Dukung Arahan Presiden Soal Keamanan Pangan, Dapur MBG di Jogja Ini Uji Coba Sistem IT 'Simetris'
Muhammad Fatoni June 06, 2026 02:14 PM

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Arahan Presiden RI Prabowo Subianto untuk menjamin keamanan pangan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) langsung direspons cepat di tingkat daerah. 

Menindaklanjuti arahan tersebut, terobosan digulirkan Yayasan Bijjana Paksi Sitengsu di DIY  melalui pengintegrasian operasional dapur berbasis IT bertajuk Simetris. 

Sistem digital terpadu ini diterapkan guna memastikan seluruh pasokan dan kualitas makanan benar-benar memenuhi kriteria kesehatan prima.

​Pendiri Yayasan Bijjana Paksi Sitengsu, Kartika Megawardhani, menuturkan inovasi ini selaras dengan arahan Presiden yang sebelumnya memantau langsung kesiapan dapur gizi di Jakarta untuk memastikan tidak ada celah kelalaian higienitas.  

​"Langkah ini dilakukan guna mencegah risiko keracunan pangan seperti yang diperingatkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia bagi anak-anak," tandasnya, Sabtu (6/6/2026).

​Kartika menambahkan, implementasi platform digital bernama Simetris di DI Yogyakarta difungsikan untuk menyinkronkan seluruh proses produksi makanan secara real-time.

Sekaligus, mematuhi rambu-rambu kebersihan dan nutrisi yang ditetapkan Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO, serta Food and Agriculture Organization (FAO). 

​"Simetris diterapkan di Gunungkidul and Tangerang. Kami menunggu dari pihak BGN melakukan proses persetujuan operasional. Yayasan terus melakukan persiapan persiapan dan evaluasi sistem Simteris," ucapnya.

"Dengan Simetris, seluruh ekosistem dari hulu ke hilir terpantau transparan, mulai dari asupan gizi hingga manajemen limbah makanan. Jadi, uji coba ini bukan sekadar soal teknologi, tapi bagaimana kita memastikan keberlanjutan program MBG," urai Kartika.

Baca juga: Catat! Ini Jenis Pelanggaran yang Jadi Fokus Operasi Patuh Progo 2026 di Jogja

​Untuk mendukung arahan Presiden terkait akuntabilitas operasional dapur, Tim Ahli IT Yayasan, Gilbert Inkiriwang, menjelaskan, sistem ini mengadopsi kontrol digital yang sangat presisi di setiap tahapan masak. 

​"Keunggulan Simetris terletak pada monitoring gizi yang akurat, logistik real-time untuk menjaga kesegaran makanan, serta transparansi anggaran yang dapat dipertanggung jawabkan," ungkapnya.

Tim IT di lapangan sejauh ini bahkan telah mengaktifkan sebuah command center, demi meminimalisasi kesalahan manusia (human error). 

Mulai dari penentuan menu kalori oleh ahli gizi yang ditunjuk, pemesanan ke pemasok lokal, serta pemantauan kurir logistik harus terekam secara digital. 

​"Bahkan saat tahapan packing, setiap porsi makanan dapat dilacak sistem. Begitu juga kurir yang membuat laporan perjalanan melalui aplikasi. Yayasan yang mengelola dapur akan sangat terbantu dalam memantau seluruh proses operasional," ucap Gilbert.

Libatkan Ekosistem Lokal​

Sebagai wujud penguatan ekonomi kerakyatan yang juga menjadi pilar visi Presiden Prabowo, rantai pasokan bahan baku dapur komunal di Gunungkidul sengaja melibatkan ekosistem lokal secara masif. 

Yayasan Bijjana Paksi Sitengsu menggandeng deretan komunitas lokal, seperti pelaksana Lumbung Mataraman, Petani Punk, dan Kelompok Wanita Tani (KWT). 

Sinergi hulu-hilir tersebut membuat penyerapan produk pertanian lokal menjadi terukur, sekaligus menjamin bahan baku yang masuk ke dapur pengolahan selalu dalam kondisi segar dan sehat. 

​Lebih luas dari sekadar pemenuhan porsi makan siang anak sekolah, implementasi program ini ditargetkan bisa menjadi instrumen taktis jangka panjang guna memutus rantai stunting di daerah.

​"Sinergi ini menjadi langkah preventif untuk mengantisipasi stunting secara komprehensif, sekaligus memberi dukungan nutrisi bagi ibu hamil dan menyusui," pungkasnya. (*)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.