Sleman Sambut Reaktivasi Bandara Adisutjipto, Siapkan Wisata Gastronomi dan Wellness bagi Turis
Joko Widiyarso June 06, 2026 07:14 PM

 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Rencana pemerintah pusat untuk menghidupkan kembali (reaktivasi) aktivitas penerbangan komersial di Bandara Adisutjipto Yogyakarta disambut antusias oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman.

Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman langsung sedang menyusun strategi untuk menangkap peluang pasar kelas atas atau high-spending tourist yang diproyeksikan kembali mendarat di bandara wilayah Sleman tersebut.

Kepala Bidang Pemasaran Pariwisata Dinpar Sleman, Kus Endarto mengatakan, reaktivasi Bandara Adisutjipto ini menjadi momentum untuk menggeser paradigma pariwisata daerah. 

Kini, target utama bukan lagi sekadar mengejar kuantitas atau jumlah pelancong, melainkan meningkatkan nilai belanja dan lamanya waktu tinggal wisatawan di Bumi Sembada.

"Paket wisata yang kami tawarkan pastinya berbeda dengan yang sudah ada sekarang. Kami sedang berkolaborasi dengan beberapa universitas, hotel, dan destinasi untuk mengembangkan yang namanya wisata gastronomi dan wisata wellness. Insyaallah itu bisa meningkatkan jumlah length of stay dan juga belanjanya," ujar Kus Endarto, dikutip Sabtu (6/6/2026).

Kus menjelaskan, konsep wisata gastronomi yang disiapkan bukan sekadar urusan kuliner biasa. Wisatawan akan diajak menyelami seluruh proses, mulai dari pembelian bahan baku, pengolahan, hingga menyantap hidangan yang dibalut cerita filosofis atau story behind-nya. Salah satu inovasinya adalah menyajikan makanan yang resep dan dasarnya direkonstruksi dari relief-relief candi di Sleman.

Potensi perputaran uang dari ceruk pasar premium ini dinilai sangat menjanjikan. Berdasarkan kalkulasi sementara, Dinpar Sleman mematok harga minimal Rp2,5 juta per orang atau er pax untuk satu paket wisata khusus tersebut. Paket wisata ini diproyeksikan  bisa mulai diimplementasikan pada Agustus mendatang.

Selain wisata minat khusus, reaktivasi Bandara Adisutjipto yang lokasinya dekat dengan pusat kota Yogyakarta, diharapkan mampu turut membangkitkan kembali industri Meetings, Incentives, Conferences, and Exhibitions (MICE) serta hotel-hotel internasional di Sleman yang sempat terkendala pasca-pindahan operasional ke Bandara YIA Kulon Progo.

Akses bandara yang dekat juga diyakini akan mendongkrak kembali kunjungan ke lapangan Merapi Golf. Dinpar Sleman berencana bersinergi dengan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) dan Persatuan Golf Indonesia (PGI) untuk menggelar event berskala nasional hingga internasional dengan latar lanskap Gunung Merapi.

"Kami juga melirik potensi di Sleman wilayah barat yang selama ini agak terpinggirkan pariwisatanya karena keterbatasan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B). Melalui pendekatan wisata gastronomi dan wellness, kawasan barat akan ikut kita integrasikan," imbuh Kus.

Homestay dan vila jadi pilihan 

Terkait pergeseran tren akomodasi, Dinpar Sleman mencatat adanya tantangan baru di mana para pelancong dan figur publik saat ini mulai gemar memilih homestay atau vila dibanding hotel konvensional. 

Masalah okupansi ini rencananya akan dibahas bersama Dinas Pariwisata DIY demi merumuskan solusi bagi seluruh wilayah interkoneksi pariwisata di Bumi Mataram.

Di sisi lain, pihak pengelola bandara memastikan kesiapannya untuk mengikuti seluruh instruksi dari regulator. General Manager Bandara Adisutjipto, Wibowo Cahyono Soekadi mengatakan, sebagai operator bandara sekaligus menjalankan peran BUMN, pihaknya akan mengikuti setiap kebijakan dan arahan resmi dari pemerintah. 

Adapun saat ini Bandara Adisutjipto tetap beroperasi normal secara terbatas untuk jenis pesawat propeler dengan penerbangan rute domestik. 

"Apabila terdapat kebijakan pemerintah untuk mengaktifkan kembali operasional pesawat jet di Bandara Adisutjipto, maka akan dilakukan kajian secara komprehensif dengan mempertimbangkan aspek kapasitas, keselamatan dan keamanan penerbangan, kualitas pelayanan, kenyamanan pengguna jasa, serta pengembangan konektivitas dan infrastruktur intermoda menuju Bandara Adisutjipto," kata Wibowo. 

Ia juga menyampaikan, perusahaan bersama stakeholders terkait juga akan melakukan beberapa penyesuaian skenario operasional, yang berlandaskan kebijakan dari regulator mengenai penataan operasional dan rute penerbangan.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.