Setiap anak berhak belajar dengan teknologi modern, digitalisasi sekolah bagian dari upaya memastikan pembelajaran lebih interaktif dan menyenangkan

Balikpapan (ANTARA) - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti menyebut digitalisasi sekolah fondasi peningkatan mutu pembelajaran di daerah penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN) yang dibangun di sebagian wilayah Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kabupaten Kutai Kartanegara, Provinsi Kalimantan Timur.

"Setiap anak berhak belajar dengan teknologi modern, digitalisasi sekolah bagian dari upaya memastikan pembelajaran lebih interaktif dan menyenangkan,” ujar Mendikdasmen Abdul Mu’ti dalam kunjungan kerja di Kota Balikpapan, Sabtu.

Selain, menurut dia, digitalisasi menjadi bagian dari penguatan budaya sekolah aman dan nyaman. Pemerintah mendorong sekolah menerapkan keadaban digital, termasuk perlindungan dari perundungan siber dan konten berbahaya.

Tercatat Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menyelesaikan program digitalisasi untuk 4.230 sekolah di Kalimantan Timur pada 2025 dengan total nilai Rp139,35 miliar.

Program tersebut mencakup sekolah jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) hingga pendidikan kesetaraan di Kota Balikpapan dan Samarinda, serta Kabupaten Penajam Paser Utara.

Perangkat digital yang disalurkan untuk mendukung penerapan pembelajaran mendalam (deep learning), kata dia, sesuai Permendikdasmen Nomor 13 Tahun 2025 dengan pendekatan pembelajaran yang berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan.

Secara rinci dari 4.230 penerima bantuan digitalisasi tersebut terbagi ke 1.021 PAUD, 1.950 Sekolah Dasar (SD), 719 Sekolah Menengah Pertama (SMP), 259 Sekolah Menengah Atas (SMA), dan 177 Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).

"Juga terdapat 35 Sekolah Luar Biasa (SLB) serta 69 Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) dan Sanggar Kegiatan Belajar (SKB)," kata Mendikdasmen Abdul Mu'ti.

Terdata digitalisasi di Kota Balikpapan 512 sekolah dengan nilai Rp17,27 miliar dan di Kota Samarinda 624 sekolah dengan nilai Rp20,70 miliar, serta di Kabupaten Penajam Paser Utara 208 sekolah dengan nilai Rp6,80 miliar.

Mendikdasmen mengatakan digitalisasi sekolah juga harus diikuti peningkatan kompetensi guru dan tenaga pendidik perlu memanfaatkan perangkat digital untuk memperkaya metode mengajar dan meningkatkan partisipasi peserta didik.

Pemerintah menargetkan distribusi 886.595 perangkat digital secara nasional pada 2026 sebagai bagian dari perluasan akses teknologi pendidikan di seluruh daerah, termasuk wilayah penyangga IKN, kata Mendikdasmen Abdul Mu’ti.