4 Tahun Nunggu Punya Anak, Ibu Hamil Ditendang Preman Tawuran hingga Trauma: Saya Takut
Arie Noer Rachmawati June 06, 2026 02:14 PM

 

TRIBUNJATIM.COM - Mulana Kartina Nainggolan (30), wanita yang menjadi korban penganiayaan oleh dua pria di kawasan Terowongan Tembung, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, tak kuasa menahan haru saat berada di Polrestabes Medan.

Didampingi suaminya, Mulana menyampaikan apresiasi kepada jajaran kepolisian yang telah menangani kasus yang menimpanya hingga para pelaku berhasil diamankan.

Dengan suara bergetar, ia mengucapkan terima kasih kepada Kapolrestabes Medan beserta tim penyidik yang telah memberikan perhatian terhadap laporan yang dibuatnya.

"Saya mengucapkan banyak terima kasih ke bapak kapolrestabes Medan, Bapak Kasatreskrim, Kanitresmob dan jajarannya,"ujarnya, dikutip dari Tribun Sumsel pada Sabtu (6/6/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Mulana juga mengabarkan kondisi kandungannya setelah mengalami aksi kekerasan tersebut.

Ia memastikan janin yang dikandungnya dalam keadaan baik dan terus mendapat pemantauan medis.

Sebelumnya, Mulana dan suaminya diduga menjadi korban penganiayaan oleh dua oknum preman di kawasan Terowongan Tembung.

Peristiwa itu sempat menyita perhatian publik setelah video kejadian beredar luas di media sosial.

Baca juga: Perut Ibu Hamil Ditendang Pak Ogah Akibat Cekcok di Sekitar Lokasi Tawuran

Kondisi Janin Baik-baik Saja

Mulana menjelaskan kondisi sang janin saat ini baik-baik saja pasca mengalami tindakan penganiayaan dilakukan dua oknum preman.

"Keadaan saya saat ini puji tuhan sudah lumayan enak, tadi hasil USG kandungan saya sehat tidak terjadi apa-apa," tuturnya.

Diakui Mulana kini dirinya sempat dihantui trauma mendalam.

"Saya sudah takut dengan kondisi tawuran di situ. Gara-gara memang itu sudah sering terjadi," kata Mulana.

"Saya takut kena lempar batu, makanya kami berhenti. Intinya waktu itu suami mau melindungi saya dan janin kami," sambungnya.

Baca juga: Cara Polisi Bongkar Kasus Santriwati Ngaku Hamil Tanpa Hubungan, Tokoh Ponpes Ditangkap

Video Hanya Kebetulan

Mulana menegaskan, saat itu tidak punya keinginan merekam aksi pelaku tawuran ataupun pria yang menganiaya suaminya.

Hanya saja, kebetulan dia menggenggam ponsel.

"Apa gunanya kami memvideokan karena kami sering melintasi jalan itu," ujarnya.

Ia pun terkejut, melihat suaminya dipukuli preman hingga akhirnya berdiri dari motor.

Tidak disangkanya pula, pelaku menendang perutnya.

"Sebenarnya waktu itu sakit saya rasa. Cuma karena lihat suami saya dipukuli, sakit di perut jadi tidak terasa. Tapi, setelah kejadian sampai sekarang masih sakit," ungkapnya.

"Saya sempat khawatir ada gangguan di kandungan. Karena sudah lama (4 tahun) ini kami nantikan. Apalagi saya ada riwayat keguguran baru-baru ini," sambungnya.

Baca juga: Ngaku Tanpa Berhubungan dengan Pria, Santriwati di Pekalongan Hamil, Polisi Buka Suara

Pelaku Ditangkap

Kejadian itu terjadi di Jalan Pasar VII, Kecamatan Medan Tembung, Kota Medan, pada Rabu (3/6/2026). 

Dalam video berdurasi singkat itu, terlihat ada percekcokan antara dua pria dengan pengendara pria yang membonceng istrinya sedang hamil.

Tampak, pria yang mengenakan celana loreng dengan emosi menendang perut ibu hamil itu.

Adapun pria satu lagi memukul wajah suami korban yang sedang di atas motor.

Warga sempat berupaya melerai tetapi wajah suami korban berkali-kali dipukul hingga helm yang dikenakannya terlepas.

Pria celana loreng pun mengambil pistol untuk mengancam sembari mengusir korban.

"Preman kampung tendang perut ibu hamil di terowongan Tembung," demikian narasi akun yang mengunggah video tersebut.

Kanit Resmob Polrestabes Medan Iptu Bimo Setiadi mengatakan peristiwa itu terjadi pada Rabu (3/6/2026) sekitar pukul 18.30 WIB.

Mendapati informasi itu, pihaknya lekas mendatangi lokasi dan memburu pelaku.

Hasilnya, Rabu sekitar pukul 23.00 WIB, timnya menangkap kedua pelaku, Zulpikar (37) dan Zulyarham (46).

"Pelaku ditangkap sekitar lokasi. Keduanya mengakui telah memukul korban," kata Bimo kepada Kompas.com melalui saluran telepon pada Kamis (4/6/2026).

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.