TRIBUNNEWS.COM - Kegigihan tunggal putra Indonesia, Jonatan Christie saat menghadapi wakil Thailand, Panitchaphon Teeraratsakul membuahkan tiket final Polytron Indonesia Open 2026.
Hampir satu jam tunggal putra andalan Indonesia itu mengatasi perlawanan Teeraratsakul melalui tiga gim pertandingan.
Set pertama Jojo takluk dengan skor 16-21 atas Teeraratsakul.
Namun di set kedua dan ketiga, Jojo mendapatkan momentum dan mampu menjaga ritme permainan.
Pada set penentu, Jojo berhasil unggul jauh atas Panitchaphon Teeraratsakul dengan perolehan 17-11 sehingga membuat wakil Thailand tersebut kerap melakukan kesalahan sendiri.
Termasuk pada poin terakhir, shuttlecock pengembalian Teeraratsakul melebar dari batas garis permainan dan memastikan kemenangan Jojo untuk melangkah ke babak final.
"Bersyukur bisa melaju ke babak final setelah permainan yang cukup menegangkan karena kondisi bola cukup berbeda dibanding sebelumnya," ucap Jojo usai pertandingan, dikutip dari BolaSport.
Menurut Jojo, tunggal putra peringkat 22 BWF asal Thailand itu bermain dengan baik hari ini.
Serangan yang agresif, smash yang keras, dan permainan yang cepat cukup membuat Jojo kewalahan di set pertama.
Pada set kedua, Jojo mencoba untuk bermain lebih agresif untuk keluar dari tekanan pemain lawan, dan beruntungnya strategi tersebut berjalan dengan baik.
"Hari ini shuttlecock sangat cepat dan ini cukup menguntungkan lawan karena bermain menyerang dan smash-smashnya sangat kencang," beber Jojo.
"Set pertama saya kurang mengantisipasi hal ini sehingga banyak poin yang lawan dapatkan dan memang serangannya bagus."
"Pada gim kedua, saya coba untuk bermain lebih agresif, dan puji Tuhan bisa keluar dari tekanan," jelasnya.
Bagi Jojo, ini adalah final Indonesia Open pertamanya sejak debut saat berusia 18 tahun (2015) dan tembus babak perempat final.
Pencapaian itu terjadi lagi pada tahun berikutnya. Langkah Jojo terhenti dari wakil Denmark O Jorgensen melalui rubber set.
Setelah itu, performa Jojo mengendur, hasil yang dia dapatkan pun tidak seperti biasanya.
Jojo hanya bermain sampai babak 16 besar (2016) dan 32 besar (2018) sebelum sampai di perempat final pada tahun 2019.
Pencapaian terbaik pemain berusia 28 tahun tersebut terjadi pada tahun 2021. Jojo berhasil melenggang ke babak semi final.
Apesnya, ambisi Jojo ke final kandas oleh Viktor Axelsen dengan straight game.
Berikut perjalanan Jojo di Indonesia Open
2015 - Babak Perempat Final kalah dari Jan Ø. Jørgensen (Denmark)
2016 - Babak Perempat Final kalah dari Jan Ø. Jørgensen (Denmark)
2017 - Babak 16 Besar kalah dari Chen Long (Tiongkok)
2018 - Babak 32 Besar kalah dari Viktor Axelsen (Denmark)
2019 - Babak Perempat Final kalah dari Chou Tien-Chen (Taiwan)
2021 - Babak Semifinal kalah dari Viktor Axelsen (Denmark)
2022 - Babak 16 Besar kalah dari Zhao Jun Peng (Tiongkok)
2023 - Babak Perempat Final kalah dari Anthony Sinisuka Ginting (Indonesia)
2024 - Babak 32 Besar kalah dari Leong Jun Hao (Malaysia)
2025 - Babak 16 Besar kalah dari Lee Cheuk Yiu (Hong Kong)
2026 - Melaju ke final dan menghadapi wakil Kanada, Victor Lai
"Ini final pertama saya pada Indonesia Open dan bisa melangkah sejauh ini sangat berarti sekali untuk saya," ungkap Jojo.
"Saya menunggu momen ini cukup lama. Saya berusaha mencari formula yang tepat, dan mungkin saat ini waktunya," tambahnya.
Soal laga final Polytron Indonesia Open 2026, Jojo akan menghadapi atlet muda asal Kanada yang baru berusia 21 tahun, Victor Lai.
Peraih medali perunggu Kejuaraan Dunia tahun 2025 itu memiliki ketahanan yang kukuh, kecepatan, serta dengan usia yang muda dan semangat juang yang tinggi.
"Pemain muda punya speed, punya ketahanan, daya juang, dan semangat yang cukup tinggi," kata Jojo soal Lai.
Dari rekor pertemuan, keduanya belum pernah bertanding di atas lapangan yang sama. Ini akan menjadi pertemuan pertama bagi Jojo dan Victor Lai.
Jadwal final Polytron Indonesia Open 2026 akan berlangsung pada Minggu (7/6/2026) pukul 13.50 WIB di Istora Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta.
Pertandingan final Polytron Indonesia Open 2026:
WS - Akane Yamaguchi (Jepang) vs An Se-young (Korea)
MS - Victor Lai (Kanada) vs Jonatan Christie (Indonesia)
XD - Cheng Xing/Zhang Chi (China) vs Mathias Christiansen/Alexandra Bøje (Denmark)
(Tribunnews.com/Sina, BolaSport/Delia Mustikasari)