Jakarta (ANTARA) - Tokoh sepuh Nahdlatul Ulama (NU) KH Manarul Hidayat secara terbuka memberi restu dan mendukung kader NU Gus Hery Haryanto Azumi untuk maju dalam bursa bakal calon Ketua Umum PBNU pada muktamar mendatang.

Dukungan tersebut disampaikan Kiai Manarul saat menerima kunjungan silaturahim Gus Hery Haryanto Azumi bersama sejumlah kader dan aktivis NU di Pondok Pesantren Almanar Azhari (Islamic Boarding School) Depok, Sabtu.

“Saya sangat senang menerima para kader Nahdlatul Ulama yang memiliki kualitas keilmuan, integritas, dan kepedulian terhadap organisasi. Mereka sesungguhnya adalah para kiai dalam makna substantif, yakni memiliki ilmu, akhlak, dan pengabdian. NU membutuhkan kader-kader seperti ini untuk menjaga dan membesarkan organisasi," ujar Manarul Hidayat.

Kiai Manarul menegaskan NU membutuhkan figur pemimpin yang lahir dari proses kaderisasi panjang, memiliki kapasitas intelektual, pengalaman organisasi, integritas moral, serta tetap menjaga ketakdziman kepada para ulama dan tradisi Ahlussunnah wal Jamaah.

Menurut pengasuh Pesantren Almanar Azhari itu organisasi sebesar NU tidak boleh kehilangan kesinambungan kaderisasi. Karena itu, kader-kader yang telah ditempa melalui berbagai proses pengabdian di lingkungan NU perlu diberikan ruang untuk tampil dan memimpin.

“Para kader intelektual NU yang memiliki kapasitas, kapabilitas, rekam jejak organisasi, dan rasa takdzim kepada para ulama tidak boleh hanya menjadi penonton. Mereka memiliki tanggung jawab moral dan historis untuk ikut mengurus dan memimpin NU,” katanya.

Ia menilai kepemimpinan NU ke depan harus mampu menjawab tantangan zaman yang semakin kompleks. Selain memiliki kedalaman keilmuan agama, pemimpin NU juga dituntut memahami dinamika sosial, ekonomi, teknologi, hingga perkembangan geopolitik global yang memengaruhi kehidupan umat.

Kiai Manarul juga menegaskan pentingnya regenerasi kepemimpinan yang berasal dari rahim kaderisasi NU sendiri, termasuk kader-kader yang tumbuh melalui berbagai badan otonom dan organisasi kemahasiswaan NU.

Sementara itu, Gus Hery Haryanto Azumi menyampaikan rasa syukur atas sambutan, nasihat, dan doa yang diberikan KH Manarul Hidayat. Ia menyebut pertemuan tersebut sebagai momentum berharga untuk memperoleh pandangan dan arahan dari salah satu tokoh sepuh NU yang memiliki jejak pengabdian panjang dalam organisasi.

"Bagi saya, silaturahim ini merupakan kehormatan yang sangat besar. Kiai Manarul adalah salah satu tokoh sepuh NU yang memiliki jejak pengabdian panjang, dekat dengan Gus Dur, dan memberikan kontribusi penting dalam perjalanan organisasi. Saya bersyukur mendapatkan nasihat, doa, dan restu beliau," ujar Gus Hery.

Menurut dia, dukungan dan harapan para ulama harus dimaknai sebagai amanah untuk terus berkhidmat kepada NU, umat, bangsa, dan negara dengan penuh keikhlasan serta tanggung jawab.