Pakar Ungkap Alasan Mi Instan Jadi Menu Harian di Jepang dan Korea, Bukan karena Lebih Sehat
Mursal Ismail June 06, 2026 04:37 PM

SERAMBINEWS.COM - Mi instan yang dikonsumsi di Indonesia, Jepang, dan Korea Selatan pada dasarnya memiliki kandungan yang relatif serupa. 

Perbedaan utama terletak pada budaya makan dan cara penyajiannya.

Di Jepang dan Korea Selatan, mi instan biasanya dikonsumsi bersama sayuran, protein, dan makanan bergizi lainnya sehingga asupan nutrisi lebih seimbang.

Masyarakat di kedua negara tersebut juga memiliki kebiasaan mengonsumsi sayur dalam jumlah tinggi.

Selain itu, mereka menjalani gaya hidup yang lebih aktif dengan banyak berjalan kaki setiap hari.

Kandungan natrium yang tinggi dalam mi instan tetap berpotensi menimbulkan risiko kesehatan jika dikonsumsi berlebihan.

Baca juga: Rupiah Tembus Rp 17.600 Per Dolar AS, Harga Tahu, Tempe Hingga Mi Instan Terancam Naik

Namun, pola makan seimbang dan aktivitas fisik yang baik dapat membantu mengurangi dampak negatif tersebut.

Karena itu, anggapan bahwa mi instan di Jepang atau Korea lebih sehat tidak sepenuhnya benar, sebab faktor pendamping dan gaya hidup jauh lebih menentukan.

Berawal dari media sosial X belakangan diramaikan dengan perdebatan mengenai kebiasaan konsumsi mi instan di Indonesia dibandingkan dengan Jepang dan Korea Selatan.

Dalam unggahan yang viral, seorang pengguna mempertanyakan mengapa masyarakat Indonesia sering menganggap mi instan tidak sehat jika dikonsumsi setiap hari. 

Sementara di Jepang dan Korea Selatan makanan tersebut justru menjadi bagian dari menu harian masyarakat.

Menanggapi hal tersebut, ahli gizi Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus), Toto Sudargo, menjelaskan bahwa perbedaan tersebut lebih dipengaruhi oleh budaya makan dan pola hidup masyarakat. 

Baca juga: Bumbu Ayam Bawang Serbaguna, Resep Mi Instan Homemade Ala Chef Devina Hermawan Favorit Keluarga

Bukan semata-mata karena perbedaan kandungan mi instannya.

Menurut Toto, mi merupakan salah satu sumber karbohidrat yang telah lama menjadi makanan pokok di Jepang dan Korea Selatan, sebagaimana beras di Indonesia.

Selain mi, masyarakat di negara tersebut juga mengonsumsi kentang, roti, dan berbagai sumber karbohidrat lainnya sebagai bagian dari pola makan sehari-hari.

Ia menegaskan bahwa kandungan mi instan di Indonesia, Jepang, maupun Korea Selatan pada dasarnya tidak jauh berbeda.

Namun, perbedaan terletak pada cara penyajian dan makanan pendampingnya.

Di Jepang dan Korea Selatan, mi instan umumnya dikonsumsi bersama sayuran, daging, ikan, telur, atau sumber protein lainnya sehingga kebutuhan gizi lebih seimbang.

Baca juga: Ibu Menyusui Boleh Makan Mi Instan? Ini Penjelasan dr Boyke Soal Risiko dan Kebutuhan Protein

Meski demikian, mi instan tetap mengandung natrium atau garam dalam jumlah tinggi yang berpotensi meningkatkan risiko hipertensi apabila dikonsumsi berlebihan.

Dampak tersebut dapat diminimalkan dengan pola makan yang lebih sehat, termasuk memperbanyak konsumsi sayur dan buah.

Toto juga menyoroti kebiasaan konsumsi mi instan di Indonesia yang terkadang kurang tepat.

Masih ditemukan anak-anak yang mengonsumsi mi instan tanpa dimasak atau tanpa tambahan lauk bergizi, sehingga nilai gizinya menjadi tidak seimbang.

Saat berkunjung ke Korea Selatan, Toto menemukan bahwa masyarakat setempat hampir selalu mengonsumsi mi bersama kimchi dan berbagai jenis sayuran.

Kebiasaan makan sayur yang tinggi dinilai membantu menjaga kesehatan tubuh meskipun mereka saangat sering mengonsumsi mi instan.

Selain pola makan, faktor gaya hidup turut berpengaruh. Masyarakat Jepang, Korea Selatan, dan Taiwan dikenal memiliki aktivitas fisik yang tinggi, seperti berjalan kaki dalam kehidupan sehari-hari.

Sebaliknya, sebagian masyarakat Indonesia masih cenderung menggunakan kendaraan bermotor meskipun untuk jarak yang relatif dekat.

Dengan demikian, perbedaan dampak konsumsi mi instan antara Indonesia dan negara-negara Asia Timur tersebut tidak terletak pada produknya. '

Tetapi pada pola konsumsi, keseimbangan gizi, serta gaya hidup masyarakat yang menyertainya. (*)

Sumber: https://www.kompas.com/tren/read/2026/06/06/120000865/mi-instan-jadi-menu-harian-di-jepang-korsel-kenapa-di-indonesia-dianggap

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.