Nilai Ujian Siswa Terancam Anjlok, Bebby Nailufa Warning Orang Tua Perketat Jam Belajar Anak
Rivaldi Ade Musliadi June 06, 2026 03:27 PM

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Anggota legislatif Kota Pontianak memberikan atensi serius terhadap tren penurunan hasil belajar siswa belakangan ini. 

Pergeseran aktivitas anak di luar jam sekolah disinyalir menjadi pemicu utama konsentrasi belajar anak-anak di rumah buyar.

Menyikapi fenomena ini, Wakil Ketua DPRD Kota Pontianak, Bebby Nailufa, menegaskan bahwa benteng utama untuk menyelamatkan prestasi akademik anak berada di tangan keluarga.

Meski pihak sekolah dan guru dituntut mengoptimalkan metode pembelajaran, intervensi dan pengawasan ketat dari orang tua di rumah dinilai menjadi faktor paling penentu.

• DPRD Pontianak Akan Panggil Dinas Pendidikan Usai Nilai TKA SD-SMP Turun Drastis

"Kalau kita melihat dengan kondisi sekarang ini, peran keluarga sangat penting. Walaupun peran guru di sekolah juga harus terus dioptimalkan, namun peran keluarga ini jauh lebih penting karena anak-anak kita saat ini banyak yang berkegiatan di luar pada jam-jam belajar," ujar Bebby Nailufa kepada Tribunpontianak.co.id, Sabtu 6 Juni 2026.

Dampak Nyata pada Target Kelulusan Pemkot

Ketua DPD Golkar Kota Pontianak ini membeberkan, kurangnya kontrol dari keluarga berdampak langsung pada capaian nilai akademis siswa. 

Hal ini berpotensi mengancam target mutu pendidikan yang telah dicanangkan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak.

Jika pola pengawasan di tingkat keluarga tidak segera dibenahi, Bebby khawatir hasil akhir ujian sekolah standar kelulusan di Kota Khatulistiwa akan merosot dibanding tahun-tahun sebelumnya.

"Aktivitas di luar jam sekolah yang tidak terkontrol ini yang mengakibatkan saya rasa nilai anak-anak bisa menurun. Padahal, Pemkot Pontianak punya target tinggi untuk kelulusan dan hasil akhir ujian anak-anak sekolah kita, agar kualitasnya tetap baik atau bahkan lebih baik dari sebelum-sebelumnya," lanjutnya.

Butuh Kolaborasi Nyata Orang Tua dan Sekolah

Lebih lanjut, Bebby mengingatkan para orang tua di Kota Pontianak agar tidak abai dan menganggap remeh penurunan konsentrasi belajar anak. 

Ia mengimbau adanya komunikasi dua arah yang intens antara pihak sekolah dan wali murid.

Waktu malam hari yang merupakan jam belajar produktif anak harus steril dari kegiatan-kegiatan non-akademis yang tidak mendesak, seperti kelayapan di luar rumah atau penggunaan gadget yang berlebihan.

"Ini dikhawatirkan hasil ujian bisa menurun drastis. Solusinya, memang butuh peran orang tua yang maksimal, peran keluarga untuk memfokuskan kembali anak-anak kita di jam-jam belajar mereka," pungkas Bebby mengakhiri wawancara.

Akan Panggil Dinas Pendidikan

Ketua DPRD Kota Pontianak, Satarudin, menilai kondisi tersebut harus segera dievaluasi dengan mencari formulasi terbaik untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia.

Sebagai bentuk tindak lanjut, DPRD Kota Pontianak berencana memanggil dinas terkait untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap capaian akademik siswa serta mengidentifikasi faktor-faktor yang menyebabkan penurunan hasil TKA.

"Nanti kami akan memanggil dinas terkait untuk melihat pola dan penyebab capaian ini. Kami akan membahasnya bersama pemerintah kota agar ada langkah perbaikan yang konkret," tegasnya.

Satarudin menekankan bahwa peningkatan kualitas pendidikan dasar dan menengah harus menjadi prioritas bersama agar capaian akademik siswa tidak terus mengalami penurunan di masa mendatang.

"Jangan sampai hasil TKA, khususnya matematika untuk siswa SD dan SMP, kembali mengalami penurunan seperti hasil survei kemarin. Ini harus menjadi perhatian serius semua pihak," pungkasnya. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.