Dua Pria Terekam CCTV Bobol Rumah Mantan Wali Kota Surabaya
Titis Jati Permata June 06, 2026 05:32 PM

 

SURYA.co.id, SURABAYA - Dua pria terekam CCTV menyatroni rumah Wali Kota kesembilan Surabaya Raden Soekotjo Sastrodinoto di kawasan Kelurahan Keputran, Kecamatan Tegalsari, Kota Surabaya, Jumat (5/6/2026) siang. 

Informasinya, kedua pelaku berhasil memasuki rumah yang lengang tersebut, dengan cara merusak gembok pagar, lalu mencongkel pintu utama menggunakan tongkat besi panjang. 

Para pelaku berhasil masuk ke dalam dua kamar utama mengobok-obok seisi lemari dan laci untuk mencari benda berharga.

Namun, tidak ada benda berharga yang berhasil dicuri oleh kedua pelaku. 

Benda yang Dicuri

Penghuni rumah mencatat, benda yang berhasil diambil pelaku cuma satu set bolpoin merek Parker. 

Selain itu, tidak ada korban jiwa atau luka dari para penghuni rumah, selama dua  pria tersebut beraksi. Dua orang ART yang menjaga rumah tersebut, selamat. 

Kasus tersebut sudah dilaporkan ke markas Kepolisian setempat untuk diselidiki. Kabarnya, sejumlah personel Polisi sudah melakukan pengecekan sekaligus olah TKP di rumah tersebut.

Cucu Dikabari Rumah Diobok-obok Maling

Menurut cucu sang wali kota, NW, pihaknya mengetahui adanya aksi pembobolan tersebut, setelah ditelepon dua orang pembantu atau asisten rumah tangga (ART) di rumah tersebut. 

Para ART baru mengetahui rumah tersebut baru saja disatroni pelaku kejahatan, setelah melihat kondisi salah satu kamar dalam keadaan acak-acakan, sekitar pukul 16.30 WIB.

Saat ayahanda NW tiba di rumah tersebut lalu memeriksa file rekaman CCTV, ternyata terdapat dua orang pria misterius memasuki rumah secara paksa saat para ART tidak sedang berada di area tengah rumah, sekitar pukul 13.00 WIB.

"Kejadian kurang lebih jam 1 siang, dan ada 2 ART di rumah yang baru sadar sekitar jam 16.30 WIB, mereka mau nyalakan lampu teras. Kamar ART ada di belakang dan mereka waktu jalan ke depan lihat kamar sudah terbuka dan barang berantakan lemari pun berantakan," ujarnya saat dihubungi SURYA.co.id, Sabtu (6/6/2026). 

Ciri-ciri Pelaku

Berdasarkan informasi yang dihimpun NW, para pelaku berjumlah dua orang berboncengan motor menuju ke lokasi. Usia mereka diperkirakan kisaran 30-an tahun. 

Pelaku pertama tampak memakai jaket bewarna hitam, bercelana panjang warna biru muda, mengenakan helm bermotif garis warna merah, bermasker, dan bersandal jepit.

Lalu, pelaku kedua tampak memakai jaket bewarna hitam, bercelana panjang warna biru muda, mengenakan helm bermotif garis warna kuning, bersandal jepit, tapi tanpa masker.

"Ciri-ciri salah satu pelakunya yang terlihat kulit agak sawo matang. Satunya memakai masker jadi tidak terlihat. Umur mgkn 20 atau 30-an ya," ungkapnya.

NW menambahkan, para pelaku memasuki rumah saat kondisi sedang lengang, karena para ART sedang berada di belakang rumah.

Kemudian, mereka diduga menggunakan besi panjang untuk merusak gembok pagar dan mencongkel pintu rumah. 

Terekam CCTV

Lalu, kedua pelaku menyatroni dua ruangan kamar selama kurun waktu 10 menit untuk mencari benda-benda berharga.

Namun, mereka cuma berhasil mengambil satu set bolpoin merek Parker, milik kakeknya. 

"Satu pelaku mencongkel pagar, pagar ada gemboknya. Lalu 1 pelaku lainnya datang. Kemudian juga dengan pintu ruang tamu juga dicongkel, terlihat dari CCTV pelaku memakai kaya besi agak panjang gitu," jelasnya.

"Tidak ada korban jiwa, 2 ART aman. Sampai detik ini sepertinya barang berharga tidak hilang, karena sudah kami pindahkan semua. Yang terlihat hanya 1 set bolpoin Parker punya Yangkung (kakeknya)," tambahnya.

Korban Lapor Polisi

Kasus tersebut sudah dilaporkan ke markas Kepolisian setempat. 

Beberapa orang personel Kepolisian juga sudah mendatangi rumahnya untuk memeriksa dan melakukan olah TKP.

Kendati tidak ada barang berharga yang berhasil dicuri para pelaku.

NW berharap, Polisi dapat segera menangkap para pelaku, agar tidak lagi ada korban aksi kejahatan komplotan tersebut.

Karena, beberapa tahun lalu, rumah tersebut juga pernah disatroni maling. 

"Pencurian pernah terjadi juga sebelumnya, sudah lama sekali, sebelum Yangti meninggal di tahun 2021. Itu kami membuat kawat diatas pagar lalu di kaca ruang tamu kami tambahkan besi seperti teralis," pungkasnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.