Update Laporan Kegempaan Gunung Merapi Sabtu 6 Juni 2026 Siang Ini
Muhammad Fatoni June 06, 2026 03:03 PM

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Gunung Merapi teramati mengalami 26 kali gempa Guguran dengan amplitudo 2-20 mm dan lama gempa 43.56-172.2 detik.

Selain itu tercatat pula 16 kali gempa Hybrid/Fase Banyak dengan amplitudo 2-33 mm, S-P tidak teramati dan lama gempa 12.03-49.12 detik.

Hal itu berdasarkan hasil laporan BPPTKG Yogyakarta sepanjang periode pengamatan pagi-siang ini, Sabtu (6/6/2026), hingga pukul 12.00 WIB.

Hingga saat ini, Balai Penyelidikan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) masih menetapkan Level III (Siaga) untuk gunung berapi aktif di perbatasan DIY dan Jawa Tengah tersebut.

Untuk pengamatan visual, Gunung api tertutup Kabut 0-III. Asap kawah nihil.

Sementara untuk cuaca teramati berawan hingga mendung, angin tenang ke arah barat.

Suhu udara sekitar 22.4-24.7°C. Kelembaban 84.3-97.3 persen. Tekanan udara 875.5-918.4 mmHg.

Baca juga: UGM Trail Run 2026 Targetkan 4000 Pelari, Hadirkan Pengalaman Lari dan Edukasi di Lereng Merapi

Lebih lanjut, BPPTKG Yogyakarta menyampaikan rekomendasi terkait potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awanpanas pada sektor selatan-barat daya meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 km, Sungai Bedog, Krasak, Bebeng sejauh maksimal 7 km.

Pada sektor tenggara meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 km dan Sungai Gendol 5 km.

Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.

Data pemantauan menunjukkan suplai magma masih berlangsung yang dapat memicu terjadinya awanpanas guguran di dalam daerah potensi bahaya.

Masyarakat juga agar tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya, dan mewaspadai bahaya lahar dan awanpanas guguran (APG) terutama saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi.

Selain itu, masyarakat juga diimbau agar mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik dari erupsi Gunung Merapi.

Jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan, maka tingkat aktivitas Gunung Merapi akan segera ditinjau kembali. (*)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.