SURYA.CO.ID, PONOROGO - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo di Jawa Timur (Jatim) menetapkan kebijakan efisiensi anggaran, dengan hanya mengalokasikan dana sebesar Rp500 juta dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) untuk menyelenggarakan event akbar Grebeg Suro 2026 Ponorogo.
Keputusan ini diambil, guna memaksimalkan kerja sama dengan pihak ketiga atau Event Organizer (EO) serta sponsor swasta dalam menutup sisa kebutuhan anggaran.
Plt Bupati Ponorogo, Lisdyarita, menegaskan bahwa keterbatasan dana dari APBD tidak akan mengurangi kemeriahan gelaran tahunan khas Bumi Reog ini.
Pihaknya berkomitmen mengoptimalkan seluruh potensi yang ada, agar perhelatan tahun ini jauh lebih meriah dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
"Karena efisiensi ya, kami hanya menganggarkan Rp500 juta. Kami serahkan ke EO. Kekurangannya ya dari sponsor. Kami semaksimal mungkin mengupayakan agar Grebeg Suro bisa lebih gebyar lagi dibandingkan tahun kemarin," ujar Lisdyarita kepada SURYA.co.id, Sabtu (6/6/2026).
Baca juga: Grebeg Suro 2026 Ponorogo Bidik Skala Nasional, Prabowo dan Gibran Diundang
Dengan skema kerja sama pihak ketiga ini, Pemkab Ponorogo memutuskan untuk tidak mematok target Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor penjualan tiket penonton, baik untuk tiket Festival Reog Remaja (FRR) maupun Festival Nasional Reog Ponorogo (FNRP).
Seluruh hasil penjualan tiket diserahkan sepenuhnya kepada EO, untuk menutupi biaya operasional penyelenggaraan festival yang sangat besar.
"Kalau tiket kami serahkan ke EO. Karena biaya Grebeg Suro besar sekali, makanya kemarin kami menyaring beberapa EO. Tetapi ya diserahkan ke EO semua," urai Lisdyarita menambahkan.
Baca juga: 100 Volunter Grebeg Suro 2026 Dilantik, Siap Sambut Wisatawan di Ponorogo
Meskipun melepaskan potensi PAD dari tiket masuk festival, Pemkab Ponorogo mengalihkan fokus pendapatan daerah melalui retribusi parkir.
Lonjakan pengunjung yang diperkirakan memadati area festival, diyakini mampu menyumbang PAD yang signifikan bagi daerah.
"Kalau parkir kami ada target, sedangkan kalau tiket kami serahkan ke EO. Berapa nominal target parkirnya, saya belum tahu detailnya, tetapi sebisa mungkin kami maksimalkan," jelasnya.
Baca juga: Panduan Lengkap Parkir dan Rekayasa Lalu Lintas Grebeg Suro 2026 Ponorogo
Senada dengan Plt Bupati, Plt Sekretaris Daerah (Sekda) Ponorogo, Agus Sugiarto, membenarkan bahwa alokasi APBD untuk ajang bergengsi ini memang dibatasi sebesar Rp500 juta.
Ia mendorong panitia dan EO untuk kreatif dalam merangkul sponsor.
"Ini agenda rutin, maka harus dilaksanakan meriah, mudah-mudahan sukses. Fokus utama kami sekarang adalah bagaimana menggali pendanaan eksternal bersama EO untuk menyukseskan Grebeg Suro," papar Agus Sugiarto.
Guna menarik minat wisatawan domestik maupun mancanegara, Pemkab Ponorogo telah menyiapkan sedikitnya 29 rangkaian kegiatan yang bergulir sepanjang Juni hingga Juli 2026.
Acara ini mencakup kegiatan seni budaya, religi, olahraga, hingga pameran ekonomi kreatif.
Berikut adalah jadwal puncak pelaksanaan Grebeg Suro 2026:
Rangkaian agenda ini, diharapkan mampu menjadi stimulus perputaran ekonomi pelaku UMKM lokal dan mengukuhkan posisi Ponorogo sebagai pusat kebudayaan Reog di kancah internasional.