Kinerja Pemerintah Hendaknya Dinilai dari Dampak Nyata, Bukan Ramainya Kebisingan di Media Sosial
Muhammad Zulfikar June 06, 2026 05:38 PM

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua Umum Garda Indonesia Visioner (GIV), Faqih mengajak masyarakat untuk tidak menilai kinerja pemerintah semata hanya didasarkan pada opini atau narasi politik yang bising di media sosial.

Faqih mengatakan, membangun Indonesia dengan jumlah penduduk yang besar dengan persoalan kompleks memerlukan proses dan tidak dapat diselesaikan dalam waktu singkat. 

Baca juga: Rupiah Tembus Rp18.000, Anggota DPR Minta Pemerintah Jaga Harga Pangan

Hal tersebut disampaikannya dalam kegiatan diskusi bertajuk “Bincang Visioner: Apresiasi Masyarakat terhadap Kepemimpinan Presiden Prabowo” di Jakarta.

“Sering kali kita terlalu mudah menyimpulkan kegagalan hanya dari potongan video, judul yang provokatif, atau narasi yang sengaja dibangun untuk menjatuhkan. Padahal sebuah pemerintahan seharusnya dinilai dari dampak nyata yang dirasakan masyarakat, bukan dari kebisingan komentar di media sosial,” kata Faqih, Sabtu (6/6/2026).

Menurutnya mendukung kebijakan pemerintah yang berdampak positif bukan berarti menutup mata terhadap kekurangan.

Kritik yang konstruktif tetap diperlukan dalam koridor demokrasi untuk perbaikan keadaan.

“Ketika ada kebijakan yang baik, sudah sewajarnya kita memberikan dukungan. Ketika ada kekurangan, tentu harus dikritik. Namun kritik yang sehat berbeda dengan kebencian yang membabi buta,” katanya.

Ia kemudian menyoroti berbagai upaya pembangunan di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto yang tertuang dalam visi Asta Cita. Program-program tersebut berfokus pada penguatan ekonomi nasional, peningkatan kesejahteraan masyarakat, pembangunan sumber daya manusia, penguatan ketahanan pangan, hingga sektor pertahanan negara. 

Faqih berpendapat, komitmen dan langkah nyata dalam menyelesaikan persoalan bangsa yang telah berlangsung lama merupakan hal penting yang perlu diperhatikan oleh publik.

Baca juga: Soal Pembentukan PT DSI, Pemerintah Diminta Lindungi Data Para Eksportir

“Dalam kehidupan tidak ada keputusan yang bisa menyenangkan semua pihak. Tetapi jika manfaat yang diterima masyarakat jauh lebih besar daripada dampak negatifnya, maka itu menunjukkan pemerintah sedang bekerja ke arah yang benar,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Faqih mengulas sejumlah program strategis yang dinilai menjadi fondasi masa depan bangsa, seperti stabilitas ekonomi, hilirisasi industri, peningkatan investasi untuk lapangan kerja, serta perhatian pada sektor pertanian. 

Dirinya memandang seluruh program tersebut sebagai investasi jangka panjang yang memerlukan ruang dan pengawasan dari masyarakat agar berjalan optimal.

“Semua itu bukan pekerjaan kecil. Itu adalah investasi jangka panjang untuk masa depan bangsa. Karena itu masyarakat perlu memberikan ruang bagi pemerintah untuk bekerja sekaligus tetap mengawasi agar setiap kebijakan berjalan sesuai kepentingan rakyat,” jelasnya.

Atas dasar ini Faqih mengajak seluruh elemen masyarakat untuk melepas perbedaan politik yang sempat terjadi pada masa pemilu demi persatuan bangsa.

“Kita boleh berbeda pilihan politik kemarin, tetapi hari ini kita tetap satu bangsa, Indonesia. Jangan sampai kebencian politik membuat kita kehilangan akal sehat dan rasa keadilan dalam menilai setiap kebijakan,” katanya.

Faqih menekankan bahwa kedewasaan dalam berdemokrasi membutuhkan keseimbangan antara sikap kritis dan kemampuan untuk memberikan apresiasi secara objektif.

“Tidak semua dukungan berarti menjilat dan tidak semua pembelaan berarti buzzer. Kadang, mendukung kebijakan yang baik adalah bentuk kepedulian terhadap stabilitas negara dan masa depan rakyat," kata dia.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.