.

Dalam sebuah rekaman video yang beredar pasca-kejadian, perekam memperlihatkan kondisi kabin mobil yang berserakan pecahan kaca dan dipenuhi bercak darah korban. 

Sebuah palu yang diduga kuat milik pelaku juga terlihat tertinggal di atas dasbor mobil.

"Nah ini darah semua, darah. Nah itu nah palunya itu yang dipakainya (pelaku), digebokkenyo palaknyo (dihantamkannya ke kepalanya)," ujar suara perekam video memperlihatkan sisa-sisa kebrutalan pelaku.

TribunSumsel.com masih berupaya mengonfirmasi pihak terkait mengenai kejadian viral ini. 

(*)

Ikuti dan Bergabung di Saluran Whatsapp Tribunsumsel.com

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.